*Mereka dikirim dengan sepengetahuan  rezim berkuasa, maka tentu saja
negara mempunyai tugas untuk memulangkan mereka. Kekalahan ISIS di Irak dan
Syria membuat rezim neo-Mojopahit dan MUInya merubah sikap  menjadi
penentang yang mereka sebut radikalisme.*




https://nasional.tempo.co/read/1303194/fachrul-razi-klarifikasi-keterangannya-soal-kepulangan-wni-isis/full&view=ok


*Fachrul Razi Klarifikasi Keterangannya soal Kepulangan WNI ISIS*

Reporter:
*Halida Bunga*

Editor:
*Amirullah*

Selasa, 4 Februari 2020 08:53 WIB




*TEMPO.CO <http://TEMPO.CO>*, *Jakarta* - Menteri Agama Fachrul Razi
<https://www.tempo.co/tag/fachrul-razi> mengklarifikasi pernyataannya
terkait 600 warga negara Indonesia eks kelompok Negara Islam Irak dan
Suriah (ISIS) yang segera dipulangkan ke Indonesia. Dia menyebut pemerintah
masih mengkaji kemungkinan kepulangan itu.

"Rencana pemulangan mereka itu belum diputuskan pemerintah dan masih dikaji
secara cermat oleh berbagai instansi terkait di bawah koordinasi
Menkopolhukam. Tentu ada banyak hal yang dipertimbangkan, baik dampak
positif maupun negatifnya," kata Fachrul melalui siaran pers yang diterima
Tempo pada Selasa, 4 Februari 2020.

Fachrul menjelaskan, pembahasan ini masih terus dilakukan. Dia menyebut
Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) memberikan saran terkait
pentingnya upaya pembinaan jika WNI eks ISIS dipulangkan.

Meski begitu, kata Fachrul, proses pembinaan itu bukan hal mudah karena
mereka adalah orang-orang yang sudah terpapar oleh idealisme yang sangat
radikal.

"Kami akan terus upayakan langkah terbaik, dengan menjalin sinergi semua
elemen masyarakat. Tidak hanya pemerintah, tapi juga LSM dan ormas
keagamaan," katanya.

Dia mengatakan, Kementerian Agama akan terus menggerakkan penguatan
moderasi beragama. Masyarakat terus diberi pemahaman keagamaan tentang
pentingnya nilai-nilai moderasi dan toleransi.

Sehingga, kata fachrul, mereka tidak terus terjebak dalam pemahaman yang
terlampau ekstrem, baik kiri berupa liberalisme-sekular, maupun kanan dalam
sikap konservatisme-radikal.

"Semua kami ajak dan bina untuk mendekat pada titik gravitasi
kesetimbangan, berupa moderasi beragama. Semoga, hal ini juga bisa
dilakukan kepada para eks ISIS jika mereka akan dipulangkan," ujarnya.

Sebelumnya, Fachrul menyebut BNPT akan memulangkan 600 warga negara
Indonesia yang tergabung dalam ISIS dari Timur Tengah. Dia menyebut 600 WNI
yang tergabung dalam ISIS itu sebagian besar telah membakar paspor
Indonesia agar merasa dekat dengan Tuhan.

"Sekarang mereka terlantar di sana dan karena kepentingan kemanusiaan akan
dikembalikan ke Indonesia," ujar dia dalam sambutannya di acara deklarasi
Organisasi Masyarakat Pejuang Bravo Lima di Ballroom Discovery Ancol Hotel,
Taman Impian Jaya Ancol pada Sabtu, 1 Februari 2020.

Kirim email ke