Yang terbaik ialah kementrian agama dibubarkan, karena tidak menjamin umat
masuk surga dan lagi para menteri agama, hanya sarang penyamun, para
menterinya terkait kasus korupsi contohnya : Said Agil Al Husni Munawar,
Suryadharma Ali, Lukman Hakim Saifuddin. Kalau untuk pergi naik haji dan
umroh , tak perlu ada kementrian sarang penyamun yang hanya bertugas
mengirim para jemaah haji dan umroh, sebab sekarang bisa meminta visa ke
Arab Saudi via internet asal punya Kartu Visa etc untuk bayar untuk ongkos
hidup disana etc. Kalau pergi tanpa kemenag , bisa melihat keindahan alam
tanah suci.


https://www.eramuslim.com/berita/nasional/dukung-menag-pgri-usul-materi-khilafah-di-buku-agama-islam-diganti-cinta-nkri.htm



Selasa, 25 Rabiul Akhir 1441 H / 24 Desember 2019



*Dukung Menag, PGRI Usul Materi Khilafah di Buku Agama Islam Diganti Cinta
NKRI*

Eramuslim.com – Menteri Agama (Menag), Fachrul Razi, menghapus materi
khilafah dalam kurikulum pendidikan di buku agama Islam yang diajarkan ke
siswa pada 2020.

Langkah yang diambil Fachrul itu mendapat respons positif dari Persatuan
Guru Republik Indonesia (PGRI).

Menurut PGRI, materi khilafah bisa diganti dengan materi-materi yang
mendukung sikap cinta NKRI, Pancasila, hingga toleransi beragama.

Tepat dalam hal untuk menggantikannya dengan konten-konten yang lebih
mendorong pada moderasi beragama, cinta NKRI, Pancasila, hingga bela
negara,” jelas Wasekjen PB PGRI, Jejen Musfah, Jumat (29/11).

Menurut Jejen, pemahaman khilafah dalam kehidupan berbangsa dan bernegara
tak tepat diajarkan kepada siswa. Ia mendorong agar nilai-nilai Islam yang
diajarkan ke siswa diimplementasikan untuk sistem demokrasi yang baik.

“Sebagian guru menganggap khilafah sebagai solusi mengatasi masalah bangsa
ini tidak tepat diajarkan ke siswa. Padahal selama ini, sistem demokrasi
tak masalah, yang utama nilai-nilai Islam ada dan terwujud dalam sistem
(demokrasi) ini,” terangnya.

“Yang penting bukan soal pilihan khilafah atau demokrasi, tapi bagaimana
Muslim mengisi demokrasi dengan nilai-nilai Islam,” imbuh dosen UIN Syarif
Hidayatullah itu.

Untuk itu, Jejen meminta agar ajaran agama dipandang sebagai cara untuk
mencapai kedamaian dan toleransi. Bukan untuk menebar kebencian terhadap
sesama manusia.

“Agama harus hadir penuh cinta, kedamaian, toleran, sesuai dengan nilai
kitab suci dan mencontoh nabi,” pungkasnya.

Sebelumnya Fachrul mengatakan, muatan sejarah khilafah di buku agama Islam
perlu dihilangkan. Sebab, dikhawatirkan para siswa dapat
mengimplementasikan ajaran khilafah dalam kehidupan berbangsa dan bernegara..

“Kalau kita lihat muatan sejarah khilafah sebenarnya enteng-enteng. Tapi
begitu ditampilkan pengajarnya ikut menganukan (mengimplementasikan -Red).
Jadi tadinya maksud memahami sekadarnya, tapi ternyata menjadi
mempublikasikan,” kata Fachrul Razi dalam rapat dengan Komisi VIII DPR di
Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (28/11).


*“*Khilafah menurut saya dihilangkanlah. Karena memang niatnya baik, tapi
karena pengajarnya mungkin memihak kepada itu. Jadi akhirnya
mengkapitalisasi,” imbuh dia.

Selain itu, menurut Fachrul, perubahan kurikulum dalam buku agama Islam
dilakukan agar menyesuaikan perkembangan sains dan teknologi. Selain itu,
agar lebih kontekstual berbasis revolusi mental.

Ia menjelaskan, sub pelajaran yang dibenahi terkait soal akidah, akhlak,
dan pelajaran tentang Al-Quran dan hadis, termasuk soal fikih dan sejarah.

“Masalah fikih, masalah sejarah kebudayaan Islam, kemudian bahasa Arab.
Kebetulan yang membenahi bukan saya. Memang ahli-ahlinya yang melihat ada
hal yang masih perlu dibenahi di bidang itu,” ungkapnya. [kp
<https://kumparan.com/kumparannews/pgri-usul-materi-khilafah-di-buku-agama-islam-diganti-cinta-nkri-1sLLbLIPl2Z>
]

Kirim email ke