Berikut artikel ttg kemajuan dan kesuksesan Wiranto.
Selamat mambaca.

Datum: Sun, 15 Dec 2019 11:47:20 +0100
Von: "'Lusi D.' [email protected] [nasional-list]"

Betreff: Suksesnya Wiranto

1.:

Contohlah Pak Wiranto Dalam Melipatgandakan Kekayaan

Oleh: Asyari Usman

Opini  MINGGU, 15 DESEMBER 2019 | 15:45 WIB

MAAF ya Pak Wiranto. Ini bukan usil. Cuma senang dan kagum. Bapak bisa
memperbanyak harta kekayaan dalam jumlah yang fantastis dalam waktu 10
tahun. 

Pada tahun 2009, ketika Pak Wir maju sebagai cawapres, harta yang
beliau laporkan “hanya” 81 miliar. Ketika beberapa hari lalu (13
Desember 2019) dilantik menjadi ketua Dewan Pertimbangan Presiden
(Wantimpres), total kekayaan yang dilaporkan Wiranto menjadi 542
miliar. 

Jadi, dalam waktu 10 tahun, kekayaan mantan Menkopolhukam itu
bertambah 461 miliar. 

Tentu ini luar biasa! Perlu dicontoh cara Pak Wir menggelembungkan
jumlah kekayaannya. Terutama perlu dicontoh oleh para pejabat yang
sedang memegang kekuasaan. Pastilah banyak yang ingin belajar kiat-kiat
beliau dalam mengelola kekayaan. 

Pertambahan yang begitu besar menunjukkan bahwa Wiranto sangat kreatif
mengembangkan kekayaan. Presiden, Menteri Keuangan, Menteri BUMN, dll,
perlu berkonsultasi kepada Pak Wiranto. Beliau ini membuktikan
kemampuan dalam meningkatkan kekayaan pribadinya. 

Bayangkan kalau cara Pak Wir itu diadopsi ke dalam kebijakan ekonomi
dan keuangan negara. Tak perlu lagi Indonesia berutang. Tidak akan
pernah defisit. Sebaliknya, kita akan melihat kekayaan Indonesia akan
bertambah fantastis. 

Para ahli keuangan, para dirut BUMN, belum tentu bisa menambah kekayaan
sebesar 570% dalam 10 tahun. Pak Wiranto sudah membuktikannya. Bukankah
itu artinya Pak Wir diam-diam sangat piawai dalam mengelola kekayaan?

Padahal, penggelembungan kekayaan beliau itu dilakukan di sela-sela
kesibukan beliau sebagai pejabat negara. Artinya, beliau tidak serius
mencari duit. Bayangkan kalau Pak Wir fokus dan serius hari-hari
memikirkan pengembangan kekayaan negara ini. Pasti tidak ada lagi
rakyat miskin. 

Kita bisa seperti Swiss atau Finlandia. Semuanya gratis. Perawatan
kesehatan gratis total. Tidak perlu bertengkar soal BPJS. Pendidikan
gratis sampai selesai perguruan tinggi. Pengangguran akan mendapat
tunjangan, bukan tendangan. Cuti melahirkan menjadi satu atau dua
tahun, tidak hanya tiga bulan. 

Sangat mengherankan mengapa pemerintah, Presiden, tidak menyerahkan
pengelolaan perekonomian dan keuangan kepada Pak Wiranto. Beliau ini
asli praktisi keduitan. Bukan sekadar berteori. Pak Rizal Ramli, Pak
Kwik Kian Gie, Faisal Basri, dlsb, cuma bisa memaparkan teori-teori
saja. Pak Wiranto tidak perlu teori. Beliau praktik langsung dalam
menumpuk kekayaan. 

Pak Wir tak perlu teori mikro dan makro ekonomi. Tak perlu “prudence of
investment analysis”. Juga tak perlu “new strategy in new business
environment”. Pokoknya, tidak perlu analisis atau identifikasi
lingkungan bisnis. 

Jadi, tunggu apalagi? Pak Wiranto telah membuktikan kapabilitas dan
kapasitasnya dalam mengelola kekayaan. Dari 81 miliar menjadi 542
miliar dalam 10 tahun. 

Saya yakin selama ini Presiden menempatkan orang yang bukan ahli di
bidang ekonomi dan keuangan di posisi-posisi kunci. 

Tapi, insyaAllah belum terlambat. Sebagai ketua Wantimpres 2019-2014,
ini kesempatan Pak Jokowi dan para menteri Ekuin untuk menimba ilmu
dari Pak Wiranto. Lima tahun ke depan tentu cukup panjang waktu untuk
belajar. Tentang cara menggelembungkan kekayaan versi Wiranto. Nanti
bisa kita sebut “Wirantonomic” atau “Wirofulusology”. 

Sebagai ilustrasi saja, Pak Wiranto itu punya 56 aset berbentuk tanah
dan bangunan. Saya kutipkan 10 aset yang nilainya di atas 10 miliar.
Ada enam kapling di Jakarta Timur, yaitu (1)tanah dan bangunan 5,720
meter senilai 19.3 M; (2)tanah dan bangunan 3,135 meter seharga 10.6 M;
(3)tanah dan bangunan 4,771 meter seharga 16.1 M; (4)tanah dan bangunan
3,280 meter senilai 11 M; (5)tanah dan bangunan 5,493 meter senilai
30.2 M; (6)tanah dan bangunan 470 meter seharga 11.7 M. Ada tiga
kapling di Jakarta Pusat, yaitu (1)tanah dan bangunan 600 meter seharga
14.1 M; (2)tanah dan bangunan 850 meter seharga 20 M; (3)tanah dan
bangunan 830 meter senilai 19.5 M. Kemudian ada satu kapling di Jakarta
Selatan seluas 470 meter seharga 23.5 M. (Sumber: JawaPos edisi 13
Desember 2019 dan MoneySmart, 23 Mei 2019). 


Ada satu hal yang patut diacungi jempol. Pak Wiranto mengelola
kekayaannya dengan cara menyebar berbagai bentuk investasi. Tanah dan
bangunan adalah mayoritas kekayaan beliau. Nilai totalnya, termasuk 10
kapling yang diuraikan di atas, adalah 276.8 miliar. Tetapi, ada juga
surat berharga 15.6 miliar. Beliau memiliki kas atau setara kas sebesar
114.3 miliar. Di tahun 2009, Pak Wir sempat punya dolar sebanyak USD378
ribu. 

Hebat  sekali Pak Wir. Sangat piawai. Dan prudent. Jadi, contohlah Pak
Wiranto dalam hal melipatgandakan kekayaan. Negara bakal kaya, penduduk
bakal makmur.



2.:

Politikus Hanura: Wiranto Sosok Haus Kekuasaan

@geloranews @geloranew, 16 Desember 2019


GELORA.CO - Partai Hanura pimpinan Oesman Sapta Odang mengkritisi
pemberian posisi Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) kepada
pendiri partai, Wiranto. Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Hanura
Benny Rhamdani menyebut Wiranto memiliki split personality.

"Pak Wiranto itu pensiunan jenderal yang memiliki split personality.
Misalnya di satu sisi dia selalu mengklaim dirinya dewan pembina
partai. Tapi di sisi lain dia menerima jabatan sebagai Ketua Wantimpres
yang UU terkait Wantimpres itu dilarang keras merangkap jabatan sebagai
pimpinan partai politik," kata dia.

Menurut Benny, jika selama ini Wiranto mengaku-ngaku sebagai dewan
pembina Partai Hanura, maka seharusnya dia berkomunikasi terlebih
dahulu dengan partai. Namun, hal itu tidak pernah dilakukan Wiranto.

"Artinya kalau benar beliau merasa sebagai dewan pembina, mengajukan
pengunduran diri dong ke partai, baru beliau menerima jabatan
Wantimpres. Misalnya kan," ujar Benny.

Benny mengutip pernyataan kader Hanura lain yaitu Inas Nasrullah bahwa
Wiranto juga sosok yang haus kekuasaan. Dia mencontohkan isu bahwa
Wiranto dulu pernah menukar dua posisi menteri kader Hanura agar
dirinya bisa menjadi Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan.

"Pak Saleh Husin dan Pak Yuddy Chrisnandi ya, Menpan RB dengan Menteri
Perindustrian. Pak Inas sudah menyampaikan sebenarnya bagaimana Pak
Wiranto itu sosok yang memang haus kekuasaan, hanya untuk kepentingan
dirinya dia berani mengorbankan misalnya dua jabatan menteri," katanya.

Sebelumnya, Wiranto telah resmi dilantik sebagai Ketua Wantimpres
periode 2019-2024. Serah terima jabatan Wantimpres dilakukan pada Senin
pagi, 16 Desember 2019, ini. []



 

Berikut artikel ttg kemajuan dan kesuksesan Wiranto.
Selamat mambaca.

https://www.google.com/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=71&ved=2ahUKEwizhfz5sbfmAhUFC-wKHR2_AiU4RhAWMAB6BAgEEAE&url="">

Kirim email ke