https://suarapapua.com/2019/12/03/peringati-hari-papua-merdeka-10-orang-ditangkap-di-ternate/


Peringati Hari Papua Merdeka, 10 Orang Ditangkap di Ternate

*Penulis*

3 Des 2019, 5:24 WP

*
<https://i0.wp.com/suarapapua.com/wp-content/uploads/2019/12/1.jpg?fit=720%2C540&ssl=1>*gabungan
mahasiswa adan aktivis saat melakukan aksi di Ternate, 2/12/2019. (IST - SP
*JAYAPURA, SUARAPAPUA.com — Memperingati hari Kemerdekaan Bangsa West Papua
dan mendesak untuk dibebaskannya tahanan politik (tapol),* *sepuluh aktivis
mahasiswa ditangkap dan diamankan aparat kepolisian dari Polres Ternate.*

Hal ini disampaikan Elly Haluk, Ketua Komite Mahasiswa Papua di Ternate
kepada  suarapapua.com saat dihubungi via telepon genggam pada Senin
(2/12/2019).

Kata Haluk, aksi dilakukan aktivis yang tergabung Front Rakyat Indonesia
untuk West Papua (FRI-WP) dan Komunitas Mahasiswa Papua (KMP) di Ternate.

“Aksi ini untuk memperingati Kemerdekaan Bangsa West Papua 1 Desember 1961
dan mendesak untuk dibebaskannya tahanan politik (tapol),” kata Haluk-
Iklan

Ia menuturkan, aksi mulai jam 10.00 wit bertempat di Kampus Universitas
Muhammadiyah (UMMU), Rutenya dari UMMU, Kampus B Mau kekampus A rencana mau
di Universitas Khairun (Unkhair) tapi aksi mulai dari jam 10.00 Wit – Jam
11.00 Wit.

Ia menceritakan, saat aksi baru dimulai dalam memperingati hari kemerdakaan
Papua Barat, aparat gabungan dari TNI-Polri melakukan tindakan represif
(Menindas) kepada kami, kedatangan aparat yang berjumlah puluhan itu, tanpa
ada tindakan persuasif (membujuk secara halus), langsung menyuruh kami
untuk bubar.

“Aksi belum berakhir mereka (intel/Aparat) membubarkan secara paksa dan
dipukuli,” katanya.

Kawan-kawan yang menggelar aksi dipukul, ditendang, diinjak, hingga ada
yang hidungnya berdarah dan baju mereka sobek-sobek. Yang ditangkap ada
enam atau sepuluh kawan-kawan dan dibawah ke Polres Ternate,” kata Haluk.

*Kronologis*

Sekitar jam 8 pagi, seluruh kawan-kawan FRI-WP dan KMP berkumpul didepan
kampus B Univ. Muhammadiyah Malut, dan menunggu kawan-kawan yang lain.
Sudah ada sekelompok intel yang berkeliaran.

Hingga sekitar pukul 10.30 WIT, aksi mulai digelar. Kawan-kawan sedang
berorasi dan menyanyikan lagu west Papua. Mereka membentangkan
poster-poster tuntutan dan spanduk aksi.

Aksi berjalan sekitar 30 menit, pada sekitar pukul 11.00 WIT, tampak
gabungan TNI-Polri beseragam lengkap datang bersama sejumlah intel
berpakaian preman langsung merampas spanduk dan mulai merepresif
kawan-kawan. Kawan-kawan dipukul, ditendang, diinjak, hingga ada yang
hidungnya berdarah. Sebagian yang tidak sempat melarikan diri ditangkap dan
diangkut ke Polres.

Menurut keterangan pihak Polres dari sejumlah rekan-rekan media, ada
sekitar 10 orang kawan-kawan yang ditangkap. 5 diantaranya belum
teridentifikasi nama-nama mereka. 5 orang yang sudah diketahui namanya yang
sekarang berada di Polres diantaranya, Arbi (Fri-wp), Harun (Fri-wp), Yudi
(Fri-wp), Aken (Fri-wp) dan Iqra (Fri-wp).

Sementara itu, Kapolresta Ternate, AKBP Azhari Juanda saat dikonfrimasi
kabarmalut.co.id membenarkan bahwa ada pembubaran paksa aksi yang dilakukan
sejumlah pemuda dan pemudi di Kota Ternate, Maluku Utara.

“Memang betul tadi ada gerakan sekelompok organisasi yang melakukan aksi
unjuk rasa di depan kampus B UMMU Ternate, dengan tuntutan aksi bela
Kemerdekaan Papua, namun dibubarkan paksa oleh anggota yang berada di
lapangan,” katanya pada Senin (2/12/2019) kemarin.

Azhari mengaku sekelompok pemuda yang tergabung dalam beberapa organisasi
ini melakukan aksi tuntut Papua Merdeka. Aksi belum berlangsung langsung
dibubarkan paksa oleh TNI dan Polri yang berada di lapangan.

“Mereka melakukan aksi tanpa ada pemberitahuan kepada pihak Polri dan itu
melanggar UUD tentang penyampaian pendapat di muka umum,” katanya.

*Pewarta: SP-CR15*

*Editor: Arnold Belau*

Kirim email ke