Tak mungkin asal bacok di Lampung. Tetapi kalau bunuhin harimau ya mesti 
direncanakan seperti di Afrika.
Three Men Selling a Tiger Skin Arrested in West Lampung, Indonesia > Newsroom

| 
| 
|  | 
Three Men Selling a Tiger Skin Arrested in West Lampung, Indonesia > New...

Lampung, Indonesia (September 28, 2016) Lampung Barat Police in collaboration 
with Bukit Barisan Selatan Nationa...
 |

 |

 |


Posting di milis ini:  Dec 08 #255894Indonesia seizes Sumatran tiger hide and 
fetuses, arrests 5 suspected poachers

| 
| 
| 
|  |  |

 |

 |
| 
|  | 
Indonesia seizes Sumatran tiger hide and fetuses, arrests 5 suspected po...

Subscribe to our YouTube channel for free here: https://sc.mp/subscribe-youtube 
Indonesian authorities confiscat...
 |

 |

 |





    On Thursday, December 12, 2019, 06:15:05 AM CST, 'Lusi D.' [email protected] 
[GELORA45] <[email protected]> wrote:  
 
     
Sedikit beberapa tambahan polemik antara Henry Yoso kontra Hendrawan
Supratikno.
Masyarakat Lampung Itu Beradab, Tak Mungkin Asal Bacok!
Salam. Lusi.-

1.:

Mentah Laporkan Rocky Gerung, Politisi PDIP Ini Kini Laporkan Andie
Arief

Hukum SELASA, 10 DESEMBER 2019 , 14:35:00 WIB | 
LAPORAN: WIDIAN VEBRIANTO

RMOLBANTEN. Mentah mengadukan filsuf Universitas Indonesia (UI) Rocky
 Gerung atas tudingan menghina Presiden Joko Widodo, berikutnya
 politisi PDI Perjuangan Henry Yosodiningrat mengadukan politisi
 Demokrat, Andi Arief ke Bareskrim.

Mantan anggota DPR ini kicauan Andi Arief di Twitter dirasa menyinggung
dirinya. Dalam kicuan itu, Andi Arief menyebut bahwa mayoritas PDIP
otot dan faksi otak telah tersingkir.

Henry kemudian menyebut seorang nama sebagai salah satu preman dari
wakil faksi otot PDIP yang melaporkan Rocky Gerung ke polisi.

"Kawan-kawan PDIP yang sekarang ada dan mendapatkan posisi dalam partai
dan kekuasaan, mayoritas PDIP otot, Faksi otak tersingkir. Itu
penjelasan kenapa Preman seperti Hendriyosodiningrat melaporkan Rocky
Gerung,” kicau Andi Arief dalam akun Twitter pribadinya, Senin (9/12).

Dirinya merasa sebagai Hendriyosodiningrat yang secara gamblang disebut
Andi Arief.

Sebab penggambaran Andi Arief cocok dengan pribadi, meskipun ada
sedikit typo penulisan nama. Ini lantaran dia adalah satu-satunya
politisi PDIP yang melaporkan Rocky Gerung.

Henry menilai perbuatan Andi Arief bisa bisa dikualifikasikan sebagai
tindak pidana penghinaan dan pencemaran nama baik.

"Sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam ketentuan pasal 27 ayat
(3) jo. pasal 45A ayat (2) UU 19/2016 tentang Informasi dan Transaksi
Elektronik (UU ITE),” tegasnya.

Adapun saat melaporkan Rocky Gerung, laporan Henry Yoso ditolak.
Pasalnya, dia tidak bisa menunjukkan surat kuasa dari Presiden Joko
Widodo. [dzk] 

2.:

Pernyataan Barbar Henry Yoso Ke Rocky Gerung, PDIP Lepas Tangan

Politik SELASA, 10 DESEMBER 2019 , 22:57:00 WIB | 
LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

RMOLBANTEN. Sikap kader PDI Perjuangan Henry Yosodiningrat yang
 mengkhawatirkan pengamat politik Rocky Gerung dibacok orang Lampung,
 Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) sepertinya "angkat
 tangan".

Rocky dianggap Henry Yoso menghina Presiden Joko Widodo, tapi laporan
polisi terkait itu tidak dindahkan. Apalagi, kata dia, di Provinsi
Lampung mayoritas adalah mendukung Jokowi-Maruf. Maka keluarlah
kata-kata 'Bacok'.

Ketua DPP PDIP Hendrawan Supratikno, enggan mengomentari pernyataan
bernada tendensius Henry Yoso tersebut.

Kekhawatiran Henry Yoso atas pernyataan Rocky, kata Hendrawan, yang
dianggap menghina Presiden hanya dia yang paham.

Ia seolah sangsi dan heran dengan pernyataan tersebut.

Karenanya, ia enggan berkomentar terlalu jauh.

"Ya ditanyakan kepada Pak Henry, mengapa sampai khawatir demikian,"
kata Hendrawan saat berbincang dengan Kantor Berita RMOLNetwork, di
Jakarta, Selasa (10/12).

Henry juga menegaskan bahwa pelaporan Rocky itu bukanlah kehendak
partai.

Melainkan, hal itu murni kehendak pribadi dari Henry Yoso.

"Semua (kader PDIP) meyakininya demikian," demikian Hendrawan, anggota
DPR RI.

Sementara, Ketua Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (MKGR) Lampung
Nizwar Affandi sebelumnya mengingatkan mantan anggota DPR dari Fraksi
PDIP Henry Yosodiningrat terkait khawatiran Rocky Gerung dibacok orang
Lampung.

"Pak Henry Yoso, orang Lampung bukan orang barbar yang gampang membacok
orang lain apalagi hanya untuk bela membela tokoh dalam urusan
politik," kata Nizwar Affandi kepada Kantor Berita RMOLNetwork, Senin
(9/12).

Nizwar menyayangkan omongan Henry Yoso tersebut.

"Sebagai putra daerah, apa iya Pak Henry nggak tahu karakter
genuine-nya orang Lampung? Orang Lampung selama berabad-abad sudah
memiliki mekanisme resolusi konflik yang elegan baik dalam skala massal
maupun individual," sesalnya. [dzk] 

3.:

Masyarakat Lampung Itu Beradab, Tak Mungkin Asal Bacok!

Politik RABU, 11 DESEMBER 2019 , 00:35:00 WIB | 
LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

RMOLBANTEN. Watak asli orang Lampung itu santun dan menjunjung tinggi
 adab dan budaya sebagaimana masyarakat di daerah lain pada umumnya.
 Karena itu, pernyataa politisi PDIP, Henry Yosodiningrat terlalu
 arogan.

Begitu kata Direktur Eksekutif Indonesia Poltical Review, Ujang
Komarudin saat berbincang dengan Kantor Berita RMOLNetwork di Jakarta,
Selasa (10/12).

Pernyataan tendesius mantan anggota DPR itu, menyebut ahli filsafat
dari Universitas Indonesia (UI) Rocky Gerung bisa dibacok orang Lampung
lantaran dianggap menghina presiden Joko Widodo.

"Pernyataan subjektif. Masyarakat Lampung tidak seperti itu," terang
Ujang.

"Masyarakat Lampung merupakan masyarakat beradab dan sangat rasional.
Tak akan melakukan bacok-membacok seenaknya," sambung.

Sebelumnya, Henry Yosodiningrat mengaku khawatir dengan sikap Rocky
Gerung yang dituding telah menghina Jokowi karena tidak paham Pancasila.

Henry mengklaim masyarakat Lampung mayoritas mendukung Jokowi-Maruf
pada Pilpres 2019, karena itu Rocky ia menyebut Rocky bisa membuat
orang Lampung marah. [dzk] 

-------------

Beginn der weitergeleiteten Nachricht:

Datum: Tue, 10 Dec 2019 20:29:52 +0100
Von: "'Lusi D.' [email protected] [nasional-list]"
<[email protected]> An: "ajeg [email protected]
[GELORA45]" <[email protected]> Cc:
[email protected], <[email protected]>, "Chalik
Hamid [email protected] [nasional-list]"
<[email protected]> Betreff: [nasional-list] Re: [GELORA45]
Henry Yoso: Saya Khawatir Rocky Gerung Dibacok Orang

Yang saya maksud petrus julukan untuk itu si tukang bunuh di tengah
jalanan pada jamannya orba Harto dulu loh. Hah kayaknya udah lupa nih.
Hehehe

> 
> Am Tue, 10 Dec 2019 04:20:45
> +0000 (UTC) schrieb ajeg:
> 
> > Boleh jadi politikus ini beragama. Tapi apa dia bertuhan?!
> > Omongan kejinya ini jelas mempertontonkan dia minimal lupa tuhan.
> > Lha hukum pidana saja dia buta, ternyata. -
> > 
> > Sindir Jokowi, Henry Yoso: Saya Khawatir Rocky Gerung Dibacok Orang
> > 
> > 
> > "Rakyat Lampung kecewa sedih pedih melihat Presidennya dicaci maki
> > dikatakan tidak paham Pancasila, tidak mengerti Pancasila hanya
> > hafal Pancasila," kata Henry Agung Sandy Lesmana | Yosea Arga
> > Pramudita Senin, 09 Desember 2019 | 16:23 WIB
> > 
> > Suara.com - Buntut pernyataan yang menyebut Presiden Joko Widodo
> > tidak mengerti Pancasila, akademisi Rocky Gerung dilaporkan ke
> > polisi. Laporan tersebut dibuat oleh politikus PDIP, Henry
> > Yosodiningrat di Bareskrim Polri, Senin (9/12/2019).
> > 
> > Henry beralasan laporan tersebut dibuat atas nama pribadinya dan
> > bukan mewakili kepentingan Jokowi. Sebagai putra daerah asal
> > Lampung, Henry mengaku tak terima atas pernyataan sang akademis cum
> > pengamat politik tersebut.
> > 
> > Alasannya, sekitar 60 persen masyarakat Lampung memilih Jokowi. Oleh
> > sebab itu, para pendukung Jokowi asal Lampung merasa marah atas
> > ucapan Rocky.
> > 
> > "Untuk kepentingan hukum dan kapasitas saya sebagai pribadi dan
> > bangsa Indonesia. Saya putra daerah Lampung, saya mantan anggota DPR
> > RI dari lampung. Lampung 60 persen orang pilih Jokowi. Rakyat
> > lampung kecewa sedih pedih melihat presidennya dicaci maki
> > dikatakan tidak paham Pancasila, tidak mengerti Pancasila hanya
> > hafal Pancasila," kata Henry di Bareskrim Polri.
> > 
> > Setelah menunggu selama kurang lebih empat setengah jam, Henry
> > pulang dengan tangan hampa. Laporannya ditolak oleh pihak penyidik
> > dengan alasan kurang persyaratan berupa surat kuasa.
> > 
> > "Saya keluar dari ruangan ini setelah menunggu selama 4,5 jam dengan
> > rasa kecewa terhadap Polri melalui SPKT karena tidak ada kepastian.
> > Awalnya mereka menanyakan mana kuasa dari Jokowi selaku pribadi
> > maupun selaku presiden," katanya.
> > 
> > Oleh sebab itu, Henry khawatir jika Rocky akan menjadi bulan-bulanan
> > masyarakat Lampung. Terlebih, Henry menuding Rocky akan bungah
> > lantaran laporan yang ia buat ditolak oleh polisi.
> > 
> > "Saya khawatir Rocky Gerung di bacok sama orang Lampung. Karena apa?
> > Dia pasti akan besar kepala dengan peristiwa ini, dia pasti akan
> > besar kepala. Dan dia akan mengulangi ini lagi akan menghina
> > Presiden. Kemarin dia bilang presiden tidak paham Pancasila, tidak
> > mengerti Pancasila hanya hafal Pancasila. Besok mau ngomong apa
> > lagi? Serahkan saja ke dia," kata Henry.
> > 
> > Sebelumnya, Rocky Gerung menyebut presiden tidak mengerti Pancasila.
> > Menurutnya, jika Presiden paham maka tidak akan melanggar sila-sila
> > di Pancasila.
> > 
> > Pernyataan ini disampaikannya saat hadir di acara ILC TV
> > One bertajuk "Maju Mundur Izin FPI" yang tayang pada Selasa
> > (3/12/2019) malam.
> > 
> > Rocky Gerung awalnya berbicara tentang ormas. Ia mengatakan bahwa
> > ada banyak logika yang kacau disampaikan ke publik terkait polemik
> > perpanjangan izin FPI ini.
> > 
> > "Kalau dia ormas, memang dia musti berbeda dengan pemerintah.. Kalau
> > ormas sama dengan pemerintah ya namanya orneg, organisasi negara,"
> > ucapnya.
> > 
> > Menurut Rocky, "kita enggak tahu sebetulnya apa dalil pertama
> > bernegara."
> > 
> > Ia juga menyebut dirinya tidak Pancasila-is, tapi tidak anti
> > Pancasila. Karena menurutnya, tidak masuk akal Pancasila dijadikan
> > ideologi negara.
> > 
> > "Negara itu barang abstrak, benda mati pula, yang berideologi itu
> > orang individu dengan keyakinan hidup. Jadi negara yang berideologi
> > itu dua kali ngaco. Saya terangkan ini dalam rangka pikiran, bukan
> > politik."
> > 
> 
>

    
 

Yang saya maksud petrus julukan untuk itu si tukang bunuh di tengah
jalanan pada jamannya orba Harto dulu loh. Hah kayaknya udah lupa nih.
Hehehe

>
> Am Tue, 10 Dec 2019 04:20:45
> +0000 (UTC) schrieb ajeg:
>
> > Boleh jadi politikus ini beragama. Tapi apa dia bertuhan?!
> > Omongan kejinya ini jelas mempertontonkan dia minimal lupa tuhan.
> > Lha hukum pidana saja dia buta, ternyata. -
> >
> > Sindir Jokowi, Henry Yoso: Saya Khawatir Rocky Gerung Dibacok Orang
> >
> >
> > "Rakyat Lampung kecewa sedih pedih melihat Presidennya dicaci maki
> > dikatakan tidak paham Pancasila, tidak mengerti Pancasila hanya
> > hafal Pancasila," kata Henry Agung Sandy Lesmana | Yosea Arga
> > Pramudita Senin, 09 Desember 2019 | 16:23 WIB
> >
> > Suara.com - Buntut pernyataan yang menyebut Presiden Joko Widodo
> > tidak mengerti Pancasila, akademisi Rocky Gerung dilaporkan ke
> > polisi. Laporan tersebut dibuat oleh politikus PDIP, Henry
> > Yosodiningrat di Bareskrim Polri, Senin (9/12/2019).
> >
> > Henry beralasan laporan tersebut dibuat atas nama pribadinya dan
> > bukan mewakili kepentingan Jokowi. Sebagai putra daerah asal
> > Lampung, Henry mengaku tak terima atas pernyataan sang akademis cum
> > pengamat politik tersebut.
> >
> > Alasannya, sekitar 60 persen masyarakat Lampung memilih Jokowi. Oleh
> > sebab itu, para pendukung Jokowi asal Lampung merasa marah atas
> > ucapan Rocky.
> >
> > "Untuk kepentingan hukum dan kapasitas saya sebagai pribadi dan
> > bangsa Indonesia. Saya putra daerah Lampung, saya mantan anggota DPR
> > RI dari lampung. Lampung 60 persen orang pilih Jokowi. Rakyat
> > lampung kecewa sedih pedih melihat presidennya dicaci maki
> > dikatakan tidak paham Pancasila, tidak mengerti Pancasila hanya
> > hafal Pancasila," kata Henry di Bareskrim Polri.
> >
> > Setelah menunggu selama kurang lebih empat setengah jam, Henry
> > pulang dengan tangan hampa. Laporannya ditolak oleh pihak penyidik
> > dengan alasan kurang persyaratan berupa surat kuasa.
> >
> > "Saya keluar dari ruangan ini setelah menunggu selama 4,5 jam dengan
> > rasa kecewa terhadap Polri melalui SPKT karena tidak ada kepastian.
> > Awalnya mereka menanyakan mana kuasa dari Jokowi selaku pribadi
> > maupun selaku presiden," katanya.
> >
> > Oleh sebab itu, Henry khawatir jika Rocky akan menjadi bulan-bulanan
> > masyarakat Lampung. Terlebih, Henry menuding Rocky akan bungah
> > lantaran laporan yang ia buat ditolak oleh polisi.
> >
> > "Saya khawatir Rocky Gerung di bacok sama orang Lampung. Karena apa?
> > Dia pasti akan besar kepala dengan peristiwa ini, dia pasti akan
> > besar kepala. Dan dia akan mengulangi ini lagi akan menghina
> > Presiden. Kemarin dia bilang presiden tidak paham Pancasila, tidak
> > mengerti Pancasila hanya hafal Pancasila. Besok mau ngomong apa
> > lagi? Serahkan saja ke dia," kata Henry.
> >
> > Sebelumnya, Rocky Gerung menyebut presiden tidak mengerti Pancasila.
> > Menurutnya, jika Presiden paham maka tidak akan melanggar sila-sila
> > di Pancasila.
> >
> > Pernyataan ini disampaikannya saat hadir di acara ILC TV
> > One bertajuk "Maju Mundur Izin FPI" yang tayang pada Selasa
> > (3/12/2019) malam.
> >
> > Rocky Gerung awalnya berbicara tentang ormas. Ia mengatakan bahwa
> > ada banyak logika yang kacau disampaikan ke publik terkait polemik
> > perpanjangan izin FPI ini.
> >
> > "Kalau dia ormas, memang dia musti berbeda dengan pemerintah... Kalau
> > ormas sama dengan pemerintah ya namanya orneg, organisasi negara,"
> > ucapnya.
> >
> > Menurut Rocky, "kita enggak tahu sebetulnya apa dalil pertama
> > bernegara."
> >
> > Ia juga menyebut dirinya tidak Pancasila-is, tapi tidak anti
> > Pancasila. Karena menurutnya, tidak masuk akal Pancasila dijadikan
> > ideologi negara.
> >
> > "Negara itu barang abstrak, benda mati pula, yang berideologi itu
> > orang individu dengan keyakinan hidup. Jadi negara yang berideologi
> > itu dua kali ngaco. Saya terangkan ini dalam rangka pikiran, bukan
> > politik."
> >
>
>
>
> #yiv7078187872 #yiv7078187872 -- #yiv7078187872ygrp-mkp {border:1px
> solid #d8d8d8;font-family:Arial;margin:10px 0;padding:0
> 10px;}#yiv7078187872 #yiv7078187872ygrp-mkp hr {border:1px solid
> #d8d8d8;}#yiv7078187872 #yiv7078187872ygrp-mkp #yiv7078187872hd
> {color:#628c2a;font-size:85%;font-weight:700;line-height:122%;margin:10px
> 0;}#yiv7078187872 #yiv7078187872ygrp-mkp #yiv7078187872ads
> {margin-bottom:10px;}#yiv7078187872
> #yiv7078187872ygrp-mkp .yiv7078187872ad {padding:0 0;}#yiv7078187872
> #yiv7078187872ygrp-mkp .yiv7078187872ad p {margin:0;}#yiv7078187872
> #yiv7078187872ygrp-mkp .yiv7078187872ad a
> {color:#0000ff;text-decoration:none;}#yiv7078187872
> #yiv7078187872ygrp-sponsor #yiv7078187872ygrp-lc
> {font-family:Arial;}#yiv7078187872 #yiv7078187872ygrp-sponsor
> #yiv7078187872ygrp-lc #yiv7078187872hd {margin:10px
> 0px;font-weight:700;font-size:78%;line-height:122%;}#yiv7078187872
> #yiv7078187872ygrp-sponsor #yiv7078187872ygrp-lc .yiv7078187872ad
> {margin-bottom:10px;padding:0 0;}#yiv7078187872 #yiv7078187872actions
> {font-family:Verdana;font-size:11px;padding:10px 0;}#yiv7078187872
> #yiv7078187872activity
> {background-color:#e0ecee;float:left;font-family:Verdana;font-size:10px;padding:10px;}#yiv7078187872
> #yiv7078187872activity span {font-weight:700;}#yiv7078187872
> #yiv7078187872activity span:first-child
> {text-transform:uppercase;}#yiv7078187872 #yiv7078187872activity span
> a {color:#5085b6;text-decoration:none;}#yiv7078187872
> #yiv7078187872activity span span {color:#ff7900;}#yiv7078187872
> #yiv7078187872activity span .yiv7078187872underline
> {text-decoration:underline;}#yiv7078187872 .yiv7078187872attach
> {clear:both;display:table;font-family:Arial;font-size:12px;padding:10px
> 0;width:400px;}#yiv7078187872 .yiv7078187872attach div a
> {text-decoration:none;}#yiv7078187872 .yiv7078187872attach img
> {border:none;padding-right:5px;}#yiv7078187872 .yiv7078187872attach
> label
> {display:block;margin-bottom:5px;}#yiv7078187872 .yiv7078187872attach
> label a {text-decoration:none;}#yiv7078187872 blockquote {margin:0 0
> 0 4px;}#yiv7078187872 .yiv7078187872bold
> {font-family:Arial;font-size:13px;font-weight:700;}#yiv7078187872 .yiv7078187872bold
> a {text-decoration:none;}#yiv7078187872 dd.yiv7078187872last p a
> {font-family:Verdana;font-weight:700;}#yiv7078187872
> dd.yiv7078187872last p span
> {margin-right:10px;font-family:Verdana;font-weight:700;}#yiv7078187872
> dd.yiv7078187872last p span.yiv7078187872yshortcuts
> {margin-right:0;}#yiv7078187872 div.yiv7078187872attach-table div div
> a {text-decoration:none;}#yiv7078187872 div.yiv7078187872attach-table
> {width:400px;}#yiv7078187872 div.yiv7078187872file-title a,
> #yiv7078187872 div.yiv7078187872file-title a:active, #yiv7078187872
> div.yiv7078187872file-title a:hover, #yiv7078187872
> div.yiv7078187872file-title a:visited
> {text-decoration:none;}#yiv7078187872 div.yiv7078187872photo-title a,
> #yiv7078187872 div.yiv7078187872photo-title a:active, #yiv7078187872
> div.yiv7078187872photo-title a:hover, #yiv7078187872
> div.yiv7078187872photo-title a:visited
> {text-decoration:none;}#yiv7078187872 div#yiv7078187872ygrp-mlmsg
> #yiv7078187872ygrp-msg p a span.yiv7078187872yshortcuts
> {font-family:Verdana;font-size:10px;font-weight:normal;}#yiv7078187872 .yiv7078187872green
> {color:#628c2a;}#yiv7078187872 .yiv7078187872MsoNormal {margin:0 0 0
> 0;}#yiv7078187872 o {font-size:0;}#yiv7078187872 #yiv7078187872photos
> div {float:left;width:72px;}#yiv7078187872 #yiv7078187872photos div
> div {border:1px solid
> #666666;min-height:62px;overflow:hidden;width:62px;}#yiv7078187872
> #yiv7078187872photos div label
> {color:#666666;font-size:10px;overflow:hidden;text-align:center;white-space:nowrap;width:64px;}#yiv7078187872
> #yiv7078187872reco-category {font-size:77%;}#yiv7078187872
> #yiv7078187872reco-desc
> {font-size:77%;}#yiv7078187872 .yiv7078187872replbq
> {margin:4px;}#yiv7078187872 #yiv7078187872ygrp-actbar div
> a:first-child {margin-right:2px;padding-right:5px;}#yiv7078187872
> #yiv7078187872ygrp-mlmsg {font-size:13px;font-family:Arial,
> helvetica, clean, sans-serif;}#yiv7078187872 #yiv7078187872ygrp-mlmsg
> table {font-size:inherit;font:100%;}#yiv7078187872
> #yiv7078187872ygrp-mlmsg select, #yiv7078187872 input, #yiv7078187872
> textarea {font:99% Arial, Helvetica, clean,
> sans-serif;}#yiv7078187872 #yiv7078187872ygrp-mlmsg pre,
> #yiv7078187872 code {font:115% monospace;}#yiv7078187872
> #yiv7078187872ygrp-mlmsg * {line-height:1.22em;}#yiv7078187872
> #yiv7078187872ygrp-mlmsg #yiv7078187872logo
> {padding-bottom:10px;}#yiv7078187872 #yiv7078187872ygrp-msg p a
> {font-family:Verdana;}#yiv7078187872 #yiv7078187872ygrp-msg
> p#yiv7078187872attach-count span
> {color:#1E66AE;font-weight:700;}#yiv7078187872
> #yiv7078187872ygrp-reco #yiv7078187872reco-head
> {color:#ff7900;font-weight:700;}#yiv7078187872
> #yiv7078187872ygrp-reco
> {margin-bottom:20px;padding:0px;}#yiv7078187872
> #yiv7078187872ygrp-sponsor #yiv7078187872ov li a
> {font-size:130%;text-decoration:none;}#yiv7078187872
> #yiv7078187872ygrp-sponsor #yiv7078187872ov li
> {font-size:77%;list-style-type:square;padding:6px 0;}#yiv7078187872
> #yiv7078187872ygrp-sponsor #yiv7078187872ov ul {margin:0;padding:0 0
> 0 8px;}#yiv7078187872 #yiv7078187872ygrp-text
> {font-family:Georgia;}#yiv7078187872 #yiv7078187872ygrp-text p
> {margin:0 0 1em 0;}#yiv7078187872 #yiv7078187872ygrp-text tt
> {font-size:120%;}#yiv7078187872 #yiv7078187872ygrp-vital ul
> li:last-child {border-right:none !important;}#yiv7078187872

Kirim email ke