EDUKASI KEUANGAN
Siasat Beli Rumah Buat Milenial Bergaji Rp5 juta per Bulan
*ara*, CNN Indonesia | Sabtu, 21/12/2019 09:25 WIB
Bagikan :
Siasat Beli Rumah Buat Milenial Bergaji Rp5 juta per BulanGenerasi
milenial bergaji Rp5 juta per bulan perlu komitmen dan realistis dalam
memilih rumah impian. (ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra).
Jakarta, CNN Indonesia -- Memiliki *rumah
<https://www.cnnindonesia.com/tag/rumah>*pribadi kerap menjadi impian
banyak orang. Namun, membeli rumah kini dapat menjadi tantangan besar
bagi generasi*milenial <https://www.cnnindonesia.com/tag/milenial>*.
Terutama, bagi mereka yang memiliki gaji pas-pasan Rp5 juta per bulan.
Pasalnya, harga rumah kian melejit seiring berjalannya waktu, apalagi
yang terletak di kawasan perkotaan.
Berdasarkan penelusuran/CNNIndonesia.com/, rumah di ibu kota dengan
ukuran kecil tipe 21 harganya bisa mencapai Rp200 juta-an. Sementara
untuk tipe yang lebih besar, harga dapat meroket hingga belasan miliar
rupiah.
Walaupun mayoritas rumah saat ini dapat dicicil, masyarakat kerap
kesulitan membayar uang muka (/down payment// DP). Tak ayal, banyak
masyarakat yang lebih memilih untuk menyewa apartemen ataupun mengontrak
rumah dengan biaya pengeluaran yang jauh lebih kecil dibandingkan
langsung membeli atau menyicil sebuah rumah pribadi.
Lihat juga:
Cerdas Kelola Bonus Akhir Tahun, Tutup Utang hingga Investasi
<https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20191214115650-78-456954/cerdas-kelola-bonus-akhir-tahun-tutup-utang-hingga-investasi/>
Menurut Perencana keuangan Mitra Rencana Edukasi (MRE) Andi Nugroho,
sebetulnya generasi milenial yang gajinya pas-pasan dapat membeli rumah
pribadi.
Namun, milenial harus memiliki komitmen dan pemikiran yang 'realistis'
dalam memilih sebuah rumah yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan.
Terutama, dalam hal memenuhi nilai DP atau cicilan rumah yang diinginkan.
"Harus disadari dulu, pastinya akan sulit, apalagi yang memilih tinggal
atau kerjanya di daerah Jakarta yang pilihannya sedikit," kata Andi saat
diwawancarai/CNNIndonesia.com/, Kamis (19/12).
Apabila kemampuan pembayaran cicilan kecil, generasi milenial harus
cermat dalam memilih rumah. Menurut Andi, masyarakat harus memilih rumah
dengan cicilan paling besar sebanyak 20 persen dari gaji yang dimiliki.
Lihat juga:
Trik Agar Utang Tak Bikin Kantong Bolong
<https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20191206185354-83-454890/trik-agar-utang-tak-bikin-kantong-bolong/>
"Artinya, yang kita perlu perhatikan, dengan gaji misal Rp5 juta, kita
harus anggarkan untuk cicilannya dulu itu paling besar Rp1 juta./Nah/,
harus cari rumah yang cicilan per bulannya segitu," jelasnya.
Apabila berada dalam posisi tersebut, Andi pun merekomendasikan
masyarakat untuk lebih memilih kawasan-kawasan yang berada di pinggiran
ataupun luar Jakarta seperti Depok atau Bogor yang notabene memiliki
harga rumah lebih murah ketimbang di Jakarta.
Untuk menyiasati biaya transportasi ke Jakarta, masyarakat dapat memilih
rumah-rumah yang berada di kawasan transportasi umum yang mudah diakses
seperti stasiun kereta.
"Lokasi itu akan memudahkan mereka. Walaupun jauh dari Jakarta, tapi
mereka untuk/ngantor/itu masih dibilang enggak terlalu ribet karena
dekat dengan stasiun kereta api. Lebih hemat dan lebih cepat juga,"
jelasnya.
Siasat Beli Rumah Buat Milenial Bergaji Rp5 juta per BulanSuasana di
pameran properti. (CNN Indonesia/ Adhi Wicaksono).
Sementara untuk menyiasati DP yang cukup besar, Andi merekomendasikan
masyarakat agar mencari rumah dengan DP 0 persen yang sudah cukup
menjamur di beberapa daerah.
"Untuk DP, apabila belum dapat menyanggupi, bisa mencari yang DP-nya 0
persen, memang akan membutuhkan effort lebih. Namun, kriterianya memang
seperti itu, dengan kondisi seperti sekarang," tuturnya.
*Siasat Himpun Dana*
Sementara itu, Perencana Keuangan Aidil Akbar Madjid menilai menabung
dapat menjadi salah satu solusi bagi para pencari rumah untuk menyiasati
harga DP rumah tersebut.
"Sebetulnya bisa saja menabung, jadi sekitar 20 atau 30 persen setiap
bulan dari gaji ditabung, tapi ini butuh kedisiplinan yang tinggi, dan
perhitungan yang matang," kata Aidil.
Lihat juga:
Cara Ampuh Mengeluarkan Diri dari Jeratan Utang
<https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20191129175126-83-452764/cara-ampuh-mengeluarkan-diri-dari-jeratan-utang/>
Kendati demikian, Aidil mengingatkan menabung memiliki risiko
tersendiri. Sebab, bersamaan dengan waktu menabung, rumah-rumah di
pinggiran juga berpotensi akan semakin langka dengan banyaknya
masyarakat yang mulai mencari rumah.
"Bisa/race against time/(berpacu melawan waktu) juga, maka dari itu
harus dipikirkan secara matang, enggak boleh terlalu lama juga untuk
menabung," imbuhnya.
Untuk menanggulangi masalah tersebut, Aidil menyebut masyarakat dapat
memilih alternatif lain, yakni dengan melakukan investasi.
"Investasi ditambah menabung itu lebih positif, walaupun harus lebih
membutuhkan strategi dan pemikiran. Masyarakat dengan pendapatan minim
bisa memulai investasi bersifat short term seperti emas yang memiliki
risiko yang rendah," ujar Aidil.
Lihat juga:
Jangan Cuma Andalkan Kartu Prakerja, Siapkan Dana Hadapi PHK
<https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20191123113311-83-450829/jangan-cuma-andalkan-kartu-prakerja-siapkan-dana-hadapi-phk/>
Emas sendiri, menurut Aidil, merupakan instrumen investasi yang memiliki
risiko rendah, lebih mudah dilikuidasi dan ditabung.
Hal itu membuat emas menjadi pilihan cocok bagi masyarakat yang memiliki
pendapatan yang minim. Di sisi lain, investasi emas memiliki kelemahan
karena nilainya yang fluktuatif dan bergantung komoditi pasar.
Selain emas, lanjut Aidil, masyarakat dapat mencoba untuk berinvestasi
melalui saham ataupun reksadana. Walaupun risikonya lebih tinggi
dibandingkan investasi emas, masyarakat dapat mendapatkan timbal balik
yang juga tinggi.
"Bermain saham atau reksadana juga bisa dilakukan walaupun/high
risk/tapi juga dapat/high return/, dan butuh pemahaman tentunya," jelasnya.
*(sfr)*