Sangat menarik perusahaan Karaktau Steel rugi  berturut-turut selama 7
tahun, kalau rugi pada tahun pertama atau kedua, sepatutnya sudah
diperhatikan untuk segera diadakan perbaikan yang dibutuhkan,tetapi terus
menerus rugi,ibarat kapal bocor dibiarkan untuk tenggelam seluruhnya ke
dasar laut. Penyakit yang dialami  Garuda bukan baru, contoh dilarang
terbang ke wilayah Europa karena seing jatuh dan macam-masam hal lain dan
kemudian ada kasus Munir.  Disamping itu juga Pertamina menjadi sapi
perahan kaum berkuasa. Pergantian direktur pada perusahaan jenis ini
diambail dari kalangan keluarga berkuasa dan konco bin sahabat kental
mereka.Jadi perusahaan terus mencret.

Apakah Erck Tohir adalah mesias untuk menyelamatkan, waktu akan
menceritakan.


https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20191228153617-92-460670/bumn-sekarat-jadi-pr-erick-thohir-usai-garuda-dan-jiwasraya


PERISKOP 2020 BUMN 'Sekarat' Jadi PR Erick Thohir Usai Garuda dan Jiwasraya

CNN Indonesia | Senin, 30/12/2019 13:34 WIB

Bagikan :



                              1.  BUMN 'Sekarat' Jadi PR Erick Thohir Usai
Garuda dan Jiwasraya

 2.  Bubar Jalan


 Menteri BUMN Erick Thohir dinilai masih memiliki sederet PR bersih-bersih
di BUMN, usai gebrakan pada Garuda dan Jiwasraya. (CNN Indonesia/Andry
Novelino).


Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri BUMN *Erick Thohir
<https://www.cnnindonesia.com/tag/erick-thohir>* melakukan gebrakan
bersih-bersih pada perusahaan pelat merah. Di tahun ini, PT *Garuda
Indonesia <https://www.cnnindonesia.com/tag/garuda-indonesia>* (Persero)
Tbk jadi target Erick setelah kasus penyelundupan Harley Davidson
terungkap, termasuk kasus gagal bayar PT Asuransi *Jiwasraya
<https://www.cnnindonesia.com/tag/jiwasraya>* (Persero).

Kasus Garuda bahkan mendorong Erick untuk melihat ulang ratusan anak, cucu,
dan cicit perusahaan BUMN, termasuk rangkap jabatan direktur dan komisaris
di anak-cucu usaha mereka sendiri.

Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Pieter Abdullah mengatakan
sebelum melanjutkan aksinya lebih jauh, Erick perlu membuat pemetaan
menyeluruh tentang BUMN. Pasalnya, tidak semua perusahaan pelat merah yang
berjumlah 142 memiliki kinerja bobrok.

Sebagian lainnya, menurut dia, masih menghasilkan keuntungan dalam bentuk
dividen kepada negara maupun mengemban penugasan pada sektor-sektor usaha
yang belum diminati swasta.

"Kami harap pak Erick Thohir mengawalinya dengan satu paparan yang lengkap
tentang pandangan beliau terhadap BUMN seperti apa. Kami perlu tahu posisi
pak Erick Thohir bagaimana, mau membawa BUMN ke mana, dan apa strateginya,"
jelasnya kepada *CNNIndonesia.com*.
Lihat juga:

 'Dosa-dosa' Jiwasraya Versi Audit BPK 2016
<https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20191227143242-78-460399/dosa-dosa-jiwasraya-versi-audit-bpk-2016/>

Menurut dia, Erick perlu memilah BUMN yang masih memberikan kontribusi
positif pada negara, BUMN yang tertekan akibat mengemban penugasan
pemerintah, seperti pembangunan infrastruktur, serta BUMN yang merugi
akibat kinerja menurun.

Ia menilai setiap permasalahan BUMN itu membutuhkan penanganan berbeda. Di
sisi lain, tak semua BUMN dapat diukur performa kinerjanya melalui kenaikan
laba dan pendapatan, khususnya BUMN yang mengemban penugasan pemerintah,
sebut saja PT PLN (Persero) dan PT Pertamina (Persero).

Tolak ukur mereka utamanya dari pelayanan kepada masyarakat. "Kita tidak
bisa memberikan ekspektasi besar kepada BUMN seperti itu, tidak semata
dinilai dari keuntungan saja, misalnya saya tak menilai PLN dari sisi
untung rugi tapi dari sisi pelayannya," katanya.

Pengamat BUMN dari Universitas Indonesia (UI) Toto Pranoto
mengklasifikasikan BUMN menjadi dua kategori. Pertama, BUMN merugi, namun
dari sisi bisnis masih memiliki potensi ke depan karena produknya
dibutuhkan oleh masyarakat. Untuk kategori ini, pemerintah perlu melakukan
langkah penyelamatan.

Kedua, BUMN merugi secara menahun, namun dari sisi bisnis tidak memiliki
prospek cerah, baik disebabkan permintaan pasar menurun maupun pangsa pasar
diambil alih oleh perusahaan swasta. "Untuk perusahaan seperti ini, lebih
baik ditutup saja alias likuidasi," ucapnya.
Lihat juga:

 Siapkan Kejutan, Erick Ajukan 3 Calon Dirut Garuda Awal 2020
<https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20191223001241-92-459196/siapkan-kejutan-erick-ajukan-3-calon-dirut-garuda-awal-2020/>

*CNNIndonesia.com* merangkum BUMN yang masuk dalam kategori sekarat,
sehingga membutuhkan penanganan segera dan perlu dipertimbangkan lagi
kelanjutan bisnis perusahaan.

*Garuda Indonesia*

Meski upaya bersih-bersih sedang dilakukan, patut diingat Garuda Indonesia
bukan cuma tercatat rugi. Tetapi juga tengah tersangkut masalah manajemen.
Sebagaimana marak diperbincangkan akhir-akhir ini, mantan direktur utama
(Dirut) Garuda Indonesia Ari Askhara terbukti melakukan penyelundupan.

Memang, Erick Thohir telah mencopot Ari Askhara dari posisinya, termasuk
mengganti direksi lainnya dan komisaris. Langkah ini, menurut Toto,
tindakan cepat dalam membenahi GCG dan transformasi perseroan.

Tetapi, ada pekerjaan rumah (PR) lainnya yang menanti. Yakni, perampingan
anak dan cucu usaha Garuda Indonesia. Hal ini perlu dilakukan agar bisnis
maskapai pelat merah ini lebih maksimal ke depan. "Anak dan cucu Garuda
Indonesia ada hubungan ke bisnis utama ada juga yang tidak, nah perlu
dirampingkan," jelasnya.



*Asuransi Jiwasraya*

Selain Garuda, Erick Thohir juga perlu mengawal terus kasus Jiwasraya.
Apalagi, setelah diselidiki, kasus ini merupakan kasus likuiditas seret
yang sudah menahun. Kasus ini juga melibatkan direksi lama atas kebijakan
investasi yang dilakukan semena-mena dan mengakibatkan kerugian negara.

Saat ini, ekuitas Jiwasraya negatif Rp10 triliun. Pun demikian, Toto
meminta pemerintah untuk tidak gegabah melakukan likuidasi terhadap
perusahaan asuransi jiwa BUMN itu. Sebab, Jiwasraya menanggung puluhan ribu
nasabah yang dananya nyangkut dan saat ini belum terbayarkan.

"Untuk kasus Jiwasraya lakukan saja langkah-langkah yang lebih tegas, serta
memberikan solusi jangka panjang," terang Toto.
Lihat juga:

 Masuk BUMN, Ahok Singgung Krakatau Steel
<https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20191114104748-532-448225/masuk-bumn-ahok-singgung-krakatau-steel/>

*Krakatau Steel*

Perusahaan pelat merah produsen baja ini mencatat kerugian selama selama
tujuh tahun berturut-turut. Pada kuartal III 2019, Krakatau Steel
membukukan kerugian sebesar US$211,91 juta setara Rp2,97 triliun. Kerugian
perseroan tersebut membengkak 467 persen dari periode sama tahun lalu yang
tercatat rugi sebesar US$37,38 juta atau setara dengan Rp523 miliar.

Salah satu penyebab kerugian adalah penurunan pendapatan yang dipicu
lesunya penjualan produk baja lokal. Kondisi keuangan Krakatau Steel makin
buruk lantaran perseroan juga memiliki utang sebesar US$2,68 miliar setara
Rp37,52 triliun. Posisi utang Krakatau Steel naik dari posisi akhir tahun
sebesar US$2,49 miliar setara Rp34,86 triliun.

Saat ini, perseroan tengah melakukan upaya restrukturisasi utang dengan
mengajukan perjanjian kredit kepada bank pemberi pinjaman. Selain itu,
perusahaan juga melakukan efisiensi besar-besaran, salah satunya dengan
mengurangi jumlah pegawai.

Meski kondisi keuangan perusahaan sangat memprihatinkan, Toto menilai
kebutuhan baja nasional masih tinggi. Karenanya, ia menyarankan pemerintah
merestrukturisasi total manajemen Krakatau Steel.
Lihat juga:

 Said Didu Respons Jiwasraya Sponsori Manchester City
<https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20191227201028-78-460556/said-didu-respons-jiwasraya-sponsori-manchester-city/>

"Krakatau Steel sudah rugi beberapa tahun terakhir sehingga membutuhkan
transformasi radikal, supaya bisa memperbaiki situasi internal keuangan
sehingga ke depan lebih positif," ujarnya.

Serupa dengan Garuda Indonesia, Toto menilai langkah paling tepat adalah
dengan memangkas anak usaha yang tak relevan dengan bisnis inti perseroan.
Krakatau Steel sendiri tercatat memiliki beberapa anak usaha yang bergerak
di luar sektor baja.

Sebut saja, PT Krakatau Daya Listrik di sektor kelistrikan, PT Krakatau
Tirta Industri di sektor air, PT Krakatau Bandar Samudera di sektor
pelabuhan, dan PT Krakatau Industrial Estate Cilegon di sektor properti.

"Anak usaha yang tidak terkait langsung seperti pengelolaan air dan
sebagainya dilepas saja, lalu sebagian hasil divestasi bisa digunakan untuk
menambal utang mereka yang besar," imbuhnya.
Lihat juga:

 Bea Cukai Akan Pidanakan Penyelundup Harley di Garuda
<https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20191227124317-532-460346/bea-cukai-akan-pidanakan-penyelundup-harley-di-garuda/>

*Pos Indonesia*

Selain Krakatau Steel, kondisi keuangan Pos Indonesia juga tengah tertekan.
Kondisi ini mulai mencuat ke publik ketika perseroan terlambat membayar
gaji karyawannya. Manajemen Pos Indonesia mengungkapkan disrupsi teknologi
yang melahirkan layanan serupa lainnya membuat laba perusahaan terus
tergerus.

Berdasarkan laporan keuangan terakhir, laba bersih merosot 64 persen dari
Rp355 miliar pada 2017 menjadi hanya Rp127 miliar pada 2018.

Selain itu, peran pembayaran, remitansi, hingga penyaluran dana oleh
perusahaan yang identik dengan warna oranye itu tergantikan oleh kehadiran
bank dan fintech.

Di sisi lain, perseroan terpaksa merogoh kocek Rp600 miliar per tahun untuk
menangani kerugian dari penerapan tarif Layanan Pos Universal (LPU). Tarif
LPU merupakan penugasan pemerintah kepada perseroan.
Lihat juga:

 BUMN Respons Isu Keterlibatan Erick Thohir di Jiwasraya
<https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20191227111056-78-460325/bumn-respons-isu-keterlibatan-erick-thohir-di-jiwasraya/>


Menurut Toto, Pos Indonesia harus bertransformasi mengikuti perkembangan
teknologi sehingga mampu bersaing dengan kompetitornya. Ia menilai Pos
Indonesia memiliki kekuatan, yaitu jaringan distribusi yang tersebar hingga
ke pelosok Indonesia.

"Untuk Pos Indonesia perlu dilakukan dengan jalan mengadaptasi perubahan
lingkungan, jadi mereka tidak bisa lagi menjalankan bisnis secara
tradisional," paparnya.

*Merpati Nusantara Airlines*

Merpati Nusantara Airlines atau yang dikenal sebagai Merpati telah mati
suri sejak 2014 lalu. Merpati meninggalkan utang sebesar Rp10,7 triliun
kepada seluruh krediturnya.

Harapan untuk kembali mengudara muncul pada November 2018 lalu, ketika
Pengadilan Niaga Surabaya mengabulkan permohonan perdamaian BUMN
penerbangan itu. Kendati demikian, Merpati tetap harus melunasi seluruh
utangnya.

Lalu, pada November 2019 sebanyak 10 BUMN menjalin kerja sama operasi (KSO)
dengan Merpati. KSO yang digawangi oleh Garuda Indonesia itu bertujuan
untuk menyehatkan kondisi keuangan Merpati.
Lihat juga:

 Stafsus Erick Thohir Heran Jiwasraya Sempat Sponsori Man City
<https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20191226193624-78-460173/stafsus-erick-thohir-heran-jiwasraya-sempat-sponsori-man-city/>

Toto menilai, jalan satu-satunya untuk menyelamatkan Merpati hanyalah
dengan suntikan modal dari investor kakap yang berani meminang Merpati.
Tanpa kehadiran investor, upaya penyelamatan Merpati dinilai akan sia-sia.

"Mereka butuh investasi besar sekali, sepanjang tidak ada investor yang
ambil alih, itu (terbang kembali) sulit," ucapnya.

Dari sisi bisnis, ia menilai kehadiran pesaing dari perusahaan swasta telah
hadir mengisi rute-rute kosong Merpati, sehingga pasarnya pun mulai
tergerus. Untuk diketahui, Merpati menerbangi rute-rute perintis yang
dulunya tidak dijangkau oleh maskapai lain.

Namun demikian, ia menyatakan masih terdapat harapan untuk anak usaha
Merpati yang bergerak di bisnis maintenance repair & overhaul (MRO) untuk
pesawat perintis, yakni PT Merpati Maintenance Facility (MMF) yang berbasis
di Surabaya.

Menurut Toto, bisnis perawatan pesawat MMF masih berjalan hingga saat ini
dan memiliki potensi pengembangan ke depannya. Bahkan, MMF masih menerima
pelanggan dari luar negeri, seperti Filipina.

"Sebaiknya pemerintah membagi dua, untuk perusahaan maintenance masih ada
prospek kalau mau dibesarkan lagi bisa digabung dengan GMF AeroAsia (anak
usaha Garuda Indonesia), sedangkan untuk bisnis penerbangan sepanjang tidak
ada investor yang punya uang dan bisa menanggulangi segala macam kewajiban
Merpati, saya kira sulit," paparnya.
Lihat juga:

 Jokowi Pilih Mantan Bos Mandiri Zulkifli Zaini Jadi Dirut PLN
<https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20191223125308-85-459326/jokowi-pilih-mantan-bos-mandiri-zulkifli-zaini-jadi-dirut-pln/>

*PLN dan Pertamina*

Terakhir, terdapat nama perusahaan BUMN yang sangat berkaitan dengan hajat
hidup masyarakat yaitu PLN dan Pertamina. Sekilas, tak ada yang salah
dengan dua perusahaan tersebut lantaran masih menyumbang laba.

Namun, jika ditelaah lebih dalam Pieter bilang kedua perusahaan tersebut
membutuhkan langkah efisiensi, misalnya pengurangan biaya yang tidak perlu,
kajian ulang mengenai jumlah pejabat internal perusahaan, perampingan anak
dan cucu usaha yang tidak memiliki korelasi dengan bisnis utama, dan
sebagainya.

Bukan tanpa alasan, ia bilang PLN dan Pertamina membutuhkan kekuatan dalam
menjalankan amanat besar yang diemban sebagai perusahaan pelat merah. PLN
harus menyelesaikan mega proyek pembangkit listrik 35 ribu Megawatt (Mw),
sementara Pertamina memiliki tanggung jawab penyelenggaraan BBM satu harga
hingga ke pelosok.

Beberapa waktu lalu, dua perusahaan telah menyatakan komitmennya untuk
memangkas anak dan cucu usaha sesuai arahan Erick Thohir. Harapannya, ke
depan komitmen itu bukan hanya sekadar ucapan semata, tetapi juga
direalisasikan.

"Tapi saya membatasi ekspektasi, saya tidak bisa mengharapkan Pertamina
menjadi sebesar Petronas (BUMN perminyakan Malaysia) karena beban tugas
Pertamina beda dengan Petronas. Begitu juga dengan PLN," ucapnya.

Kirim email ke