https://www.jawapos.com/nasional/politik/22/12/2019/perludem-anggap-prosedural-parpol-hanya-bungkus-dinasti-politik/
Perludem Anggap Prosedural Parpol Hanya Bungkus Dinasti Politik POLITIK <https://www.jawapos.com/nasional/politik/> 22 Desember 2019, 19:48:12 WIB [image: Perludem Anggap Prosedural Parpol Hanya Bungkus Dinasti Politik] Direktur Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Titi Anggraini menyebutkan, Praktik dinasti politik di Indonesia kerap dibungkus melalui prosedur parpol. (dok JawaPos.com) *JawaPos.com* – Praktik dinasti politik di Indonesia kerap dibungkus melalui prosedur parpol. Mekanisme yang dilalui sang calon pun hanya sebatas kamuflase tanpa mengedepankan politik yang setara dan adil bagi semua kader parpol. “Di sinilah tantangan partai sebagai institusi demokrasi, apakah dia akan tunduk pada program organisasi, apakah ada pertimbangan yang sifatnya pragmatis,” ujar Direktur Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Titi Anggraini di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (22/12).. Karena itu, Titi mengatakan, sah-sah saja jika ada sebagaian orang yang menyebut Gibran adalah perwujudan politik dinasti Jokowi. Apalagi, jika Gibran maju tanpa mengikuti mekanisme internal yang umum berlaku di Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). “Tidak salah kalau kemudian publik beranggapan bahwa ada dinasti politik yang ingin dibangun,” kata Titi Sementara itu, politikus PDI Perjuangan Maruar Sirait menyatakan, hingga kini partainya belum memutuskan siapa yang akan diusung sebagai Calon Wali Kota Solo di Pilkada 2020. Namun, pria yang akrab disapa Ara itu meminta, Gibran dapat menerima pahit atau manisnya keputusan akhir Ketua Umum PDIP. “Gibran sebagai kader harus bisa mengikuti proses dan harus siap menerima yang manis dan pahit dari berpolitik dan dari partai. Karena, enggak mungkin semuanya manis,” terang Ara. Ara menuturkan, kesetiaan Gibran kepada partai banteng moncong putih akan diuji tatkala PDIP mengumumkan keputusan terkait sosok yang akan diusung sebagai calon Wali Kota Solo. Dia berharap, Gibran pun bisa menerima apa yang menjadi keputusan akhir partai dan tetap setia dengan PDIP. “Kita harus siap menerima yang pahit dan manis, dan disitu diuji kesetian kita dalam berpartai dan berideologi,” tukasnya.
