Kemenlu Tiongkok Kritik AS Berikan Tanggapan Berlebihan Soal Wabah
Virus Corona
http://indonesian.cri.cn/20200204/2fe75165-f5eb-93a8-a31e-1391271348c3.html
2020-02-04 12:43:10
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Hua Chunying dalam jumpa
pers Online pertama pada hari Senin kemarin (3/2) menyatakan, menghadapi
penyebaran wabah virus corona jenis baru, pemerintah Amerika Serikat
telah memberikan reaksi dan mengambil tindakan yang berlebihan yang
bertentangan dengan usulan Badan Kesehatan Dunia (WHO).
Baru-baru ini sejumlah negara berturut-turut mengumumkan langkah-langkah
yang melarang kunjungan warga negara Tiongkok, di mana AS telah
menaikkan status risiko perjalanan ke Tiongkok ke level tertinggi, dan
melarang semua warga asing yang memiliki riwayat perjalanan ke Tiongkok
dalam waktu 14 hari terakhir sejak 2 Februari untuk memasuki wilayah AS.
Menanggapi langkah-langkah AS tersebut, Hua Chunying mengatakan, sejak
merebaknya wabah virus corona, mayoritas negara menyatakan apresiasi dan
dukungan terhadap upaya penanggulangan yang dilakukan Tiongkok. Tiongkok
mengerti dan menghormati langkah-langkah karantinanya terhadap warga
negara Tiongkok sebelum masuk ke wilayahnya. Sementara itu, ada juga
sejumlah negara, khususnya AS telah memberikan tanggapan yang berlebihan
yang ternyata tidak sesuai dengan proposal WHO.
Hua Chunying menunjukkan, sampai sekarang pemerintah AS masih belum
menyediakan bantuan substantif apa pun kepada Tiongkok, malah menjadi
negara pertama yang memulangkan staf dari konsulatnya di kota Wuhan dan
negara pertama yang mengumumkan langkah pembatasan kunjungan terhadap
warga negara Tiongkok. Sementara itu, AS terus menyebarluaskan kepanikan
dan berperan contoh yang sangat jelek. Bahkan media dan para ahli AS
sudah menyatakan keraguannya terhadap langkah-langkah yang diambil
pemerintah AS. Tiongkok mencatat, Menteri Kesehatan Kanada menegaskan,
pihaknya tidak akan mengikuti AS dalam pembatasan perjalanan warga
Tiongkok maupun warga negara asing mana pun yang pernah berkunjung ke
Tiongkok selama ini. Hal ini menjadi kontras tajam dengan tindakan AS.
Hua Chunying mengatakan, sejak terjadinya wabah virus corona, pemerintah
Tiongkok telah mengambil tindakan pencegahan dan pengendalian yang
paling ketat dengan bersikap tanggung jawab terhadap kesehatan rakyat.
Banyak tindakannya telah melampaui permintaan yang tercantum dalam
Peraturan Kesehatan Internasional, dan dinilai oleh Direktur Jenderal
WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus sebagai “teladan baru penanggulangan
epidemi”. Tedros menjelaskan bahwa diumumkannya oleh WHO “status darurat
kesehatan publik yang meresahkan dunia” tidak berarti pihaknya tidak
percaya pada Tiongkok, melainkan WHO penuh keyakinan terhadap kemampuan
Tiongkok untuk mengendalikan penularan wabah virus corona kali ini.
Tidak ada alasan apa pun untuk diambil langkah pembatasan perjalanan dan
perdagangan internasional.