*https://www.eramuslim.com/berita/nasional/menkeu-keceplosan-presiden-bilang-penting-janji-dulu-mikirnya-nanti.htm#.Xjn9pWhKi00
<https://www.eramuslim.com/berita/nasional/menkeu-keceplosan-presiden-bilang-penting-janji-dulu-mikirnya-nanti.htm#.Xjn9pWhKi00>
*


*Menkeu Keceplosan: Presiden Bilang Yang Penting Janji Dulu, Mikirnya
Nanti…*

Redaksi – Selasa, 8 Jumadil Akhir 1441 H / 4 Februari 2020 11:00 WIB

Eramuslim.com – Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati beberapa waktu lalu
mengungkapkan kegalauannya.

Ia mengaku kerap merasakan resah lantaran harus ikut bertanggung jawab
mengakodomodasi janji- janji kampanye Presiden Joko Widodo ( Jokowi).

Kata Sri Mulyani, banyak janji-janji kampanye Jokowi selama Pilpres 2019
lalu, punya dampak sensitif pada pengelolaan anggaran.


Dicontohkannya, salah satu janji kampanye yang cukup membuatnya risau
adalah kartu pra-kerja. Sebabnya, Jokowi memberikan janji untuk memberikan
kartu pra-kerja kepada kepada 2 juta penduduk dengan alokasi anggaran Rp 10
triliun.

“Salah satu yang di-promise Presiden kala itu kartu pra-kerja Rp 10
triliun. Ini saya tanya `Pak ini gimana caranya?kemudian *Pak Presiden
bilang `Udah dipikirin nanti saja. Pokoknya kampanye dulu,*” ucap Sri
Mulyani menirukan jawaban Jokowi saat itu, di Jakarta, Kamis (31/1/2020).


Para pemilik kartu pra-kerja nantinya bisa memilih langsung pelatihan atau
kursus yang diminati melalui platform digital yang telah disiapkan
pemerintah. Akan ada berbagai jenis pelatihan yang disiapkan.

Kartu pra-kerja ini diproyeksikan bisa menyasar 2 juta orang peserta yang
akan difasilitasi dengan pelatihan vokasi seperti keterampilan di bidang
manufaktur, pariwisata, ekonomi digital, dan sebagainya.

Dikutip dari Data Kementerian Keuangan, pengertian kartu pra-kerja
merupakan kartu yang diberikan kepada pencari kerja atau pekerja untuk
mendapatkan layanan pelatihan vokasi (skilling dan re-skilling).

Skilling menyasar bagi pencari kerja berstatus fresh graduate baik baru
lulus sekolah maupun kuliah. Sementara re-skilling menyasar pekerja ter-PHK
atau berpotensi ter-PHK.

Pembekalan bertujuan memberikan keterampilan yang berbeda atau baru untuk
alih profesi misalnya menjadi wirausaha.

Tujuan program kartu pra-kerja adalah mengurangi pengangguran maupun
mencegah pengangguran kembali. Kartu ini juga digunakan untuk mendapatkan
sertifikasi kompetensi kerja.BUMN maupun perusahaan swasta nantinya akan
dilibatkan dalam program tersebut. Selain itu, balai latihan kerja (BLK)
yang sudah ada juga bisa dilibatkan dalam memberi pelatihan ini.

Sebelumnya, Sri Mulyani mengaku tak memiliki perhitungan untuk
mengalokasikan program tersebut ke dalam anggaran.

Untuk itulah, Sri Mulyani segara melakukan perhitungan dalam proses
realisasi program tersebut. Dan proses yang dibutuhkan menjadi lebih
singkat karena bantuan teknologi.

“Cepet cari supply demand-nya, untungnya crowdsourcing untuk ide itu
cepat,” ujar dia. [ljc
<https://www.law-justice.co/artikel/80534/menkeu-keceplosan-presiden-yang-penting-janji-dulu-pikirnya-nanti/>
]

Kirim email ke