Jubir Kemenlu Tiongkok: Banyak Diskriminasi Kaum Muslim di Masyarakat AS
http://indonesian.cri.cn/20191211/bfad4a2c-477f-9efe-f551-96ba74db12b0.html
2019-12-11 10:21:55
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Hua Chunying dalam
keterangan pers kemarin (10/12) di Beijing menyatakan, 75% kaum Muslim
dewasa menyatakan bahwa di masyarakat AS terdapat banyak diskriminasi
terhadap kaum Muslim. Komunitas internasional beralasan sepenuhnya untuk
mengutarakan keprihatinan dan kekhawatiran terhadap kebijakan AS terkait
kaum Muslim, termasuk kondisi HAM kaum Muslim di dalam negerinya.
Pada Sabtu lalu, Panglima Markas Besar Tentara AS untuk India-Pasifik,
Philip Davidson mencela Tiongkok terkait topik Xinjiang, Laut Tiongkok
Selatan, HaKI dan 5G. Duta Besar AS untuk Tiongkok Terry Edward Branstad
dalam pernyataannya kemarin juga menyinggung etnik minoritas Xinjiang,
Tiongkok, dia menyerukan Tiongkok untuk memperbaiki kondisi HAM. Dalam
keterangan pers Kementerian Luar Negeri Tiongkok kemarin, Hua Chunying
menyatakan, “tokoh-tokoh pihak AS tersebut sekali lagi memperingatkan
kita suatu kenyataan, bahwa AS tidak saja merupakan negara adikuasa di
dunia sekarang ini, tetapi juga adalah pembuat dan penyebar kebohongan
adikuasa. Sebagian orang AS menaruh perhatian luar biasa terhadap para
warga etnik minoritas di Xinjiang, namun kiranya mereka lupa bahwa AS
adalah satu-satunya negara yang mengeluarkan ‘perintah pelarangan
Muslim’ terhadap kelompok Muslim.”
Juru biara tersebut menunjukkan, menurut hasil penyelidikan pihak AS
sendiri, 75% kaum Muslim dewasa di AS menyatakan bahwa di masyarakat AS
terdapat banyak diskriminasi terhadap kaum Muslim, 69% warga biasa juga
berpendapat sama. 50% kaum Muslim berpendapat, selama tahun-tahun
terakhir ini, menjadi lebih sulit bagi kaum Muslim untuk hidup di AS.
Kaum Muslim selalu dijadikan sebagai kelompok yang paling didiskriminasi
di AS.
Hua Chunying menegaskan, “etnik Uyghur adalah satu anggota keluarga
besar 56 etnik di Tiongkok, etnik Uyghur bersatu erat dengan 55 etnik
lainnya bagaikan biji buah delima, hidup semakin bahagia, menikmati
sepenuhnya berbagai hak dan kebebasan yang dianugerahkan oleh
Undang-Undang Dasar. Sementara Tiongkok memelihara hubungan yang erat
dan bersahabat dengan negara-negara Muslim di dunia, dapat dimengerti
bahwa pihak AS iri hati atas hal-hal tersebut, namun tak dapat diterima
bahwa pihak AS membuat kebohongan, memutarbalikkan kenyataan dan
menghina pihak Tiongkok.”
Tiongkok Menentang Tegas Negara-Negara Terkait Yang Mencela Tiongkok
Soal HAM
http://indonesian.cri.cn/20191211/e42d211a-87c5-8cdc-5be7-735724413b3d.html
2019-12-11 10:23:07
Tanggal 10 Desember adalah “Hari HAM Dunia”. Berkenaan dengan
keprihatinan dan kritik sebagian negara terhadap kondisi HAM Tiongkok,
juru biara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Hua Chunying dalam jumpa
pers kemarin (10/12) di Beijing menyatakan, Tiongkok menentang tegas
sebagian negara yang mencela kondisi HAM Tiongkok.
Hua Chunying menunjukkan, rakyat Tiongkok berhak sepenuhnya untuk
membicarakan bagaimana kondisi HAM Tiongkok. Tahun ini adalah genap 70
tahun berdirinya Republik Rakyat Tiongkok. Selama 70 tahun terjadi
perubahan dan kemajuan historis dalam usaha HAM. “Pemerintah dan rakyat
Tiongkok menaruh perhatian sepenuhnya terhadap HAM, menjalankan gagasan
HAM yang menjadi rakyat sebagai intinya, mempertahankan perpaduan
prinsip umum HAM dengan kenyataan keadaan negara, mengutamakan hak
kehidupan dan hak pengembangan sebagai HAM pokok, menempuh jalan
perkembangan HAM yang berkepribadian Tiongkok sesuai dengan keadaan
negara. Tiongkok telah membentuk sistem pendidikan, sistem asuransi
sosial, sistem pengobatan dan sistem pemilihan tingkat basis yang paling
besar skalanya, mencapai kemajuan historis dalam usaha HAM, memperkaya
keanekaragaman peradaban manusia, inilah kenyataan yang diakui umum
tanpa prasangka.”
Juru bicara tersebut menegaskan, pihak Tiongkok bersedia terus
meningkatkan pertukaran dan kerja sama dengan berbagai pihak di bidang
HAM di atas dasar kesetaraan dan saling menghormati, bersama-sama
membangun komunitas senasib manusia.