Kamis, 30 Jan 2020 08:54 WIB

Asabri Tekor Gara-gara Benny Tjokro

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Jakarta - 
PT Asabri (Persero) mencatat penurunan aset cukup dalam lantaran perusahaan 
menempatkan investasi pada saham di grup usaha Benny Tjokrosaputro alias Benny 
Tjokro dan Heru Hidayat.

"Yang dimaksud saham grup Hanson Internasional grup Benny Tjokro sama Heru 
Hidayat," kata Direktur Utama Asabri Sonny Widjaja dalam rapat dengar pendapat 
(RDP) di Komisi XI DPR RI, Jakarta, Rabu kemarin (29/1/2020).

Sonny menjelaskan, pengelolaan program Tabungan Hari Tua (THT), Jaminan 
Kecelakaan Kerja (JKK), dan Jaminan Kematian (JKM) mengalami penurunan aset. 
Total aset dalam pengelolaan program tersebut tercatat Rp 19,4 triliun pada 
2018, kemudian dalam laporan keuangan 2019 yang belum diaudit menjadi Rp 10,6 
triliun.

"Total aset tahun 2018 sebesar Rp 19,4 triliun sedangkan unaudited 2019 sebesar 
Rp 10,6 triliun. Ini terjadi karena penurunan nilai saham dan reksa dana. Dan 
yang menonjol adalah saham dan reksa dana dua orang yang menjadi tetangga 
sebelah kita," jelasnya.

Selanjutnya, total aset dalam iuran pensiun juga mengalami penurunan. Total 
aset pada 2018 tercatat Rp 26,9 triliun, kemudian anjlok menjadi Rp 18,9 
triliun.

"Penurunan ini lagi-lagi terjadi nilai saham dan reksa dana yang menurun 
khususnya dari dua orang itu, karena (saham) Rp 400-500 tinggal Rp 50 perak," 
ujarnya.

Benny Tjokro Mau Ganti Rugi

Meski tekor, Sonny Widjaja mengungkapkan, Benny dan Heru bersedia mengganti 
kerugian tersebut. Sonny bilang keduanya bersedia mengganti investasi 
perusahaan sebesar Rp 10,9 triliun.

Sonny menjelaskan, pihaknya telah meminta pertanggungjawaban pada pertengahan 
2019 lalu. Kala itu, saham perusahaan di grup usaha Benny dan Heru terus 
menurun.

"Dan komitmen beliau, tanggung jawab beliau sudah kita minta karena pertengahan 
2019 ketika sahamnya semakin menurun tidak perubahan, tidak ada recovery yang 
bersangkutan kita panggil. Kita minta pertanggungjawaban, karena saya bilang 
uang prajurit dan Polri mereka bersenjata," terangnya

Lanjut Sonny, kedua orang itu telah berkomitmen membayar utang dan 
menandatangani dokumen kesepakatan.

"Akhirnya mereka komitmen, Anda (anggota DPR) saya berikan berkasnya, beliau 
sudah tanda tangan notariat, potensi kembali, kalau saya gabung dua orang, dua 
orang kurang lebih akan ketemu Rp 10,9 triliun," paparnya.

(dna/dna)

Kirim email ke