Apa khabar pengamat? Apakah benar Omnibus Law bisa menyelmatkan NKRI dari
kemerosotan?

https://www.sinarharapan.co/ekonomi/read/12890/ini_jawaban_sri_mulyani_atas_laporan_bank_dunia



Ini Jawaban Sri Mulyani Atas Laporan Bank DuniaKamis , 30 Januari 2020 |
14:52

JAKARTA - Laporan Bank Dunia yang berjudul Aspiring Indonesia-Expanding the
Middle Class menyebutkan bahwa ada 115 juta penduduk Indonesia rentan
kembali miskin. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati meyakini Omnibus Law
bisa menjadi penangkalnya.

Bank Dunia mencatat selama 15 tahun terakhir, Indonesia telah membuat
kemajuan luar biasa dalam mengurangi tingkat kemiskinan yang sekarang
berada di bawah 10%. Selama periode itu kelas menengah Indonesia tumbuh
dari 7% menjadi 20% dari total penduduk atau sekitar 52 juta orang.

Namun yang perlu diperhatikan adalah masyarakat miskin yang baru saja
keluar dari garis kemiskinan. Jumlahnya mencapai 45% dari penduduk
Indonesia atau sebanyak 115 juta orang.

Mereka belum masuk ke kelas menengah dengan kondisi keuangan yang aman.
Sebelum masuk ke posisi itu mereka sangat rentan untuk kembali lagi ke
bawah garis kemiskinan.

Bank dunia menilai mendukung jutaan orang yang memiliki aspirasi untuk
menjadi bagian kelas menengah, Indonesia perlu menciptakan lebih banyak
lapangan pekerjaan dengan upah yang lebih baik. Untuk mencapai itu
memerlukan perbaikan lingkungan usaha dan investasi pada infrastruktur.

Sri Mulyani pun sepakat, untuk mencapai kelas menengah, mereka yang baru
saja keluar dari garis kemiskinan memang memerlukan pekerjaan dengan gaji
yang mumpuni.

"Ya pada dasarnya yang disebut middle class adalah mereka yang bisa
mendapatkan pekerjaan dengan gaji yang baik. Karena itu kita memikirkan
bagaimana menciptakan lingkungan untuk mengembangkan lapangan pekerjaan,"
tuturnya di Energy Building, Jakarta, Kamis (30/1/2020).

Selama ini menurutnya Indonesia selalu terkendala masalah regulasi yang
panjang dan berbelit. Alhasil investasi sulit terealisasi. Padahal
investasi yang bisa menciptakan lapangan pekerjaan.

"Apakah Omnibus Law menjadi salah satu yang mendorong kelas menengah? Ya
jelas iya. Karena tujuannya untuk menciptakan lapangan pekerjaan,"
tambahnya.

Draf RUU Omnibus Law saat ini tengah dimatangkan oleh pemerintah sebelum
digodok bersama DPR RI. Namun belakangan sering menimbulkan polemik,
khususnya Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja.

Sri Mulyani menilai apa yang terjadi sebenarnya lantaran seluruh pihak
membaca draf lama yang belum mengalami perubahan. Dirinya berharap seluruh
pihak sabar menanti selesainya seluruh Omnibus Law yang berjumlah 4
undang-undang.

"Naskah yang beredar bukan naskah yang official. Toh kita belum sampaikan
ke DPR," tutupnya.

Kirim email ke