https://www.wartaekonomi.co.id/read268195/ditinggal-militer-as-afghanistan-kami-sudah-siap/0



um'at, 24 Januari 2020 09:00 WIB
*Ditinggal Militer AS, Afghanistan: Kami Sudah Siap*


Presiden Afghanistan
<https://www.wartaekonomi.co.id/tag10344/afghanistan.html>, Ashraf Ghani
mengatakan, negaranya benar-benar siap jika Presiden Amerika Serikat (AS)
Donald Trump memutuskan untuk mengurangi kehadiran militernya di negara itu.

"Kami benar-benar siap untuk penarikan 4.000 tentara setiap kali presiden
memutuskan," kata Ghani menanggapi pertanyaan wartawan tentang meningkatnya
ketegangan antara AS dan Iran.

*Baca Juga: **Lagi, Seorang Tentara AS Terbunuh di Afghanistan
<https://www.wartaekonomi.co.id/read263093/lagi-seorang-tentara-as-terbunuh-di-afghanistan.html>*

Dalam beberapa minggu terakhir, ada spekulasi bahwa Trump dapat mundur dari
rencana yang dilaporkan untuk menarik pasukan dari Afghanistan, di tengah
meningkatnya ketegangan dengan Iran, yang mana Afghanistan berbagi
perbatasan.



"Itu adalah kebijakan internal AS - sejauh menyangkut Afghanistan kami
telah memperhitungkan hal ini dan kami siap untuk dapat melihat kepergian
4.000 tentara," ujar Ghani seperti dikutip dari *Business Insider*, Jumat
(24/1/2020).

Menurut Ghani kompleksitas logistik yang berarti penarikan pasukan bukan
hanya peristiwa yang terjadi dalam satu hari. "Tapi kami nyaman," tegasnya.



Ghani mengatakan pangkalan-pangkalan AS di Afghanistan tidak dapat
digunakan sebagai tempat peluncuran untuk serangan terhadap Iran jika
konflik pecah. Hal itu berdasarkan perjanjian keamanan yang ditandatangani
oleh kedua negara.

"Kami memiliki perjanjian yang mengikat, perjanjian keamanan bilateral -
pangkalan AS di Afghanistan tidak dapat digunakan terhadap pihak ketiga.
Kami telah diyakinkan akan hal itu," urainya.

Dalam beberapa minggu terakhir, ketegangan yang membara antara AS dan Iran
telah meletus menjadi konflik, dengan AS membunuh Jenderal Iran Qassem
Soleimani dan Iran menembakkan rudal ke pangkalan AS di Irak sebagai
pembalasan. Saat kampanye presiden lalu, Trump berjanji untuk menarik diri
dari keterlibatan militer yang mahal di luar negeri. Namun, di bawah
kepresidenannya, jumlah pasukan AS yang ditempatkan di Afghanistan malah
meningkat menjadi sekitar 14.000.

Pada bulan Desember, *NBC News* melaporkan bahwa Trump sedang
mempertimbangkan untuk menarik pasukan AS di negara itu sebanyak 4.000
personel. Janji Trump untuk mengurangi kehadiran militer AS di kawasan itu
terhenti di tengah kegagalan untuk menengahi kesepakatan dengan faksi-faksi
Taliban di negara itu. Dalam pertemuan dengan Ghani pada hari Rabu, Trump
mengatakan dia ingin melihat pengurangan dalam kekerasan Taliban sebelum
pembicaraan dapat dilanjutkan, membuka jalan bagi penarikan pasukan AS.

*Partner Sindikasi Konten:* SINDOnews
<https://international.sindonews.com/read/1505836/41/afghanistan-siap-ditinggal-pasukan-as-1579819667>
*Tag: **Mohammad Ashraf Ghani*
<https://www.wartaekonomi.co.id/tag10139/mohammad-ashraf-ghani>*, **Donald
Trump* <https://www.wartaekonomi.co.id/tag13148/donald-trump>*, **Militer
AS* <https://www.wartaekonomi.co.id/tag29435/militer-as>*, **Amerika
Serikat (AS)* <https://www.wartaekonomi.co.id/tag4129/amerika-serikat-as>
*, **Afghanistan* <https://www.wartaekonomi.co.id/tag10344/afghanistan>

*Penulis:* Redaksi WE Online

*Editor:* Shelma Rachmahyanti
<https://www.wartaekonomi.co.id/redaksi/shelma>

Kirim email ke