Pilkada dan pilpres sudah selesai, tapi masih saja ada yang menyediakan 
jidatnya untuk diadu. Tutup mata pada para elit yang sudah juga berangkulan, 
cengengesan bagi-bagi kursi. Ahok sudah bersahabat dengan Jokowi yang 
menjebloskannya ke penjara. Jokowi pun sudah memohon rekonsiliasi dengan 
Prabowo. Toh, tentu saja, lebih aman menyediakan jidat untuk diadu daripada 
meributkan soal hutang, korupsi, penindasan, dan segala kekacauan yang mereka 
buat, huhuhuuw....
--- ilmesengero@... wrote:
       

correct
On Thu, Jan 16, 2020 at 11:21 PM marthajan04 wrote:
   

Sebetulnya bukan pro Anies, tapi anti cino aja.
Sent from my Verizon, Samsung Galaxy smartphone

-------- Original message --------From: marthajan04  

Lah wong naturalisasinya fa pernah dilaksabakan, artinya yg digusur nol. Sedang 
Ahok ada yg digusur.
Kalo memang maunya gitu ya sudah, biarin aja. Yg punya duit carilah akal buat 
ninggiin rumah atau bendung air supaya ga masuk rumah. 
Sent from my Verizon, Samsung Galaxy smartphone

-------- Original message --------From: Noroyono 1963  


WargaDKI Jakarta Pilih Kebijakan Penanganan Banjir Anies Baswedan Ketimbang Ahok




Rabu, 15Januari 2020 22:36

 




Sejumlah warga mencoba melintasibanjir yang masih mengenangi Jalan Daan Mogot, 
Jakarta Barat, 

Kamis (2/1/2020).Jalan Daan Mogot yang menghubungkan Tangerang dan Jakarta 
Barat terendambanjir, 

membuat lalulintas terganggu bahkan sempat terputus, karena kedalamanair 
mencapai 1 meter. 

Warta Kota/Henry Lopulalan

 

Warga DKI Jakarta Pilih KebijakanPenanganan Banjir Anies Baswedan Ketimbang Ahok

 

BANGKAPOS.COM - LembagaSurvei Populi Center menggelar survei terkait 
kebijakanpenanggulangan banjir di era Basuki TjahajaPurnama atau Ahok dan era 
Anies Baswedan.

 

Darihasil survei tersebut, masyarakat DKI Jakarta cenderung memilihprogram 
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, meskipun takmengerti isi dari program 
tersebut.

 

Dalamsurvei tersebut, responden awalnya ditanyakan program apa yang tepat 
untuktangani banjir di Jakarta, apakah melalui normalisasi yang 
merupakanprogram di era Ahok atau naturalisasi yang merupakan programAnies.

 

"Hasilnya,sebanyak 52% responden kebijakan naturalisasi era Anies lebih 
baikketimbang normalisasi era Ahok yang hanya dipilih 37% dansisanya memilih 
tak menjawab," kata peneliti Populi Center,Jefri Ardiansyah, saat diskusi 
bertema ‘Banjir Jakarta’ dikantor Populi Center, Palmerah, Jakarta Barat, Rabu 
(15/1/2020).

 

Namun,kata Jefri, ketika responden diberikan pertanyaan kontrol atau  
penjelasandari konsep normalisasi dan naturalisasi tanpa mencantumkannama Ahok 
dan Anies, responden justru lebih banyak yang menganggappenjelasan dari konsep 
normalisasi lebih baikketimbang naturalisasi yakni 50,7% berbanding 35,7% 
dengan sisanyatak menjawab.

 

Adapunpertanyaan dari penjelasan konsep normalisasi yang diberikan 
kepadaresponden yakni "Melakukan pelebaran sungai dan betonisasi dengan resiko 
penggusuran lebih rendah."

 

Sedangkan,pertanyaan dari penjelasan konsep naturalisasi yakni, 
"Melakukanpelebaran sungai dan penanaman pohon dengan resiko penggusuran 
lebihtinggi."

 

"Kitagunakan pertanyaan itu karena ada indikasi bahwa kelekatan nama 
gubernurmempengaruhi sikap mereka," kata Jefri.

 

"Ketikaada nama Anies, orang akan pilih program Anies, tapi ketika nama 
gubernurdihilangkan dengan esensi pertanyaan yang sama ternyata masyarakat 
lebihmemilih program normalisasi Ahok karena praktis jumlah lahanyang digusur 
lebuh sedikit dan tidak mengancam masyarakat yang tinggal disekitar sungai," 
papar Jefri.

 

Berdasarhasil survei tersebut, Jefri tak memungkiri bahwa sampai saat ini masih 
terjadipolarisasi penduduk di masyarakat.

 

"Ini buruk untuk contoh kebijakan publik karena ternyata memang ada 
persoalanpopulisme yang membuat persoalan saat ini tidak efektif karena 
pemilihsudah dalah tahap enggan mengakui keburukan anies," kata Jefri..

 

Untukdiketahui, Survei dilakukan pada September hingga awal Oktober 2019 
denganmetode eksperimental. Total responden dalam survei ini masing-masing 300 
orang.

 

Artikelini telah tayang di Tribunjakarta.com dengan judul: Populi Center: 
RespondenPilih Naturalisasi Anies Dibanding Normalisasi Ahok, Meski Tak Mengerti

 

Editor:Evan

Sumber: Tribun Jakarta







#yiv9808327248 #yiv9808327248 -- #yiv9808327248ygrp-mkp {border:1px solid 
#d8d8d8;font-family:Arial;margin:10px 0;padding:0 10px;}#yiv9808327248 
#yiv9808327248ygrp-mkp hr {border:1px solid #d8d8d8;}#yiv9808327248 
#yiv9808327248ygrp-mkp #yiv9808327248hd 
{color:#628c2a;font-size:85%;font-weight:700;line-height:122%;margin:10px 
0;}#yiv9808327248 #yiv9808327248ygrp-mkp #yiv9808327248ads 
{margin-bottom:10px;}#yiv9808327248 #yiv9808327248ygrp-mkp .yiv9808327248ad 
{padding:0 0;}#yiv9808327248 #yiv9808327248ygrp-mkp .yiv9808327248ad p 
{margin:0;}#yiv9808327248 #yiv9808327248ygrp-mkp .yiv9808327248ad a 
{color:#0000ff;text-decoration:none;}#yiv9808327248 #yiv9808327248ygrp-sponsor 
#yiv9808327248ygrp-lc {font-family:Arial;}#yiv9808327248 
#yiv9808327248ygrp-sponsor #yiv9808327248ygrp-lc #yiv9808327248hd {margin:10px 
0px;font-weight:700;font-size:78%;line-height:122%;}#yiv9808327248 
#yiv9808327248ygrp-sponsor #yiv9808327248ygrp-lc .yiv9808327248ad 
{margin-bottom:10px;padding:0 0;}#yiv9808327248 #yiv9808327248actions 
{font-family:Verdana;font-size:11px;padding:10px 0;}#yiv9808327248 
#yiv9808327248activity 
{background-color:#e0ecee;float:left;font-family:Verdana;font-size:10px;padding:10px;}#yiv9808327248
 #yiv9808327248activity span {font-weight:700;}#yiv9808327248 
#yiv9808327248activity span:first-child 
{text-transform:uppercase;}#yiv9808327248 #yiv9808327248activity span a 
{color:#5085b6;text-decoration:none;}#yiv9808327248 #yiv9808327248activity span 
span {color:#ff7900;}#yiv9808327248 #yiv9808327248activity span 
.yiv9808327248underline {text-decoration:underline;}#yiv9808327248 
.yiv9808327248attach 
{clear:both;display:table;font-family:Arial;font-size:12px;padding:10px 
0;width:400px;}#yiv9808327248 .yiv9808327248attach div a 
{text-decoration:none;}#yiv9808327248 .yiv9808327248attach img 
{border:none;padding-right:5px;}#yiv9808327248 .yiv9808327248attach label 
{display:block;margin-bottom:5px;}#yiv9808327248 .yiv9808327248attach label a 
{text-decoration:none;}#yiv9808327248 blockquote {margin:0 0 0 
4px;}#yiv9808327248 .yiv9808327248bold 
{font-family:Arial;font-size:13px;font-weight:700;}#yiv9808327248 
.yiv9808327248bold a {text-decoration:none;}#yiv9808327248 dd.yiv9808327248last 
p a {font-family:Verdana;font-weight:700;}#yiv9808327248 dd.yiv9808327248last p 
span {margin-right:10px;font-family:Verdana;font-weight:700;}#yiv9808327248 
dd.yiv9808327248last p span.yiv9808327248yshortcuts 
{margin-right:0;}#yiv9808327248 div.yiv9808327248attach-table div div a 
{text-decoration:none;}#yiv9808327248 div.yiv9808327248attach-table 
{width:400px;}#yiv9808327248 div.yiv9808327248file-title a, #yiv9808327248 
div.yiv9808327248file-title a:active, #yiv9808327248 
div.yiv9808327248file-title a:hover, #yiv9808327248 div.yiv9808327248file-title 
a:visited {text-decoration:none;}#yiv9808327248 div.yiv9808327248photo-title a, 
#yiv9808327248 div.yiv9808327248photo-title a:active, #yiv9808327248 
div.yiv9808327248photo-title a:hover, #yiv9808327248 
div.yiv9808327248photo-title a:visited {text-decoration:none;}#yiv9808327248 
div#yiv9808327248ygrp-mlmsg #yiv9808327248ygrp-msg p a 
span.yiv9808327248yshortcuts 
{font-family:Verdana;font-size:10px;font-weight:normal;}#yiv9808327248 
.yiv9808327248green {color:#628c2a;}#yiv9808327248 .yiv9808327248MsoNormal 
{margin:0 0 0 0;}#yiv9808327248 o {font-size:0;}#yiv9808327248 
#yiv9808327248photos div {float:left;width:72px;}#yiv9808327248 
#yiv9808327248photos div div {border:1px solid 
#666666;min-height:62px;overflow:hidden;width:62px;}#yiv9808327248 
#yiv9808327248photos div label 
{color:#666666;font-size:10px;overflow:hidden;text-align:center;white-space:nowrap;width:64px;}#yiv9808327248
 #yiv9808327248reco-category {font-size:77%;}#yiv9808327248 
#yiv9808327248reco-desc {font-size:77%;}#yiv9808327248 .yiv9808327248replbq 
{margin:4px;}#yiv9808327248 #yiv9808327248ygrp-actbar div a:first-child 
{margin-right:2px;padding-right:5px;}#yiv9808327248 #yiv9808327248ygrp-mlmsg 
{font-size:13px;font-family:Arial, helvetica, clean, sans-serif;}#yiv9808327248 
#yiv9808327248ygrp-mlmsg table {font-size:inherit;font:100%;}#yiv9808327248 
#yiv9808327248ygrp-mlmsg select, #yiv9808327248 input, #yiv9808327248 textarea 
{font:99% Arial, Helvetica, clean, sans-serif;}#yiv9808327248 
#yiv9808327248ygrp-mlmsg pre, #yiv9808327248 code {font:115% 
monospace;}#yiv9808327248 #yiv9808327248ygrp-mlmsg * 
{line-height:1.22em;}#yiv9808327248 #yiv9808327248ygrp-mlmsg #yiv9808327248logo 
{padding-bottom:10px;}#yiv9808327248 #yiv9808327248ygrp-msg p a 
{font-family:Verdana;}#yiv9808327248 #yiv9808327248ygrp-msg 
p#yiv9808327248attach-count span {color:#1E66AE;font-weight:700;}#yiv9808327248 
#yiv9808327248ygrp-reco #yiv9808327248reco-head 
{color:#ff7900;font-weight:700;}#yiv9808327248 #yiv9808327248ygrp-reco 
{margin-bottom:20px;padding:0px;}#yiv9808327248 #yiv9808327248ygrp-sponsor 
#yiv9808327248ov li a {font-size:130%;text-decoration:none;}#yiv9808327248 
#yiv9808327248ygrp-sponsor #yiv9808327248ov li 
{font-size:77%;list-style-type:square;padding:6px 0;}#yiv9808327248 
#yiv9808327248ygrp-sponsor #yiv9808327248ov ul {margin:0;padding:0 0 0 
8px;}#yiv9808327248 #yiv9808327248ygrp-text 
{font-family:Georgia;}#yiv9808327248 #yiv9808327248ygrp-text p {margin:0 0 1em 
0;}#yiv9808327248 #yiv9808327248ygrp-text tt {font-size:120%;}#yiv9808327248 
#yiv9808327248ygrp-vital ul li:last-child {border-right:none 
!important;}#yiv9808327248   

Kirim email ke