*Kalau tidak keliru pelayanan kesehatan dengan kartu KIS itu tergantung
besarnya iuran BPJS, jadi pancasila yang ada pada kartu itu juga sesuai
dengan besarnya iruan, makin besar iruan BPJS makin besar pula
Pancasilanya. Rakyat miskin yang iurannya sedikit, sedikit pula pancasila
di kartunya. hehehehehehehe*


http://www.sinarharapan.co/hukumdanpolitik/read/10627/jokowi_sebut_di_setiap_kartu_ada_ideologi_pancasila


*Jokowi Sebut di Setiap Kartu Ada Ideologi Pancasila*

Selasa , 03 Desember 2019 | 16:19

[image: Jokowi Sebut di Setiap Kartu Ada Ideologi Pancasila]

Sumber Foto antarafoto
Presiden Jokowi


JAKARTA - Presiden Jokowi mengungkapkan di setiap kartu yang pemerintah
luncurkan terkandung ideologi Pancasila.

"Saya berikan contoh urusan, misalnya, Kartu Indonesia Sehat, Kartu
Indonesia Pintar, Program Keluarga Harapan, apakah ada ideologinya? tanya
ke saya saja, ada, ada," kata Presiden Jokowi di Istana Negara Jakarta,
Selasa (3/12/2019).

Presiden Jokowi menyampaikan hal tersebut dalam acara "Presidential
Lecture" Internalisasi dan Pembumian Pancasila yang digagas oleh Badan
Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP). Dalam acara tersebut hadir juga Ketua
Dewan Pengarah BPIP yang juga Presiden Ke-5 RI Megawati Soekarnoputri,
anggota Dewan Pengarah Sudhamek Wakil, Andreas Anangguru Yewangoe, Buya
Ahmad Syafii Maarif, para menteri kabinet Indonesia Maju serta para kepala
lembaga pemerintah.

"Lihat lebih dalam lagi ada apa di situ? perikemanusiaan ada di situ, BBM
satu harga ada ideloginya di situ, ada, keadilan sosial ada di situ,
infrastruktur, jangan dikatakan tidak ada ideologinya," Presiden
menjelaskan.

Presiden membantah bahwa infrastruktur hanyalah urusan ekonomi. "Orang
hanya melihat urusan ekonominya, tidak. (Infrastruktur) ini mempersatukan,
ada persatuannya ini harus dinampakkan seperti itu, jangan urusan
remeh-temeh, ndak seperti itu coba lebih dalami lagi," ujar Presiden.

Presiden pun meminta agar para menteri dan kepala lembaga dalam membuat
kebijakan juga memiliki unsur ideologi Pancasila.

"Akan muncul ideologi-ideologi di setiap program bapak ibu luncurkan, ada
rasa ideologi Pancasilanya. Kenapa ketika saya memberikan Kartu Indonesia
Pintar atau mengumpulkan usaha-usaha mikro saya suruh maju untuk menghapal
Pancasila? Itu awal saja, terusan dari itu mestinya ada," tutur Presiden.

Namun, Presiden Jokowi meminta agar target penyebaran ideologi Pancasila
itu pun difokuskan kepada anak-anak muda.

"Kita membawa negara sebesar ini 260 juta target ke depan nilai-nilai ini
ditransfer ke siapa? Demografi kita ke siapa? Anak-anak muda kita,
merekalah yang mau kita kejar karena ke depan ada 129 juta anak-anak muda,
hampir 48 persen, kalau tidak mengerti masalah ideologi, tidak ngerti
masalah Pancasila berbahaya negara ini," Presiden menegaskan.

Presiden memerintahkan agar para menteri dan kepala lembaga memahami cara
berkomunikasi 129 juta anak-anak muda agar bisa membumikan Pancasila.

"Sekali lagi target utama kita anak-anak muda kita, yang kita hitung 129
juta orang. Kita harus mengerti, paham media komunikasi yang mereka gunakan
apa? Semua harus mengerti ini juga, harus mengerti kegiatan mereka itu apa?
Konten yang mereka sukai itu apa? Kegiatan yang mereka sukai apa? Harus
teridentifikasi betul," Jokowi menambahkan.

Presiden bahkan meminta agar para menteri dan kepala lembaga melihat siapa
tokoh yang anak muda sukai.

"Coba lihat lebih dalam lagi siapa tokoh atau influencer yang mereka ikuti?
Hati-hati di sini, BPIP juga harus melihat secara detail ini agar
penyebaran lebih cepat dan kuat lagi," Presiden menambahkan.(*E-2/ant*)

Kirim email ke