-- 
j.gedearka <[email protected]>


https://mediaindonesia.com/read/detail/283367-hubungan-as-dan-tiongkok-makin-mesra


Rabu 15 Januari 2020, 01:40 WIB

Hubungan AS dan Tiongkok makin Mesra

Haufan Hasyim Salengke | Internasional
 
Hubungan AS dan Tiongkok makin Mesra

AFP
Hubungan AS dan Tiongkok makin Mesra
 

AMERIKA Serikat (AS), Senin (13/1), menghapus label manipulator mata uang yang 
diberlakukannya pada Tiongkok musim panas lalu, sebagai tanda meredakan 
ketegangan antara kedua kekuatan ekonomi setelah hampir dua tahun konflik.

Hanya dua hari sebelum Presiden Donald Trump akan menandatangani perjanjian 
perdagangan 'fase satu' dengan Tiongkok, Departemen Keuangan AS mengatakan 
dalam laporan semitahunan kepada kongres bahwa yuan telah menguat dan Beijing 
tidak lagi dianggap sebagai manipulator mata uang.

Trump pada Agustus lalu dengan marah menuduh Beijing melemahkan mata uangnya 
untuk mencuri bisnis dan pabrik AS, menyatakan kembali keluhan lama.

Otoritas Tiongkok pada Agustus mengizinkan yuan jatuh di bawah 7 terhadap dolar 
AS, mengirimkan getaran di penjuru pasar saham pada saat itu dan memicu 
kemarahan Trump. "Selama musim panas, Tiongkok mengambil langkah konkret untuk 
mendevaluasi mata uangnya, juga dikenal sebagai renminbi (RMB), dan langkah itu 
membuat RMB pada level terlemah terhadap dolar AS dalam lebih dari 11 tahun," 
kata Departemen Keuangan.

Namun, baru-baru ini RMB menguat menjadi 6,93 terhadap dolar AS. Departemen 
Keuangan mengatakan pakta perdagangan yang baru membahas masalah mata uang.

"Tiongkok telah membuat komitmen yang dapat ditegakkan untuk menahan diri dari 
devaluasi kompetitif dan tidak menargetkan nilai tukarnya untuk tujuan 
kompetitif," kata Menkeu Steven Mnuchin.

 

Langkah simbolis

Meskipun laporan mata uang semitahunan selalu mendapatkan perhatian sebagai 
tanda kunci hubungan antara para kekuatan, pelabelan manipulator mata uang 
sebagian besar dinilai simbolis.

Sebagai bagian dari kesepakatan perdagangan, Tiongkok juga telah sepakat untuk 
memublikasikan informasi yang relevan terkait dengan nilai tukar dan neraca 
eksternal.

Namun, banyak ekonom mempertanyakan keputusan AS untuk mencap Tiongkok sebagai 
manipulator mata uang. Pakar Tiongkok Martin Chorzempa mengatakan pengumuman 
itu mendapat perhatian yang jauh lebih besar dari seharusnya, karena itu hanya 
penting pada tingkat simbolis yang paling dangkal.

Mnuchin menyebut kesepakatan fase satu penting dan akan mengarah pada 
pertumbuhan ekonomi yang lebih besar dan peluang bagi pekerja dan bisnis AS.

Utusan perdagangan top Tiongkok Liu He tiba di Washington pada Senin jelang 
penandatanganan perjanjian yang diharapkan pada Rabu.

Setelah beberapa putaran tarif, defisit perdagangan barang AS hingga November 
2019 mencapai lebih dari US$320 miliar, yaitu US$62 miliar di bawah periode 
yang sama 2018.

Data bea cukai Tiongkok menunjukkan surplus Tiongkok turun 8,5% pada 2019 
menjadi US$296 miliar. Depkeu tetap terganggu oleh ketidakseimbangan 
perdagangan dan transaksi berjalan yang terus-menerus dan berlebihan.

Kantor Perwakilan Dagang AS mengumumkan sebagai bagian dari kesepakatan 
perdagangan awal, Washington dan Beijing akan mengadakan pertemuan setidaknya 
dua tahunan. "Mnuchin dan Gubernur Federal Reserve Jerome Powell juga akan 
melakukan pertemuan ekonomi makro dengan para pejabat tinggi Tiongkok secara 
teratur," ujar sumber di Depkeu AS. (AFP/I-1)





Kirim email ke