Terduga Teroris yang Ditangkap di Jayapura Punya Hubungan dengan Jafar
Umar Talib
------------------------------------------------------------------------
....
<https://sp.beritasatu.com/nasional/terduga-teroris-yang-ditangkap-di-jayapura-punya-hubungan-dengan-jafar-umar-talib/591205/#>
Suara Pembaruan
Rabu, 18 Desember 2019 - 08:08
<https://sp.beritasatu.com/nasional/terduga-teroris-yang-ditangkap-di-jayapura-punya-hubungan-dengan-jafar-umar-talib/591205/#>
....
Ilustrasi terduga teroris.
*Jayapura, Beritasatu.com*- Kurang lebih sepekan menjalani pemeriksaan
di markas Brimob Polda Papua, tujuh tersangka terduga teroris jaringan
Medan dan Lampung yang ditangkap di Sentani, Kabupaten Jayapura,
akhirnya dikirim ke Jakarta untuk penyelidikan lebih lanjut.
“Ketujuh orang terduga teroris yang ditangkap sudah diterbangkan ke
Jakarta sejak Selasa sore, dan laporan yang kami terima bahwa mereka
sudah tiba di jakarta dengan baik,” kata Kapolda Papua Irjen Pol Paulus
Waterpauw kepada wartawan di Jayapura, Selasa (17/12/2019).
Kapolda Papua menyebutkan, ketujuh terduga teroris itu merupakan
kelompok teroris yang lari dari Medan dan Lampung dan berada di
Jayapura, Papua untuk berlatih.
“Mereka ini adalah kelompok yang lari dari Medan dan Lampung. Mereka di
sini untuk melakukan latihan sebelum kembali beraksi di tempat lain,”
terang Kapolda.
Bahkan, kata Kapolda, ketujuh terduga teroris ini memilki hubungan
dengan kelompok Jafar Umar Talib (JUT) yang berada di Kabupaten Keerom,
Papua.
“Dari mereka ini ada yang memiliki hubungan dengan kelompok Jafar Umar
Talib, sehingga ini yang kita waspadai jangan sampai ada yang melindungi
mereka,” ujarnya.
Kapolda Papua menegaskan bahwa penangkapan terhadap ketujuh terduga
teroris tersebut sudah sesuai dengan aturan. “Prinsipnya penangkapan
terhadap ketujuh terduga teroris ini sudah sesuai dengan prosedur,
mereka ditangkap karena ada bukti-bukti kuat yang ditemukan oleh
kepolisian. Jadi kita tidak sembarang menangkap orang,” tegasnya.
Kapolda mengimbau masyarakat daerah ini agar selalu waspada jika melihat
gerak gerik orang yang mencurigakan di lingkungan tempat tinggalnya
segera melaporkan ke petugas.
“Kalau ada orang baru yang datang dan tinggal di kompleks dengan
gerak-gerik mencurigakan, jarang berkomunikasi dengan tetangga, menutup
diri dan lain sebagainya maka segera dilaporkan ke aparat kepolisian,”
kata Kapolda Papua
Sumber : Suara Pembaruan