*http://www.sinarharapan.co/kesra/read/11384/uskup_agung_semarang_dorong_umat_jadi_pribadi_transformatif
<http://www.sinarharapan.co/kesra/read/11384/uskup_agung_semarang_dorong_umat_jadi_pribadi_transformatif>
*


*Uskup Agung Semarang Dorong Umat Jadi Pribadi Transformatif*

Selasa , 24 Desember 2019 | 09:09


l <http://www.sinarharapan.co/tag/%20pesan%20natal>

MAGELANG - Uskup Agung Semarang Monsinyur Robertus Rubiyatmoko mendorong
umat Katolik setempat membangun kehidupan baru menjadi pribadi yang
transformatif terkait dengan perayaan Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 untuk
mendukung terwujudnya peradaban kasih di Indonesia.

"Saya mengajak dan mendorong Anda semua untuk menjadi pribadi yang
transformatif, pribadi yang selalu berubah dan berdaya ubah, demi
terwujudnya peradaban kasih di Indonesia tercinta ini," katanya dalam
keterangan yang dikeluarkan melalui Komisi Komunikasi Sosial Keuskupan
Agung Semarang, diterima di Magelang, Selasa (24/12/2019).

Ia mengharapkan perayaan Natal menjadikan umat Katolik, terutama di
keuskupan setempat, menjadi pribadi-pribadi yang mampu membawa perubahan
dalam hidup bersama."Hingga masing-masing dari kita menjadi sahabat bagi
yang lain," kata Ruby yang memimpin umat Katolik dengan wilayah sebagian
Provinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta itu.

Dia mencontohkan tentang daya ubah dialami manusia sebagaimana kisah dalam
kitab suci mengenai sosok Zakheus dan Paulus. Perjumpaan mereka dengan
Yesus mengubah diri dan orientasi hidup mereka.

Ia menyebut pribadi yang transformatif terbuka untuk perubahan, yakni siap
untuk diubah, siap untuk berubah, dan siap untuk mengubah.

Transformasi, ujarnya, akan terjadi juga dalam diri umat manakala
perjumpaan dan iman kepada Yesus Kristus berdaya ubah terhadap orang lain
dan lingkungan masing-masing.

Dia mengatakan bahwa salah satu wujud konkret terjadinya perubahan adalah
terciptanya kehidupan bersama yang diwarnai oleh persaudaraan, di mana
masing-masing menjadi sahabat bagi semua.

Keadaan itu, katanya, sesuai dengan harapan Deklarasi Persaudaraan yang
disepakati Paus Fransiskus dan Imam Besar Al-Azhar Sheikh Ahmed Al-Tayeb,
di Abu Dhabi, 4 Februari 2019.

Ia mengemukakan pentingnya umat menampakkan jati diri menjadi pribadi yang
transformatif.

Istilah "transformatif", katanya, sudah dimunculkan dalam Tema Ardas (Arah
Dasar) KAS 2016-2020, "Membangun Gereja yang insklusif, inovatif, dan
transformatif demi terwujudnya peradaban kasih di Indonesia”.

Pribadi yang transformatif, katanya, menyangkut upaya umat menjadi
pribadi-pribadi yang senantiasa berubah hingga berbuah berkah yang
melimpah."Hal ini ditempuh dengan senantiasa berbenah, melakukan yang baik
dan yang lebih baik. Maka menjadi pribadi yang transformatif tidak lain
berarti menjadi pribadi yang senantiasa berubah dengan berbenah hingga
berbuah berkah," katanya pula.

Ia juga mengingatkan umat untuk bersyukur karena berkat Tuhan melimpah
sepanjang 2019.

Umat Katolik KAS, katanya, juga pantas bersyukur kepada Tuhan karena telah
diperkenankan menjalani Tahun Pastoral 2019 yang berfokus pada tema "Umat
Allah KAS Mewujudkan Kesejahteraan Umum dalam Masyarakat Multikultural".

Dengan fokus pastoral itu, katanya, umat telah berupaya bersama seluruh
masyarakat menciptakan kondisi hidup bersama yang memungkinkan
pribadi-pribadi dan kelompok masyarakat mencapai kepenuhan martabatnya
sebagai manusia, di mana salah satu "buahnya" berupa pemilu yang lancar,
aman, dan damai, serta melahirkan para wakil rakyat dan presiden-wakil
presiden.

Mereka, katanya, para pelayan masyarakat yang dipercaya rakyat untuk
membawa bangsa mewujudkan cita-cita, yaitu hidup sejahtera, adil, dan
makmur berdasarkan Pancasila dan UUD 1945, dalam bingkai Negara Kesatuan
Republik Indonesia serta semangat Bhinneka Tunggal Ika.

Ia menyebut bahwa tentang pesan Natal oikumene yang disusun secara bersama
oleh Konferensi Wali Gereja Indonesia (KWI) dan Persekutuan Gereja-Gereja
di Indonesia (PGI) berjudul "Hiduplah sebagai sahabat bagi semua
orang"."Kita memohon kepada Tuhan berkat dan perlindungan-Nya agar perayaan
Natal ini juga dapat terlaksana dengan penuh kedamaian, aman, dan lancar,"
katanya lagi.

Dia pun mengajak umat Katolik setempat dapat hadir di tengah masyarakat dan
menjadi sahabat bagi semua orang."Menjadi sahabat berarti 'dadi sedulur'
bagi orang lain. Dengan cara demikian kita semakin dapat merasakan dan
mengalami persaudaraan yang diwarnai oleh sikap saling pengertian, rasa
hormat, dan belas kasih (welas asih). Dalam suasana ini toleransi pun akan
bertumbuh dalam masyarakat, bangsa, dan negara kita," ia menambahkan.(
*E-2/ant*)

 *BERITA TERKAIT*
*Tags :*

Kirim email ke