*Fretilin juga disebut bandit, separatis pengacau etc. Kemudian apa yang
terjadi?*

https://republika.co.id/berita/q2ysb1377/hendropriyono-opm-adalah-pemberontak-teroris-internasional

*Hendropriyono: OPM adalah Pemberontak, Teroris Internasional*

*Senin 23 Dec 2019 19:06 WIB*

*Hendropriyono menilai OPM tak pantas disebut sebagai KKB, tapi
pemberontak. *









*REPUBLIKA.CO.ID <http://REPUBLIKA.CO.ID>, JAKARTA -- Mantan kepala Badan
Intelijen Negara (BIN) Jenderal TNI (Purnawirawan) A.M. Hendropriyono
menyatakan, Organisasi Papua Merdeka (OPM) merupakan pemberontak, bukan
kelompok kriminal bersenjata (KKB). Karena itu penyebutan OPM sebagai KKB
adalah keliru."Kita masih saja menganggap mereka KKB, kelompok kriminal
bersenjata, bukan. Mereka ini adalah pemberontak. Masalah ini bukan
kriminal saja. Kalau kita terus berpegang di situ, kenapa kita majukan
tentara?" kata Hendropriyono di Jakarta, Senin.Menurut dia, OPM merupakan
pemberontak yang harus masuk dalam daftar teroris internasional. Karena OPM
telah membunuh rakyat yang tak mengerti apa-apa. "Itu sudah salah. Mereka
bunuh tentara, polisi, rakyat juga dibunuh. Hal ini bisa sangat sulit
dipecahkan," kata Hendropriyono menegaskan.Hendropriyono menuturkan bahwa
status OPM sebagai KKB seharusnya sudah berganti karena pemerintah telah
mengerahkan TNI untuk menumpas OPM.Jika memandang OPM sebagai kriminal
biasa, menurut dia, pemerintah cukup mengerahkan personel kepolisian. *









*Hendropriyono pula menyinggung provokasi oleh media televisi milik
pemerintah Australia, yakni ABC. Ia melihat ABC kerap memutar siaran
mengenai situasi keamanan di Papua.Tindakan yang dilakukan oleh ABC itu,
menurut Hendropriyono, untuk menggiring opini masyarakat Papua agar
mendukung langkah yang dilakukan oleh OPM. "Kita tidak boleh lalai," ujar
Hendropriyono.Oleh karena itu, dia mengingatkan agar semua pihak menyadari
bahwa pentingnya menjaga keutuhan Papua dari Indonesia."Saya harapkan bisa
menyadari ini, seluruh komponen rakyat Indonesia. Kita tidak hanya bisa
bersandar pada pemerintah eksekutif dan legislatif. Saya harapkan jajaran
pemerintah, polhukam, pertahanan, semuanya kita ikut berpatisipasi
permasalahan ini. Jangan tenang-tenang saja," ujarnya.*

Kirim email ke