Banyak larangan Susi yang justru bikin nelayan megap-megap. Walhasil, memicu 
gerakan "bawah laut" dan pasar gelap. 
Sudah seharusnya para Pancasilais bikin kebijakan yang betul-betul bijak. Bukan 
bikin peraturan yang cuma berpihak pada satu kepentingan tapi mengorbankan 
banyak kepentingan lain. 
Selamatkan Nelayan, Buruh, Petani, Guru, Anak Yatim, Manula dst. 
Itulah tugas pemenang.
--- ilmesengero@... wrote:

Bukan saja lobster tetapi juga ikan berbagai jenis akan berkurang menujupunah, 
jika tidak dibatasi penangkapannya sesuai musim.Harus diberi kesempatan 
untukbermamak biak.




https://www.eramuslim.com/berita/nasional/radikalis-sd-inpres-di-manokwari-larang-siswi-berhijab-di-kelas.htm#.XewvUOhKi00

LobsterTerancam Punah dari Indonesia Akibat Kebijakan Susi yang Ditabrak
 
 Iwan Supriyatna | Rifan Aditya
 
 Sabtu, 07 Desember 2019 | 10:55 WIB
 
Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Edhy Prabowo dengan Eks Menteri KKP Susi 
Pudjiastuti. (Suara.com/Tyo)
 

 
 
  

 "Apabila kita tidak peduli dan tidak mau menghentikan pengambilan bibit-bibit 
lobster, kita hanya akan memperkaya Vietnam ," ucap Susi Pudjiastuti.
 Suara.com - Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo bakal menghilangkan 
kebijakan menteri sebelumnya Susi Pudjiastuti terkait izin ekspor benih lobster 
atau benur. 

 
 Menanggapi hal itu, Susi mengingatkan bahwa ekspor benih lobster hanya akan 
memperkaya Vietnam. Hal ini disampaikan Susi melalui video yang diunggah ke 
akun Instagram pribadinya @susipudjiastuti115, pada Kamis (5/12/2019).
 
 Video itu sebenarnya merupakan video lama yang direkam pada awal tahun 2019 
saat Susi berada di Trenggalek.
 
 "Mengingatkan kembali, vlog ini saya buat di Trenggalek pada awal tahun ini," 
tulis Susi diunggahan tersebut.
 
 Dalam video tersebut, Susi bicara mengenai ancaman kepunahan lobster di 
Indonesia. Ia pun mengimbau agar tidak ada lagi pengambilan benur.
 
 "Apabila kita tidak peduli dan tidak mau menghentikan pengambilan bibit-bibit 
lobster, kita hanya akan memperkaya Vietnam dan Indonesia tidak akan pernah 
lagi lihat lobster-lobster di lautan kita," ujarnya.
 
 Susi mengungkapkan bahwa dulu di Trenggalek, nelayan dalam sehari bisa 
mendapatkan setengah sampai satu ton lobster besar yang kemudian diekspor 
dengan nilai 1-2 juta rupiah. Padahal harga lobster sudah 4 juta rupiah lebih 
saat itu.
 
 "Namun bibitnya diambil dengan harga Rp 10 ribu, Rp 30 ribu dan Rp 100 ribu. 
Kita menggali kematian kepunahan dari lobster-lobster kita," imbuh Susi.
 
Susi Pudjiastuti soal benih lobster hanya akan memperkaya Vietnam 
(instagram/@susipudjiastuti115)
 
 Ia meminta semua orang agar sadar terhadap ancaman kepunahan lobster jika 
terus diambil apalagi benihnya diekspor.
 
 "Tolonglah kalau bisa kita semua sadar, laut masa depan bangsa kita dijaga dan 
hentikan pengambilan bibit (lobster). Biarkan mereka hidup dan besar, beranak 
pinak untuk kita ambil terus menerus, ada dan banyak. Kalau kita ambil bibit, 
kita pun akan kehilangan lobster-lobster kita selamanya," ucap Susi.
 
 Unggahan Susi Pudjiastuti ini telah mendapatkan lebih dari 87 ribu like dan 
1200 komentar.
 
 Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo mengklaim ekspor benih 
lobster tak akan merusak keseimbangan alam. Pasalnya, dia akan menerapkan 
kebijakan bahwa eksportir benih lobster harus membawa lobster indukan yang 
telah dikembangkan di negara lain kembali ke dalam negeri.
 
 Sehingga, Lobster indukan bisa bertelur dan menghasilkan benih lobster yang 
siap untuk diekspor.
 
 "Setiap pengembang yang kita beri kesempatan 50 persen di Indonesia lobster 
ini setelah umurnya sebesar kelingking atau telunjuk kami minta 5 persen kita 
restocking kita masukkan di tempat benih benih itu diambil," jelas dia..
  


  
 Dengan solusi ini, Edhy meyakini petani lobster bisa mendapatkan keuntungan 
yang lebih. Karena selain mengolah lobster, petani juga bisa mengekspor benih 
lobster.
 
 "Saya pikir kalau ini kita jalankan dengan baik, ada komunikasi, saya sangat 
yakin petani, nelayan pengumpul baby lobster akan menikmati nilai tambah.. 
Jangan seolah-olah kita buat aturan tapi aturan ini juga kita tidak mampu," 
pungkas dia.
  

 
  


#yiv2955819525 -- #yiv2955819525ygrp-mkp {border:1px solid 
#d8d8d8;font-family:Arial;margin:10px 0;padding:0 10px;}#yiv2955819525 
#yiv2955819525ygrp-mkp hr {border:1px solid #d8d8d8;}#yiv2955819525 
#yiv2955819525ygrp-mkp #yiv2955819525hd 
{color:#628c2a;font-size:85%;font-weight:700;line-height:122%;margin:10px 
0;}#yiv2955819525 #yiv2955819525ygrp-mkp #yiv2955819525ads 
{margin-bottom:10px;}#yiv2955819525 #yiv2955819525ygrp-mkp .yiv2955819525ad 
{padding:0 0;}#yiv2955819525 #yiv2955819525ygrp-mkp .yiv2955819525ad p 
{margin:0;}#yiv2955819525 #yiv2955819525ygrp-mkp .yiv2955819525ad a 
{color:#0000ff;text-decoration:none;}#yiv2955819525 #yiv2955819525ygrp-sponsor 
#yiv2955819525ygrp-lc {font-family:Arial;}#yiv2955819525 
#yiv2955819525ygrp-sponsor #yiv2955819525ygrp-lc #yiv2955819525hd {margin:10px 
0px;font-weight:700;font-size:78%;line-height:122%;}#yiv2955819525 
#yiv2955819525ygrp-sponsor #yiv2955819525ygrp-lc .yiv2955819525ad 
{margin-bottom:10px;padding:0 0;}#yiv2955819525 #yiv2955819525actions 
{font-family:Verdana;font-size:11px;padding:10px 0;}#yiv2955819525 
#yiv2955819525activity 
{background-color:#e0ecee;float:left;font-family:Verdana;font-size:10px;padding:10px;}#yiv2955819525
 #yiv2955819525activity span {font-weight:700;}#yiv2955819525 
#yiv2955819525activity span:first-child 
{text-transform:uppercase;}#yiv2955819525 #yiv2955819525activity span a 
{color:#5085b6;text-decoration:none;}#yiv2955819525 #yiv2955819525activity span 
span {color:#ff7900;}#yiv2955819525 #yiv2955819525activity span 
.yiv2955819525underline {text-decoration:underline;}#yiv2955819525 
.yiv2955819525attach 
{clear:both;display:table;font-family:Arial;font-size:12px;padding:10px 
0;width:400px;}#yiv2955819525 .yiv2955819525attach div a 
{text-decoration:none;}#yiv2955819525 .yiv2955819525attach img 
{border:none;padding-right:5px;}#yiv2955819525 .yiv2955819525attach label 
{display:block;margin-bottom:5px;}#yiv2955819525 .yiv2955819525attach label a 
{text-decoration:none;}#yiv2955819525 blockquote {margin:0 0 0 
4px;}#yiv2955819525 .yiv2955819525bold 
{font-family:Arial;font-size:13px;font-weight:700;}#yiv2955819525 
.yiv2955819525bold a {text-decoration:none;}#yiv2955819525 dd.yiv2955819525last 
p a {font-family:Verdana;font-weight:700;}#yiv2955819525 dd.yiv2955819525last p 
span {margin-right:10px;font-family:Verdana;font-weight:700;}#yiv2955819525 
dd.yiv2955819525last p span.yiv2955819525yshortcuts 
{margin-right:0;}#yiv2955819525 div.yiv2955819525attach-table div div a 
{text-decoration:none;}#yiv2955819525 div.yiv2955819525attach-table 
{width:400px;}#yiv2955819525 div.yiv2955819525file-title a, #yiv2955819525 
div.yiv2955819525file-title a:active, #yiv2955819525 
div.yiv2955819525file-title a:hover, #yiv2955819525  
div.yiv2955819525file-title a:visited {text-decoration:none;}#yiv2955819525 
div.yiv2955819525photo-title a, #yiv2955819525 div.yiv2955819525photo-title 
a:active, #yiv2955819525 div.yiv2955819525photo-title a:hover, #yiv2955819525 
div.yiv2955819525photo-title a:visited {text-decoration:none;}#yiv2955819525 
div#yiv2955819525ygrp-mlmsg #yiv2955819525ygrp-msg p a 
span.yiv2955819525yshortcuts 
{font-family:Verdana;font-size:10px;font-weight:normal;}#yiv2955819525 
.yiv2955819525green {color:#628c2a;}#yiv2955819525 .yiv2955819525MsoNormal 
{margin:0 0 0 0;}#yiv2955819525 o {font-size:0;}#yiv2955819525 
#yiv2955819525photos div {float:left;width:72px;}#yiv2955819525 
#yiv2955819525photos div div {border:1px solid 
#666666;min-height:62px;overflow:hidden;width:62px;}#yiv2955819525 
#yiv2955819525photos div label 
{color:#666666;font-size:10px;overflow:hidden;text-align:center;white-space:nowrap;width:64px;}#yiv2955819525
 #yiv2955819525reco-category {font-size:77%;}#yiv2955819525 
#yiv2955819525reco-desc {font-size:77%;}#yiv2955819525 .yiv2955819525replbq 
{margin:4px;}#yiv2955819525 #yiv2955819525ygrp-actbar div a:first-child 
{margin-right:2px;padding-right:5px;}#yiv2955819525 #yiv2955819525ygrp-mlmsg 
{font-size:13px;font-family:Arial, helvetica, clean, sans-serif;}#yiv2955819525 
#yiv2955819525ygrp-mlmsg table {font-size:inherit;font:100%;}#yiv2955819525  
#yiv2955819525ygrp-mlmsg select, #yiv2955819525 input, #yiv2955819525 textarea 
{font:99% Arial, Helvetica, clean, sans-serif;}#yiv2955819525 
#yiv2955819525ygrp-mlmsg pre, #yiv2955819525 code {font:115% 
monospace;}#yiv2955819525 #yiv2955819525ygrp-mlmsg * 
{line-height:1..22em;}#yiv2955819525 #yiv2955819525ygrp-mlmsg 
#yiv2955819525logo {padding-bottom:10px;}#yiv2955819525 #yiv2955819525ygrp-msg 
p a {font-family:Verdana;}#yiv2955819525 #yiv2955819525ygrp-msg 
p#yiv2955819525attach-count span {color:#1E66AE;font-weight:700;}#yiv2955819525 
#yiv2955819525ygrp-reco #yiv2955819525reco-head 
{color:#ff7900;font-weight:700;}#yiv2955819525 #yiv2955819525ygrp-reco 
{margin-bottom:20px;padding:0px;}#yiv2955819525 #yiv2955819525ygrp-sponsor 
#yiv2955819525ov li a {font-size:130%;text-decoration:none;}#yiv2955819525 
#yiv2955819525ygrp-sponsor #yiv2955819525ov li 
{font-size:77%;list-style-type:square;padding:6px 0;}#yiv2955819525 
#yiv2955819525ygrp-sponsor #yiv2955819525ov ul {margin:0;padding:0 0 0 
8px;}#yiv2955819525 #yiv2955819525ygrp-text 
{font-family:Georgia;}#yiv2955819525 #yiv2955819525ygrp-text p {margin:0 0 1em 
0;}#yiv2955819525 #yiv2955819525ygrp-text tt {font-size:120%;}#yiv2955819525 
#yiv2955819525ygrp-vital ul li:last-child {border-right:none 
!important;}#yiv2955819525   

Kirim email ke