Tiongkok belum mau menjual US Treasury bonds nya (utangnya Amerika) sebab akan 
rugi kalau maturity bond-nya belum sampai waktunya (ada penalty-nya). Bonds-nya 
yg dipunyai Tkk sudah ada yg "mature" dan sudah dikeluarkan. Dan rasanya Tkk 
sudah tidak membeli US Treasury bond lagi utk membantu utangnya Amerika.
Amerika, memang, masih the largest market tujuan export dari Tkk tetapi cuma 
18% dari total export dari Tkk. Jadi trade war antara AS dan Tkk tidak 
signifikan pengaruhnya.
OBOR (One Belt One Road) adalah tindakan geopolitik/ekonomi yg "brillant" utk 
menghubungkan Asia, Eropa dan Afrika. Dan akan memperkuat ekonomi negara2 di 
benua ini dan akan memperlemah kekuatan agresif AS (geopilitik/ekonomi dan 
militer). Tkk akan/lagi membangun pelabuhan di Myanmar (telah disetujui utk 
keuntungan bersama), yg sangat berguna ber-jaga2 kalau AS meng-blok Selat 
Malaka, misal, utk pengiriman minyak. Selain utk akan mempercepat waktu 
perdangangan dgn negara2 di ketiga benua ini tanpa harus berputar melalui Selat 
Malaka. Selain itu pipa/pipeline gas akan dibangun antara Rusia dan Tkk utk 
mengjamin energy supply.

    On Sunday, February 2, 2020, 12:03:07 PM CST, marthajan04 
[email protected] [GELORA45] <[email protected]> wrote:  
 
     

Kutipan:    
   - "China and Japan are the biggest owners of the U.S. debt, but they have no 
incentive to create a collapse.3 The United States is the largest market for 
these countries. If the U.S. economy fails, so do theirs. Despite what 
doomsayers may claim, China is not selling all of its dollar holdings. The U.S. 
debt to China has remained above $1 trillion since 2013."

https://www.thebalance.com/us-economy-wont-collapse-3980688



Sent from my Verizon, Samsung Galaxy smartphone
    

Kirim email ke