Luar biasa NKRI. Tidak cukup dengan adanya Undang-undang Penanam Modal
Asing (UU PMA), tetapi juga dibutuhkan pengawalan kepada BKPM.

http://www.sinarharapan.co/ekonomi/read/9662/kepala_bkpm_janji_kawal_investor_singapura_masuk_indonesia



Kepala BKPM Janji Kawal Investor Singapura Masuk IndonesiaSelasa , 05
November 2019 | 14:02

JAKARTA - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia
menerima Duta Besar Singapura untuk Indonesia di kantornya hari ini. Dalam
kesempatan tersebut, Bahlil mengumbar janjinya kepada Dubes Singapura untuk
mengawal investor dari negaranya masuk ke Indonesia.

"Banyak masalah di daerah (soal perizinan). Itu kami akui. Oleh sebab itu,
tugas kami mempermudah investor masuk ke Indonesia. Tugas Pak Dubes membawa
investor masuk ke sini. Saya siap membantu sampai investasi itu
terealisasi. Sampai bangun pabriknya,” ujar Bahlil di Kantor BKPM, Jalan
Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Selasa (5/11/2019).

Bahkan, Bahlil mengaku siap untuk terjun langsung bersama jajarannya untuk
mempermudah perizinan investor Singapura merealisasikan usahanya di
berbagai daerah di Indonesia.

"Kita akui bahwa masalah perizinan ini di daerah-daerah masih susah. Tapi
kami akan menemani dan mendampingi. Itu tugas kami agar investor merasa
nyaman masuk ke negara kita. Jangan kita bikin susah,” ucap dia.

Dalam kesempatan yang sama, Dubes Singapura Anil Kumar Nayar menyampaikan
harapannya terkait investasi di Indonesia. Ia meminta agar beberapa daerah
yang menjadi potensi penanaman modal investor Singapura diberikan kemudahan

"Kami sangat mengapresiasi perhatian dari Kepala BKPM. Kami ada beberapa
harapan, misalnya kepastian regulasi, kebutuhan pelabuhan di Kawasan
Ekonomi Khusus Kendal, status Batam dan sebagainya. Hubungan
Singapura-Indonesia semakin mesra di era pemerintahan Jokowi,” ujar Kumar .

Sebagai informasi, kualitas investasi Singapura di Indonesia saat ini
tercatat tinggi, karena Singapura adalah investor nomor satu di Indonesia.

BKPM mencatat, realisasi investasi asing (Penanaman Modal asing/PMA) pada
kuartal III-2019 mencapai Rp 105 triliun. Realisasi ini meningkat 0,1
persen jika dibandingkan dengan kuartal II 2019 yang sebesar Rp 104,9
triliun.

Singapura sendiri masih tercatat sebagai negara tertinggi yang berinvestasi
di Indonesia, dengan komposisi PMA dari Singapura mencapai US$ 1,9 miliar
atau 27,1 persen dari total PMA. *(Ryo)*

Bahlil Lahadalia bersama Anil Kumar Nayar

Kirim email ke