-- 
j.gedearka <[email protected]>



https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-4856083/bakal-ada-cuaca-ekstrem-ini-jurus-tangkal-banjir-basuki-dan-anies

Minggu, 12 Jan 2020 21:30 WIB

Bakal Ada Cuaca Ekstrem, Ini Jurus Tangkal Banjir Basuki dan Anies

Vadhia Lidyana - detikFinance
Share 0
Tweet 0
Share 0
16 komentar
Foto: Pradita Utama     Foto: Pradita Utama
Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi akan 
terjadi peningkatan intensitas hujan di wilayah Jabotadebek pada periode 
tanggal 15-18 Januari 2020. Belajar dari banjir besar di awal Januari lalu, 
persiapan apa yang dilakukan pemerintah untuk menghadapi curah hujan tinggi 
prediksi BMKG itu?

Dalam mengantisipasi banjir, langkah utama yang dilakukan Kementerian Pekerjaan 
Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) yakni mengungkap penyebab banjir pada 1 
Januari lalu di kawasan Jabodetabek . Menteri PUPR Basuki Hadimuljono telah 
mengerahkan 285 pegawai PUPR ke 180 titik rawan banjir untuk mencari penyebab 
dan solusi menangkal banjir ketika curah hujan diprediksi tinggi pada 
pertengahan Januari ini.

Basuki menjabarkan penyebab di wilayah-wilayah yang terdampak banjir paling 
parah. Pertama di Bekasi yang disebabkan oleh tanggul jebol. Pihaknya pun sudah 
mengerahkan BUMN untuk memperbaiki tanggul tersebut.

Baca juga: Bukan Ganti Rugi, Ini yang Diminta Pengusaha Mal ke Anies

"Ada tanggul jebol, itu banyak di Bekasi, di Kemang Pratama, di Villa Nusa 
Indah, tadi malam sudah saya cek dan sekarang sudah dikerjakan. Dan sudah 
menunjuk BUMN, sekarang sudah dikerjakan," kata Basuki di Gedung BPK RI, 
Jakarta, Senin (6/1/2020).

Kedua, penyebab banjir di kawasan Halim Perdana Kusuma dan Cawang, Jakarta 
Timur yakni kecilnya kapasitas penampungan parit, dan akhirnya parit itu 
dikeruk.

"Dan di Halim, di Cawang, dia kenapa banjir, itu sudah kami tindak lanjuti. 
Halim itu empangnya (parit) kita perlebar. Dari 20.000 meter kubik 
kapasitasnya, akan kita jadikan 50.000 meter kubik. Sekarang dangkal, 2 meter, 
kita jadikan 5 meter. Jadi segera kita tindak lanjuti sekarang," terang Basuki.

Baca juga: Rugi Besar Akibat Banjir, Pengusaha Mal Ngebet Ketemu Anies

Sedangkan, banjir di kilometer (km) 24 Tol Jakarta-Cikampek yang disebabkan 
oleh proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung yang menutupi drainase, pihaknya pun 
sudah membongkar drainase itu agar terbuka kembali.

"Kemudian di tol-tol kalau di km 24, itu karena drainasenya tertutup proyek 
kereta cepat. Kita bongkar," urainya.

Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan sudah siaga 
mengoptimalisasi pompa-pompa air di titik rawan banjir.

"Insyaallah semuanya disiagakan, bahkan kita audit khusus untuk persiapan 
rumah-rumah pompa, pompanya dan petugasnya," ucap Anies di gedung Kementerian 
BUMN, Jakarta, Jumat (10/1/2020).

Baca juga: Selama Nataru, Konsumsi BBM Pertaseries & Dexseries Meningkat

Untuk menangkal banjir ketika curah hujan tinggi, Anies juga menyiagakan mobile 
pump di kawasan Jakarta Utara.

"Sejak Kamis pagi Pemprov sudah mengerahkan pompa-pompa bergerak atau mobile 
pump untuk stand by di kawasan utara Jakarta," imbuh Anies.

Ia menerangkan, saat ini Pemprov memiliki 478 pompa untuk menanggulangi arus 
air yang tinggi. Namun tak semua pompa tersebut akan difungsikan.

"Apakah semuanya difungsikan? Tentu tidak, karena ada siklusnya mana yang 
dipakai mana yang tidak. Apakah ada yang dalam maintenance? Ya ada. Jadi tidak 
mungkin tanpa ada yang sedang dalam maintenance, tanpa ada yang ada 
diistirahatkan," tandas Anies.

Simak Video "Kerja Bakti Bareng Warga, Anies Diteriaki Goodbener"

(zlf/zlf)






Kirim email ke