WNI 'Crazy Rich Indonesian' Diburu Hong Kong karena Menipu
CNN Indonesia | Sabtu, 07/12/2019 13:53 WIB
Bagikan :
WNI 'Crazy Rich Indonesian' Diburu Hong Kong karena MenipuIlustrasi.
(Foto: niekverlaan/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia -- Seorang*warga
Indonesia*<https://www.cnnindonesia.com/tag/pencekalan>bernama Azura
Luna Mangunhardjono menjadi buronan kepolisian*Hong
Kong<https://www.cnnindonesia.com/tag/hong-kong>*karena diduga terlibat
kasus penipuan dan pencurian bernilai hingga US$500 ribu.
Perempuan yang dikabarkan berasal dari Kediri, Jatim itu diduga menipu
sejumlah orang kaya atau sosialita, pemilik apartemen di Prancis,
Amerika Serikat, Italia, hingga mantan pembantunya di Hong Kong.
Sebagian besar korban Azura merupakan bekas teman dan kerabatnya.
Dalam artikel yang dirilis South China Morning Post, Azura disebut
melakukan serangkaian penipuan itu selama beberapa tahun terakhir dengan
berpura-pura menjadi sosialita Hong Kong yang lahir dari keluarga amat
kaya di Indonesia.
Salah satu korban yang merupakan seorang ahli teknologi dari New York,
Jason, bahwa Azura mengaku sebagai salah satu putri Kraton dan kedua
orang tuanya masuk di antara 10 orang terkaya di Indonesia.
Lihat juga:
*Jadi Kameo, Keanu Reeves 'Bersinar' di Film 'SpongeBob' Baru
<https://www.cnnindonesia.com/hiburan/20191115094523-220-448553/jadi-kameo-keanu-reeves-bersinar-di-film-spongebob-baru/>*
Dalam akun LinkedIn pribadi, Azura bahkan mengaku sebagai lulusan
Psikologi Dartmouth College di New Hampshire, AS dan melanjutkan
pendidikan di Cambridge University serta Massachusetts Institute of
Technology (MIT) jurusan Aerospace Engineering.
Kepada Jason, perempuan kelahiran 1978 itu mengaku tumbuh besar dengan
berpindah-pindah antara London, Paris, dan Bali.
Jason mengatakan ia mengenal Azura secara tidak sengaja saat makan siang
di sebuah bar Hotel Four Seasons, Central, Hong Kong, pada Oktober 2018
lalu. Sejak itu keduanya akrab bertukar pesan dan bertemu.
Azura mengaku memiliki memiliki 10 persen saham Hotel Four Seasons
tersebut kepada Jason. Ia bahkan telah mengajak Jason ke apartemen
mewahnya yang berlokasi di 1st Robinson Road yang merupakan kawasan
menengah atas di Hong Kong.
Lihat juga:
*KBRI Riyadh Sebut Nasib Rizieq Ada di Tangan Arab Saudi
<https://www.cnnindonesia.com/internasional/20191206130904-106-454747/kbri-riyadh-sebut-nasib-rizieq-ada-di-tangan-arab-saudi/>*
Harga sewa apartemen di kawasan itu minimal US12.800 (Rp179.543.293) per
meter persegi lengkap dengan furniture mahal dan barang seni mahal kelas
dunia.
Dalam akun instagramnya, Azura juga kerap mengunggah foto-foto dengan
gaya hidupnya yang mewah seperti menggendong sejumlah tas Hermes,
mengendarai Rolls-Royce disamping jet pribadi, hingga berpose dengan
penyanyi asal AS, Lionel Richie.
Korban kedua Azura merupakan sosialita asal Los Angeles bernama Sophia.
Ia mengaku membeli sejumlah tas Hermes dari Azura senilai US$86.000
(Rp1,2 miliar).
Sophia menuturkan Azura mengaku menjual tas-tas mewah itu untuk
didonasikan ke sebuah lembaga amal miliknya. Azura memang mengaku
sebagai filantropi dan pekerja sosial yang kerap menghabiskan waktu di
negara-negara Afrika.
Namun, ketika Sophia membawa empat tas Hermes itu ke tokonya untuk
otentikasi, penjaga toko memberi tahunya bahwa tas-tas itu palsu. Sophia
langsung melapor kepada polisi.
Azura sempat ditahan akibat kasus itu namun dibebaskan karena kepolisian
tak bisa mendakwanya sampai tas-tas itu diuji oleh ahli Hermes.
*Respons Kemenlu*
Hingga kini, Azura masih dalam pencarian. Kementerian Luar Negeri RI
melalui Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia, Judha
Nugraha, masih menunggu informasi dari Konsulat Jenderal RI di Hong Kong
terkait kasus Azura.
"Kami sedang koordinasikan dengan Hong Kong," kata Judha melalui pesan
singkat kepada CNNIndonesia.com pada Sabtu (7/12).
Meski mengaku lahir di Jerman dan tak pernah tinggal di Indonesia, Azura
dikabarkan pernah memiliki paspor Indonesia yang dikeluarkan oleh KJRI
Hong Kong pada 4 Oktober 2011 lalu dan kedaluwarsa pada 2016.*(rds/asa)*