HAHAHAHAHAHAHAHA

https://www.harianterbit.com/nasional/read/114263/Impor-Migas-dan-Baja-Marak-Jokowi-Kesal-Dinilai-Lucu-dan-Menggelikan


*Impor Migas dan Baja Marak, Jokowi Kesal Dinilai Lucu dan Menggelikan*

Senin, 16 Desember 2019 - 11:20 WIB


*Jakarta, HanTer* - Presiden Joko Widodo kembali melontarkan pernyataan
aneh dan menggelikan publik saat menyampaikan kekesalannya atas impor
minyak dan gas bumi (migas), yang kemudian ditambahkan kali ini dengan
impor baja.

Demikian disampaikan ekonom konstitusi Defiyan Cori dan pemerhati politik M
Rizal Fadilah kepada Harian Terbit, Minggu (15/12/2019).

“Anehnya adalah bahwa permasalahan yang dikemukakannya itu merupakan
tanggungjawab Presiden sebagai Kepala Pemerintahan dan para menteri terkait
yang harus menyelesaikannya serta mencari terobosan (breakthrough) sebagai
jalan keluar mengurangi impor,” kata Defiyan.

Menurutnya, masalah defisit migas karena besarnya impor migas dan
membanjirnya produk baja impor itu berarti mengingatkan tugas dan
tanggungjawab Presiden sendiri. Jika para menteri yang dimaksud tak
melakukan kebijakan subtitusi impor dengan menekan impor migas hingga
barang industri dasar seperti baja yang masih banyak diimpor semestinya itu
tidak dilakukan saat menjabat di periode 2014-2019.

Hal ini berarti kesalahan Presiden memilih dan menempatkan menteri yang tak
cakap. “Faktanya menempatkan menteri yang tak punya kapasitas dan
kompetensi itu kembali dilakukan pada periode 2019-2024. Gejala kekisruhan
kabinet telah tampak ketika Menteri Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar
Panjaitan pada tanggal 10 Desember 2019 menyampaikan bahwa Pertamina sumber
kekacauan.

Pertanyaannya, kata Defiyan, adalah, mengapa hal itu kembali dilakukan dan
juga hanya menyampaikan keluhan dan kekesalan yang sama, padahal para
menterinya adalah pilihan dan pembantu Presiden sendiri, Presiden punya hak
prerogatif untuk mencopotnya.

Defiyan menyatakan keprihatinan mendalam atas tata kelola keuangan dan
industri negara yang semakin memburuk, jauh dari wujud kemandirian ekonomi,
profesionalisme maupun disiplin anggaran terhadap seseorang yang memiliki
otoritas di bidang tersebut serta telah memperoleh predikat salah seorang
Menteri Keuangan terbaik di dunia oleh berbagai lembaga internasional.

*Lucu*

Sementara itu, pengamat politik M Rizal Fadillah menilai kekesalan Jokowi
tersebut sangat lucu. “Kesal Jokowi sebenarnya kembali kesal pada dirinya
sendiri yang gara gara kebijakannya menyebabkan impor menjadi tinggi.
Publik melihat hanya retorika politik saja jika kini pidato Presiden diisi
dengan teriakan "stop impor!". Apalagi dengan nada dan ekspresi kesal. Lucu
memang,” kata Rizal.

Menurutnya, emimpin seharusnya jujur dan tidak berpura pura. Atau memang
memandang segalanya "bukan urusan saya"?

Rizal mengemukakan, kekesalan Jokowi itu seperti main-main karena impor itu
bukan dengan sendirinya datang tapi akibat kebijakan pemerintah juga. “Jika
kran ditutup pasti impor tak ada atau sekurang kurangnya mengecil,” kata
Rizal dalam keterangannya yang diterima Harian Terbit, Minggu (15/12/2019).

Sebagai contoh, kata Rizal, banjirnya impor baja sebab utamanya adalah
"peraturan". Menurut catatan  Asosiasi Besi Baja Indonesia (IISIA) justru
Permendag 110 tahun 2018 tentang ketentuan impor besi baja, baja paduan,
dan produk turunannya yang  menghapuskan pertimbangan teknis sebelum impor
baja adalah penyebab. Akibatnya impor sangat mudah dan tidak ada sistem
kontrol izin impor.

Begitu juga pengalihan pos tarif baja karbon (HS Code) menjadi paduan. Baja
paduan impor dari Cina justru sangat murah karena mendapat keunggulan tax
rebate atau insentif. Negara pemasok khususnya Cina terhindar dari bea
masuk anti dumping 20 %. Akibatnya baja membanjiri negeri ini.

Impor migas meningkat terus sehingga defisit neraca perdagangan sektor
migas di Januari-Mei 2019 mencapai 3,74 Milyar US Dollar. Menteri ESDM
Ignatius Jonan dan Menteri BUMN waktu itu Rini Soemarni disemprot Presiden
Jokowi kesal.

Presiden Joko Widodo tampak kesal dengan banyaknya impor migas, juga
jengkel dengan maraknya baja impor.  Jokowi kembali mengingatkan kepada
para menteri untuk melakukan kebijakan subtitusi impor dengan menekan impor
migas hingga barang industri dasar seperti baja yang masih banyak diimpor.

"Tolong jadi catatan BKPM (Bahlil Lahadalia), jadi catatan Pak Menko
Maritim dan Investasi (Luhut Binsar Pandjaitan)!" seru Jokowi.

Sebelum menyentil banjir baja impor, Jokowi juga menyinggung soal impor
migas yang nilainya lebih besar. Saat itu Jokowi terlihat kesal
menyampaikannya.

*#IMPOR* <https://www.harianterbit.com/readtag/Impor>   *#MIGAS*
<https://www.harianterbit.com/readtag/migas>   *#BAJA*
<https://www.harianterbit.com/readtag/baja>   *#PRESIDEN*
<https://www.harianterbit.com/readtag/presiden>   *#JOKOWI*
<https://www.harianterbit.com/readtag/jokowi>

   -



   *WHATSAPP*



   *FACEBOOK*
   
<https://www.facebook.com/sharer/sharer.php?u=https://www.harianterbit..com/nasional/read/114263/Impor-Migas-dan-Baja-Marak-Jokowi-Kesal-Dinilai-Lucu-dan-Menggelikan>



   *TWITTER*
   
<https://twitter.com/intent/tweet?text=Impor%20Migas%20dan%20Baja%20Marak,%20Jokowi%20Kesal%20Dinilai%20Lucu%20dan%20Menggelikan%20https://www.harianterbit.com/nasional/read/114263/Impor-Migas-dan-Baja-Marak-Jokowi-Kesal-Dinilai-Lucu-dan-Menggelikan%20%20&hashtags=Impor,migas,baja,presiden,jokowi>



   *GOOGLE+*
   
<https://plus.google.com/share?url=https://www.harianterbit.com/nasional/read/114263/Impor-Migas-dan-Baja-Marak-Jokowi-Kesal-Dinilai-Lucu-dan-Menggelikan>


------------------------------


------------------------------

   -

      
<https://www.harianterbit.com/nasional/read/114263/Impor-Migas-dan-Baja-Marak-Jokowi-Kesal-Dinilai-Lucu-dan-Menggelikan>
   ------------------------------

Kirim email ke