https://www.suara.com/news/2020/01/26/070559/masjid-di-deli-serdang-diamuk-massa-polisi-itu-bukan-masalah-agama?utm_source=izooto&utm_medium=notification&utm_campaign=terpopuler


Masjid di Deli Serdang Diamuk Massa, Polisi: Itu Bukan Masalah Agama

Bangun Santoso

Minggu, 26 Januari 2020 | 07:05 WIB

Sejumlah warga memadati halaman Masjid Al Amin, Jalan Belibis, Kelurahan
Tegal Sari Mandala II, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang,
Sumatera Utara, Sabtu dini hari. [ANTARA/Nur Aprilliana Br Sitorus]

*Bentrok massa di Deli Serdang hingga menyasar sebuah masjid diduga dipicu
akibat penertiban warung tuak* Suara.com - Kapolrestabes Medan, Kombes
Johnny Eddizon Isir memberikan penjelasan terkait insiden kerusuhan
berujung penyerangan Masjid Al Amin dan sejumlah rumah warga di Jalan
Belibis, Kelurahan Tegal Sari Mandala II, Kecamatan Percut Sei Tuan,
Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara pada Jumat (24/1) hingga Sabtu dini
hari.

Johnny mengatakan, hingga Sabtu (25/1) siang, situasi di lokasi kejadian
sudah aman dan kondusif. Namun, personel Brimob, Koramil dan Polrestabes
Medan bersama Polsek setempat masih disiagakan untuk mencegah adanya
potensi keributan susulan.

Ia menjelaskan, berdasarkan keterangan dari warga sekitar, ada warga
Rajawali yang membuka warung tuak di pinggiran rel kereta api. Kemudian,
menurut warga Belibis warung tuak itu cukup meresahkan.

Atas keluhan warga itu, kemudian pihak pemerintah menindaklanjuti dan
menertibkan warung tuak tersebut. Hal itu dilakukan karena upaya-upaya
mediasi untuk membongkar sendiri sudah disampaikan, namun tak juga
diindahkan.

“Jadi ini residu mungkin sama pihak yang ditertibkan. Kemudian mereka
menganggap ada warga di sekitar situ (Jalan Belibis) yang melaporakan agar
warung itu ditertipkan. Dan terjadilah keributan berujung saling lempar
batu antara kedua kelompok,” Kata Johnny sebagaimana
dilansir Medanheadlines.com (jaringan Suara.com).

Saat saling lempar, Kebetulan di sekitar Jalan Belibis ada rumah ibadah
yakni Masjid Al Amin. Akibatnya, ada batu yang menyasar dan akhirnya
mengenai kaca jendela masjid. Hal itulah yang kemudian membuat suasana
semakin tidak terkendali karena sebagian warga menyebut masjid yang
diserang.

“Jadi, bukan masjid yang menjadi sasarannya. Ini ada dua kelompok yang
saling lempar, sehingga ada batu nyasar ke jendela masjid,” ucap Johnny.

Johnny kembali menegaskan, pihaknya akan melakukan proses hukum terkait
laporan pengerusakan dari BKM masjid dan warga yang terkena lemparan batu.
Langkah-langkah penegakan hukum secara transparan dan akuntable akan mereka
lakukan untuk menindaklanjuti kasus ini, kata dia.

Cara persuasif dengan menjelaskan permasalahan kepada masyarakat sekitar
untuk menyerahkan terduga pelaku ke polisi juga sudah dilakukan.

“Karena ini permasalahan sosial, bukan berkaitan dengan masalah agama atau
lainnya,” imbuhnya.

Ia juga mengimbau, agar masyarakat bisa lebih bijak menerima, menalar dan
men-sharing setiap informasi, apakah itu berupa video maupun gambar.
Tujuannya supaya tidak menambah informasi semakin simpang siur.

“Bijaklah bersosial media, karena kasihan masyarakat lain yang tidak tau
apa-apa kemudian tergerak dan menjadi korban,” katanya lagi.

Kirim email ke