Usai Temui Jokowi, Prabowo Upacara dengan Veteran Operasi Seroja
Reporter:
Budiarti Utami Putri
Editor:
Endri Kurniawati
Kamis, 2 Januari 2020 08:13 WIB
Presiden Joko Widodo bertemu dengan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto
di Gedung Agung, Yogyakarta, 1 Januari 2020. Tampak pula putra Jokowi,
Kaesang, dan anak Prabowo, Didit. Foto: IstimewaPresiden Joko Widodo
bertemu dengan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto di Gedung Agung,
Yogyakarta, 1 Januari 2020. Tampak pula putra Jokowi, Kaesang, dan anak
Prabowo, Didit. Foto: Istimewa
*TEMPO.CO*,*Jakarta*- Menteri PertahananPrabowo Subianto
<https://www.tempo.co/tag/prabowo>bertolak ke rumahnya di Hambalang,
Bogor, Jawa Barat seusai bertemu dengan Presiden Joko Widodo atau Jokowi
di Istana Kepresidenan Yogyakarta Rabu kemarin, 1 Januari 2020. "Sore
sampai malam ini di Hambalang acara dengan para Veteran Operasi Seroja,"
kata Staf Khusus Prabowo, Dahnil Anzar Simanjuntak kepada Tempo, Rabu
malam, 1 Januari 2020.
Dahnil mengatakan, Prabowo menggelar silaturahmi dan upacara kehormatan
dengan para veteran Operasi Seroja. Dalam video yang diperoleh Tempo,
Ketua Umum Partai Gerindra itu mengenakan baju adat Betawi berwarna
hitam, dipadu peci berwarna senada.
Mantan Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus itu menyalami
tamu-tamunya, yang hadir dalam seragam loreng. Mereka berpeci merah yang
mirip dengan atribut khas Purnawirawan Pejuang Indonesia Raya (PPIR),
organisasi sayap Partai Gerindra. "Beliau berterima kasih atas
perjuangan dan pengorbanan para pejuang tersebut, dan berharap semangat
para veteran tersebut bisa dicontoh oleh anak-anak muda saat ini untuk
menghadapi ancaman-ancaman serius bagi pertahanan RI," kata Dahnil.
Operasi Seroja adalah operasi militer Indonesia di Timor Timur (kini
Timor Leste) yang dimulai pada 7 Desember 1975 hingga 17 Juli
1986.Prabowo<https://nasional.tempo.co/read/1290163/jokowi-bertemu-prabowo-di-yogya-dahnil-update-sektor-pertahanan>pernah
menjadi pemimpin operasi yang diperintahkan Presiden Soeharto itu.
ADVERTISEMENT
Seroja disebut sebagai operasi militer terbesar yang pernah dilakukan
Indonesia. Pemerintah Indonesia menurunkan lebih dari 30 ribu tentara ke
bumi bekas jajahan Portugis itu. Sampai Februari 1976, ada lebih dari 60
ribu orang Timor yang tewas.