Forum Bisnis Sichuan Tarik Minat Investor Tiongkok ke Indonesia
------------------------------------------------------------------------
....
<https://sp.beritasatu.com/ekonomi/forum-bisnis-sichuan-tarik-minat-investor-tiongkok-ke-indonesia/589456/#>
Suara Pembaruan
Sabtu, 07 Desember 2019 - 18:04
<https://sp.beritasatu.com/ekonomi/forum-bisnis-sichuan-tarik-minat-investor-tiongkok-ke-indonesia/589456/#>
....
Duta Besar RI untuk Repulik Rakyat Tiongkok (RRT) Djauhari Oratmangun
(ketiga dari kanan) dalam acara "Indonesia-China (Sichuan) Business
Forum on Trade, Tourism and Investment" yang digelar di Provinsi
Sichuan, Tiongkok, Rabu, 4 Desember 2019.
*Chengdu, Beritasatu.com*- Forum "Indonesia-China (Sichuan) Business
Forum on Trade, Tourism and Investment" yang digelar Kedutaan Besar RI
(KBRI) Beijing berhasil menarik minat investor Tiongkok ke Indonesia.
Forum bisnis yang digelar pada Rabu (4/12/2019) di Chengdu, Provinsi
Sichuan, Tiongkok itu bertema “Doing Business with Wonderful Indonesia”.
Dalam siaran pers KBRI Beijing yang diterima Beritasatu.com di Jakarta,
Sabtu (7/12/2019) disebutkan, forum bisnis ini diselenggarakan di Junior
Ballroom JW Marriott Hotel Chengdu. Peserta terdiri atas lebih dari 210
pebisnis Indonesia dan Tiongkok, khususnya dari kawasan Sichuan dan
sekitarnya.
Bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Sichuan, forum ini berhasil
menarik minat berbagai perusahaan swasta Tiongkok untuk mengembangkan
kerja sama dengan Indonesia. Hal ini dibuktikan dengan tingginya
partisipasi pada forum serta permintaan pertemuan bisnis tatap muka
(/one on one/) dari perusahaan Tiongkok dengan pejabat dan sektor swasta
Indonesia.
Dalam pidato pembukaannya, Duta Besar RI untuk Republik Rakyat Tiongkok,
Djauhari Oratmangun mengatakan, kunjungannya ke Sichuan kali ini
merupakan yang ke-4. Hal ini bertepatan pula dengan posisi Indonesia
yang merupakan negara dengan populasi terbesar ke-4 di dunia, sementara
Sichuan merupakan provinsi dengan populasi terbesar ke-4 di Tiongkok.
“Fakta ini seolah-olah mengatakan bahwa Indonesia dan Sichuan
ditakdirkan untuk bekerja sama. Dengan modal populasi yang cukup besar,
banyak peluang kerja sama yang dapat digali dari kedua belah pihak,”
kata Dubes Djauhari.
Wakil Gubernur Provinsi Sichuan, Yang Xingping mengatakan, pada 2018,
total perdagangan Provinsi Sichuan dengan Indonesia mencapai US$ 930
juta atau meningkat sekitar 109,6% dibandingkan tahun sebelumnya. Hal
itu menjadikan Indonesia mitra dagang Sichuan terbesar ke-5 di ASEAN.
“Di sisi pariwisata, sebanyak 48.000 turis Indonesia mengunjungi
Sichuan, sementara 51.000 wisatawan Sichuan mengunjungi Indonesia pada
2018. Sichuan juga menjalin kerja sama siste province dengan Jawa
Barat,” ujar Xingping.
Forum bisnis kali ini terbilang cukup sukses dengan mendatangkan
pembicara ternama dari sektor yang menjadi fokus promosi Pemerintah
Indonesia dalam kerja sama dengan Tiongkok, yaitu perdagangan,
pariwisata dan investasi.
Pada kesempatan itu. Deputi Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM)
bidang Perencanaan Penanaman Modal, Ikmal Lukman menyampaikan sejumlah
faktor yang menguntungkan bagi para investor untuk berinvestasi di
Indonesia. Paparan di bidang investasi ini kemudian diikuti dengan
presentasi peluang investasi Indonesia di bidang mineral oleh Warisan,
yang diwakili oleh CFO Warisan, Christopher Clower.
Di sisi perdagangan, forum menghadirkan Nur Nurlaila Muhammad, Kepala
Pusat Analisis Perdagangan Luar Negeri Kementerian Luar Negeri (Kemlu),
yang memaparkan produk-produk potensial Indonesia unggulan yang dapat
dikerjasamakan untuk mendukung kebutuhan dalam negeri Tiongkok.
Paparan kemudian dilanjutkan oleh Melvany Angelica Kasih dari PT Ciomas
Adisatwa atau JAPFA Indonesia yang mempromosikan berbagai varian produk
yang diproses secara modern dan berstandar internasional untuk memenuhi
permintaan pasar Tiongkok.
Selain itu, Wang Yuechun dari Sichuan Changhong Electric Co Ltd juga
turut berbagi pengalamannya dalam berinvestasi di Indonesia. Wang
memaparkan bahwa berinvestasi di Indonesia saat ini sudah jauh berbeda
dibandingkan dengan saat awal mula Changhong memasuki pasar Indonesia.
“Selain kemudahan proses berinvestasi, Indonesia juga menyimpan potensi
pasar yang besar dengan jumlah populasi yang tinggi diikuti oleh
peningkatan populasi kelas ekonomi menengah yang bertumbuh pesat,” ujarnya.
Pada akhir forum, sejumlah perusahaan saling menjalin kontak untuk
menjajaki kerja sama di berbagai sektor, termasuk energi, produk pangan
olahan, investasi, industri mineral, infrastruktur, dan lain-lain.
Tercatat setidaknya sebanyak 34 perusahaan Tiongkok mendaftarkan diri
untuk melakukan pertemuan one on one dengan BKPM untuk menyatakan
minatnya berinvestasi di Indonesia.
Selama kunjungan pada 3-5 Desember 2019, delegasi Indonesia tidak hanya
menghadiri kegiatan forum bisnis, namun juga turut melakukan kunjungan
ke kawasan Hi Tech Industrial Development Zone di Chengdu untuk meninjau
pusat peringatan dini gempa bumi dan perusahaan teknologi kapal terbang
tanpa awak/drone.
Delegasi juga berkesempatan bertemu dengan Wakil Gubernur Provinsi
Sichuan dan Wali Kota Chengdu untuk mendiskusikan peluang kerja sama
dengan kedua pemerintah daerah di Tiongkok tersebut.
Pada malam hari, Rabu (4/12/2019), KBRI Beijing juga menyelenggarakan
acara Malam Budaya dan Gala Dinner Wonderful Indonesia bekerja sama
dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.
Pada acara itu, Dubes Djauhari Oratmangun kembali menonjolkan peluang
kerja sama pariwisata dan destinasi wisata Indonesia terbaik berstandar
internasional yang dapat dikunjungi dan dinikmati oleh wisatawan asing.
Sumber : Suara Pembaruan