Sebelumnya untuk ratusan tahun salah jurusan solat menghadapi Mekkah
melainkan menghadap Sudan-Somalia. Sekarang salah baca Alquran. Tambah lagi
korupsi uang cetak Al Quran oleh petugas kementrian agama. Menteri-menteri
agama jago korupsi. Agaknya tanpa ragu-ragu bisa dikatakan pengaruh
pengodaan iblis bin seytan luar biasa dan ajaib.


https://www.suara.com/news/2019/12/02/232820/banyak-temukan-dai-salah-baca-alquran-mui-menulis-arabnya-tidak-benar


*Banyak Temukan Dai Salah Baca Alquran, MUI: Menulis Arabnya Tidak Benar*

Agung Sandy Lesmana | Ria Rizki Nirmala Sari

Senin, 02 Desember 2019 | 23:28 WIB

Ketua Komisi Dakwah dan Pengembangan Masyarakat MUI Pusat Muhammad Cholil
Nafis di Grand Sahid Jaya, Jakarta Pusat, Senin (2/12/2019). (Suara.com/Ria
Rizki),

*Suara.com - *Komisi Dakwah dan Pengembangan Masyarakat Majelis Ulama
Indonesi (*MUI* <https://www.suara.com/tag/mui>) Pusat telah lama menggelar
program *sertifikasi dai* <https://www.suara.com/tag/sertifikasi-dai>.
Dalam implementasinya, masih ada dai yang tidak lulus salah satunya ialah
karena salah dalam membaca ayat *Alquran*
<https://www.suara.com/tag/alquran>.

Ketua Komisi Dakwah dan Pengembangan Masyarakat Majelis Ulama Indonesia
Pusat (MUI) Muhammad Cholil Nafis menyampaikan hasil dari pelaksanaan
program sertifikasi dai yang sudah berjalan sejak dua tahun silam. Jumlah
peserta yang mengikuti sertifikasi dai gelombang pertama sebanyak 69 dan
gelombang kedua meningkat menjadi 96 orang.

"Tapi ternyata dari semuanya itu tidak semuanya lulus," kata Cholil dalam
pidatonya pada acara Pembukaan Rapat Koordinasi Dakwah Nasional Komisi
Dakwah dan Pengembangan Masyarakat Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat di
Grand Sahid Jaya, Jakarta Pusat, Senin (2/12/2019).

Cholil menerangkan bahwa standar kelayakan dai bersertifikasi itu juga
karena adanya standar nilai minimal yang mesti dipenuhi oleh para dai.
Standar minimal itu terdiri dari tes baca Alquran, harus memiliki wawasan
Islam wasatiyyah, memiliki wawasan kebangsaan, dan memiliki metode dakwah
yang mengarah kepada ukkuwah Islamiyah, wathaniyah dan basyariyah.

"Ada juga yang gugur karena bacaan Alquran-nya kurang baik. Dibuktikan
dengan apa? Kita memberikan tes IMLA ternyata menulis arabnya tidak benar,"
katanya.

Cholil kemudian mengungkapkan bahwa inti dari program sertifikasi dai
tersebut ialah untuk peningkatan kualitas dari dari itu sendiri. Ia pun
sempat menyebut kalau adanya program sertifikasi dai tersebut dikarenakan
banyaknya pertanyaan kepada MUI soal dai.

"Nama dai ini baik apa enggak? Dai ini pro NKRI apa enggak? Dai ini orang
yang ekstrim atau tidak, ini orang radikal atau tidak? Maka untuk menjawab
itu semua ke MUI," kata dia.

Tapi Cholil menekankan bahwa bukan berarti MUI melarang dai yang belum
memiliki sertifikat untuk berdakwah. Hanya saja MUI akan menampilkan daftar
dai-dai yang sudah bersertifikasi dan bisa dilihat oleh publik.

Cholil menuturkan bahwa dai-dai yang sudah lulus dan mendapatkan
sertifikasi itu akan ditampilkan dalam aplikasi milik MUI yang bisa diakses
secara bebas oleh masyarakat.

"Sehingga siapapun yang ingin mengakses para dai dari MUI tinggal buka
aplikasi dakwah MUI," katanya

Kirim email ke