*https://suarapapua.com/2019/12/19/tpnpb-nyatakan-bertanggungjawab-atas-penembakan-di-intan-jaya/
<https://suarapapua.com/2019/12/19/tpnpb-nyatakan-bertanggungjawab-atas-penembakan-di-intan-jaya/>
*


*TPNPB Nyatakan Bertanggungjawab Atas Penembakan di Intan Jaya*

*Penulis * *Arnold Belau* <https://suarapapua.com/author/arnold-belau/>

19 Des 2019, 7:39 WP



*
<https://i1.wp.com/suarapapua.com/wp-content/uploads/2019/12/images-4.jpg?fit=711%2C431&ssl=1>*Mayor
Jenderal Lekagak Telenggen, Komandan Operasi TPNPB dan Panglima TPNPB,
Jenderal Goliath Tabuni. (IST - SP)

*JAYAPURA, SUARAPAPUA.com— Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB)
melalui juru bicara, Sebby Sambol menyatakan TPNPB-OPM bertanggungjawab
atas penembakan dan baku tembak yang terjadi di Kulapa, Hitadipa, dan
Bulapa, Yoparu, Sugapa pada 17 Desember kemarin.*

TPNPB mengklaim bahwa telah menembak mati delapan anggota TNI dan Polri
dalam baku tembak yang terjadi dua hari lalu. Pimpinan TPNPB-OPM Panglima
Tinggi Jen. Goliath Tabuni dan Komandan Operasi Umum TPNPB-OPM Mayjen
Lekagak Telenggen mengatakan bertanggungjawab atas peristiwa Penembakan
terhadap 8 Anggota TNI di Kabupaten Intan Jaya.

Dalam siaran persnya, Kamis (19/12/2019), Sebby mengklaim telah menerima
laporan resmi dalam bentuk rekaman suara audio dari Mayor Jenderal Lekagak
Telenggen yang menjelaskan  semua kejadian di Intan Jaya.

Sebby mengatakan, TPNPB-OPM lakukan penembakan karena TNI/POLRI lakukan
penembakan membabi buta di perkampungan masyarakat  dan mengakibatkan
masyarakat mengungsi ke tempat aman di Intan Jaya.

*Baca Juga: **Masyarakat Bulapa, Iguwagi Tapa dan Kulapa Intan Jaya
Mengungsi
<https://suarapapua.com/2019/12/19/masyarakat-bulapa-iguwagi-tapa-dan-kulapa-intan-jaya-mengungsi/>*

Dalam laporan yang diterima Sebby, dijelaskan, hari sabtu pada tanggal 14
Desember 2019 tepat pukul 9:32 TNI/POLRI drop pasukan tempur ke salah satu
titik yaitu kampung Beoga menggunakan 4 helikopter.

Pada hari yang sama aparat lakukan droping pasukan  tempur ke Intan Jaya
mengunakan 7 Helikopter dan 3 tiga pesawat penumpang. Setelah didrop,
pasukan TNI/Polri langsung  diarahkan ke Bulapa.

Pada 15 Desember aparat kembali di drop ke Beoga menggunakan helikopter
sebanyak  10 kali dan ke Intan Jaya sebanyak enam kali dari Nabire.
Pendropan ke Intan Jaya dilakukan lewat Nabire dan Timika dalam jumlah
besar dan banyak.

*Baca Juga: **Tokoh Masyarakat: Aparat Tidak Pernah Bikin Baksos di Kulapa
<https://suarapapua.com/2019/12/19/tokoh-masyarakat-aparat-tidak-pernah-bikin-baksos-di-kulapa/>*

Pada 16 Desember pukul 09:23 WP, TNI POLRI lakukan pendropan pasukan tempur
di beberapa titik di kabupaten Intan Jaya yaitu, titik pertama di Ibu Kota
Kabupaten Intan Jaya dan titik kedua di kampung Beoga dan titik ke tiga di
kampung Bulapa.

Dijelaskan, pada saat pendropan TNI/Polri dari hari Sabtu sampai dengan
hari minggu, Pasukan TPNPB-OPM yaitu beberapa KODAP yang ada di Kabupaten
Intan Jaya siapkan pasukan  dengan tujuan untuk lakukan perlawanan namun
tidak ada baku tembak baik dari pihak militer Indonesia dan TPNPB.

Sebby mengatakan, penembakan balasan kepada TNI dan Polri di Intan Jaya
adalah perintah dari Jend. Goliath Tabuni  kepada Mayjen Lekagak Telenggen,
Komandan Operasi Umum TPNPB-OPM dengan tujuan lakukan serangan balik.

*Baca Juga: **Dua Anggota TNI Tewas dalam Baku Tembak di Intan Jaya
<https://suarapapua.com/2019/12/18/dua-anggota-tni-tewas-dalam-baku-tembak-di-intan-jaya/>*

Saat itu juga Komandan Operasi Umum Mayjen Lekagak Telenggen perintahkan
beberapa KODAP yang sudah ada di Kabupaten Intan Jaya, yaitu KODAP Sinak,
KODAP Yambi, KODAP Ilaga dan tuan rumah KODAP Kemabu Intan Jaya, lakukan
serangan balik ke TNI dan Polri.

TPNPB mengklaim, dalam baku tembak tersebut telah menewaskan  delapan
anggota Militer dan Polisi Indonesia. Dan dua diantara delapan anggota
Militer Indonesia yang gugur dalam pertempuran itu adalah penembak jitu.

Evakuasi Mayat telah dilakukan pada hari Selasa tanggal 18 Desember 2019
2019, mengunakan (3) helikopter milik TNI.

Dan selanjutnya TNI/Polri kembali melakukan evakuasi (2) mayat, namun
Pasukan TPNPB-OPM lakukan penembakan terhadap (3) helikopter dan pada
akhirnya kena bodi helikopter. Dan dua mayat militer Indonesia diklaim
masih ada di tangan TPNPB.

*TPNPB Siap Hadapi TNI/Polri*

TPNPB melalui rilisnya yang dikeluarkan Sebby juga menegaskan, TNPNPB siap
menghadapi TNI dan Polri kapan pun dan di mana saja, baik siang hari atau
pun pada malam hari sampai dengan Papua Merdeka.

“Kalau  Papua belum merdeka, kami TPNPB-OPM tidak akan berhenti Perang,
namun perang terus sampai Papua merdeka penuh dari tangan Pemerintah
Kolonial Republik Indonesia,” tegas TPNPB.

TPNPB menegaskan bulan Desember adalah bulan yang istimewa bagi umat
Kristiani di seluruh lapisan muka bumi ini.

“Kami dari TPNPB-OPM Komando Nasional bersama rakyat di Kabupaten Intan
Jaya, Kabupaten Nduga, Kabupaten Lani Jaya dan seluruh Papua sedang
persiapan menyambut kedatangan Yesus Kristus adalah sang Juru selamat umat
manusia di muka bumi ini. Maka preside, petinggi militer, gubernur papua
dan papua barat segera hentikan militer ke Papua,” tegas TPNPB.

TPNPBN mengungkapkan, pada 19 Desember (hari ini) masih sedang baku tembak
di Ugimba, Intan Jaya. Untuk itu TPNPB meminta  pantauan dari semua pihak:
Semua Pimpinan Gereja di seluruh Dunia, Semua LSM HAM di seluruh Dunia,
PBB dan  semua Pimpinan Gereja di papua.

*Pewarta: Arnold Belau*

Kirim email ke