Politikus PDIP Harun Masiku di Singapura, KPK Bantah Kecolongan
Oleh Fachrur Rozie pada 14 Jan 2020, 04:19 WIB
Liputan6.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membantah kecolongan atas 
kaburnya mantan Caleg PDIP Harun Masiku ke Singapura. Harun disebut sudah 
berada di Singapura dua hari sebelum operasi tangkap tangan (OTT) terhadap 
Komisioner KPU Wahyu Setiawan pada Rabu, 8 Januari 2020.

"Kami tidak melihatnya dari sisi ada kebocoran (soal OTT) atau tidak. Kami 
tidak melihatnya dari sisi itu (kecolongan)," ujar Plt Juru Bicara KPK Ali 
Firki di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (13/1/2020).

Ali Fikri mengklaim pihak lembaga antirasuah sudah mengantisipasi kaburnya 
Harun Masiku ke luar negeri. Menurut Ali, dalam, dalam rangkaian OTT, KPK tidak 
hanya mengandalkan penyadapan. Terdapat sejumlah kegiatan dan strategi tertutup 
lainnya yang dilakukan tim KPK.

"Tentu ada pertimbangan-pertimbangan strategis dari penyidik, bagaimana 
kemudian bisa menyikapi adanya hal-hal itu. Kami sudah mengantisipasinya," kata 
dia.

Meski demikian, Ali mengaku mengetahui keberadan Harun Masiku di Singapura dari 
pernyataan Ditjen Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM hari ini. Ali mengatakan, 
KPK akan berkoordinasi lebih lanjut dengan Ditjen Imigrasi mengenai informasi 
tersebut.

"Kita tahu dari Humas (Ditjen) Imigrasi telah menyampaikan bahwa keberadaan 
dari tersangka HAR tidak berada di Indonesia. Tentunya dari kemarin kami sudah 
koordinasi dengan Imigrasi dan aparat penegak hukum lain," kata dia.

Meski Ditjen Imigrasi menyebut Harun bertolak ke Singapura, Ali Fikri 
menyatakan KPK akan bekerjasama dengan beberapa pihak untuk memastikan kembali 
soal keberadaan Harun.

Ali memastikan KPK akan terus memburu Harun Masiku KPK akan menjalin kerja sama 
dengan kepolisian maupun Kementerian Luar Negeri untuk menangkap Harun dan 
menyeretnya ke Indonesia.

"Tentu kami akan bekerjasama dengan lembaga yang ada di luar negeri, 
Kementerian Luar Negeri dan melakukan penangkapan, untuk yang bersangkutan 
dibawa ke KPK," kata Ali Fikri.



Kirim email ke