Omar Al-Bashir ini ex presiden dari Sudan, jago kroupsi di rumahnya disita
duit sebanyak US$ 113,--juta (
https://citizen.co.za/news/news-africa/2121481/cash-worth-us113m-seized-at-omar-al-bashirs-home/
)
Beliau ini juga  jago chotbat tentang agama.

https://www.hidayatullah.com/berita/internasional/read/2019/12/02/174359/partai-omar-al-bashir-dinyatakan-terlarang-wanita-sudan-diperbolehkan-pakai-celana-panjang.html


*Partai Omar Al-Bashir Dinyatakan Terlarang, Wanita Sudan Diperbolehkan
Pakai Celana Panjang*

*Omar Al-Bashir, mantan presiden Sudan. Dulu mendapatkan kekuasaan lewat
kudeta, kini menjadi tersangka korupsi setelah dikudeta.*



Senin, 2 Desember 2019 - 13:09 WIB

*Hidayatullah.com*—Partai Kongres Nasional (NCP) yang berkuasa di Sudan
semasa pemerintahan Omar Al-Bashir mengemukakan kemarahannya setelah Dewan
Kedaulatan mengumumkan telah meloloskan undang-undang yang melarang partai
mantan presiden Omar Al-Bashir dan mencabut undang-undang yang melarang
wanita menghadiri pesta atau mengenakan celana panjang.

“Partai tidak terganggung dengan undang-undang apapun atau keputusan yang
dikeluarkan terhadap partai, sebab NCP adalah sebuah partai yang kuat dan
ide-idenya akan langgeng,” kata NCP di laman Facebook, mengatakan
“pemerintahan ilegal” baru telah mengambil keputusan ceroboh, lansir RFI
Sabtu (30/11/2019).

Dengan kebijakan itu, aset-aset NCP akan disita dan rezim dilucuti, yang
merupakan bagian dari tuntutan yang diminta para demonstran ketika
pemerintahan baru dibentuk.

Selain itu, tidak ada orang-orang NCP yang akan diperbolehkan memegang
jabatan politik kurun 10 tahun mendatang guna memastikan rezim Omar
Al-Bashir yang berkuasa selama 30 tahun benar-benar berakhir.

Perdana Menteri Abdalla Hamdok mengatakan tindakan itu tidak seharusnya
dipandang sebagai tindakan balas dendam.

“Tujuannya adalah untuk memulihkan martabat rakyat Sudan yang dihancurkan
oleh orang-orang yang tidak jujur,” kata PM Hamdok lewat Twitter. “UU ini
ditujukan untuk mengembalikan kekayaan rakyat yang dirampas.”

Dewan Kedaulatan juga menghapuskan sebuah undang-undang yang melarang
wanita menghadiri pesta-pesta pribadi atau mengenakan celana panjang dan
menangkap serta menghukum para pelakunya dengan hukuman cambuk, denda dan
bahkan penjara.

Asosiasi Profesional Sudan, yang mengawali aksi-aksi protes terhadap rezim
Omar Al-Bashir hingga pelengserannya pada bulan April, menyambut baik
langkah pemerintah baru itu dengan mengatakan keputusan tersebut akan
membantu membangun negara sipil yang berdemokrasi.*

Rep: Ama Farah

Editor: Dija

Kirim email ke