Bung tenang saja. Lihat hasilnya nanti. Ini usaha. Belum selesai. Baru mau
jalan. Banyak yg sdh panik dari para koruptor/mafia s/d tukang NYINYIR.

 

Political will sudah ada, artinya Jokowi sudah tahu mau apa.

Kalau enggak gak mungkin ahok ditaruh jadi komut.

Sudah ada planning.

Ini proses politik memberantas korupsi ini, bukan profesionalisme management
yg sdh tdk mampu memperbaiki pertamina. Sudah gonta ganti orang di pertamina
itu dan korupsi adalah momok paling parah. 

 

Setelah korupsi dan mafia ditanggulanggi, tetap masih ada PR gede yaitu
merubah corporate culture. Ini susah krn orang2 lama yg sdh enak masih
bercokol dan sangat susah menerima perubahan/change.

 

Ini tentunya jilid 2 nya dan mungkin akan lebih mudah ditangani dilevel
dirut. Kalau tdk mampu juga ya harus ada political move lagi dari pemerintah
sbg pemilik.

 

Nesare

 

 

From: [email protected] <[email protected]> 
Sent: Thursday, November 28, 2019 6:55 AM
To: Gelora45 <[email protected]>; Beng-Hoey Jo <[email protected]>
Subject: Re: [GELORA45] Bukan Ahok Kunci Keberhasilan Pertamina, Tapi Jok

 

  

Bung Jo,

Tidak tahu siapa yang akan jadi Direktur Utama Pertamina, dan apa dia akan
bekerja bagus.

Kalau A hok sendirian, meskipun jadi Presiden Komisaris, ya memang sukar
berhasil.

Menteri BUMN Thohir taruh wakil menterinya sebagai wakil A Hok, wakil
komisaris utama.

Tidak tahu apa Condro Kirono, jendral polisi, wanita, akan sanggup
memperkuat team komisaris.

Salam,

KH

 

Pada tanggal Kam, 28 Nov 2019 pukul 10.24 [email protected]
<mailto:[email protected]>  [GELORA45] <[email protected]
<mailto:[email protected]> > menulis:

  

Kalau begitu, sudah menjadi fosil, iya betul, bukan para koruptor yg di
sikat oleh Ahok. Tetapi Ahok yg di disikat dan di shampo sekalian. Seperti
saya sudah bilang di posting yg lalu, Ahok tidak kapok dan tidak bisa
mengekang ego nya dan napsu nya.



---In [email protected] <mailto:[email protected]> ,
<ilmesengero@... <mailto:ilmesengero@...> > wrote :

 

Pertamina sudah terlalu lama kotor, daki-dakinya sudah  menjadi fosil alias
membatu,  jadi akan sangat sulit dibersihkan. Sudah sekian kali ganti
direktur, tapi problemnya tak dapat  mereka atasi.

 

 

On Wed, Nov 27, 2019 at 10:11 PM Jonathan Goeij jonathangoeij@...
<mailto:jonathangoeij@...>  [GELORA45] <[email protected]
<mailto:[email protected]> > wrote:

 

Bung Jo,

 

Semuanya ada di UU BUMN, silahkan klik link ini untuk membaca:
<http://hukum.unsrat.ac.id/uu/uu_19_03.htm>
http://hukum.unsrat.ac.id/uu/uu_19_03.htm

Komisaris ada dibagian ke 6, sedang direksi bagian ke 5.

 

 

On Wednesday, November 27, 2019, 08:12:12 AM PST,  <mailto:bhjo@...>
bhjo@... [GELORA45] < <mailto:[email protected]>
[email protected]> wrote:

 

 

Harap bisa kasih tahu dimana pendapat Nesare tentang Dirut versus Komut yg
ngaco balo? Barangkali sistim kita di LN sedikit berlainan, juga tergantung
dari bidang institusinya.

 

Bung Jonathan kalau tidak salah bekerja di Municipal Government atau State
Government di/dari California dimana sistem nya barangkali lain.

 

Saya dulu menjadi kepala (Chief) dari satu department dari satu institusi
dari US Federal Government. Barangkali posisi dari Chief itu mirip dgn
Director. Tetapi tugas didalam departmen dilakukan oleh bawahan saya (orang
second in command) yaitu "seperti bussiness manager' dibidang institusi
swasta. Tugas utama saya adalah dibidang pekerjaan sesuai dgn
pendidikan/expertise saya dan dalam hubungan keluar departmen. Jadi orang
"second in command mempunyai banyak "power" dalam masalah didalam/internal
departmen. Putri saya bekerja sebagai Director dari institusi/perusahaan
swasta yg dibantu oleh bussiness manager yg powerful internal dan external.

 

JADI kedudukan Komut dari Ahok barangkali seperti "orang second in command"
di deparmen saya, yg lebih banyak/powerful utk mengawasi masalah internal
seperti korupsi daripada Dirut yg sudah sibuk dgn urusan lain2.

 

BH Jo

 

 


---In  <mailto:[email protected]> [email protected], <
<mailto:jonathangoeij@...> jonathangoeij@...> wrote :

Mosok sih menelanjangi dis-informasi2? rasanya kok malah makin ngaco balo.

 

---In  <mailto:[email protected]> [email protected], <
<mailto:bhjo@...> bhjo@...> wrote :

Bagus, teruskan utk menjelaskan/menelanjangi dis-informasi2 dari individu yg
tidak mengerti dibidang ekonomi tetapi dipakai utk Nynyir.

 



Kirim email ke