https://www.hidayatullah.com/berita/nasional/read/2020/02/05/177408/rocky-gerung-ibu-kota-tidak-pindah-yang-pindah-presidennya.html



Rocky Gerung: Ibu Kota Tidak Pindah, yang Pindah Presidennya
Rabu, 5 Februari 2020 - 05:26 WIB

"Atasi banjir silakan pindahkan ibu kota, tapi kalau bilang 'karena banjir
maka mesti pindahin ibu kota', kan mestinya banjirnya diselesein dulu itu"

Hidayatullah.com– Pada acara peluncuran buku #Kamioposisi karya Mardani Ali
Sera, pengamat politik Rocky Gerung beberapa kali menyinggung soal
pemindahan ibu kota negara. Menurutnya ibu kota tidak pindah.

“Ibu kota tidak pindah, yang pindah itu presidennya,” ucap Rocky disambut
gelak tawa hadirin di Ruang Abdul Muis, Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta,
Selasa (04/02/2020).

Sebelumnya Roky juga sempat menyinggung mengenai pemindahan ibu kota.
Katanya, seharusnya pemindahan itu memperhatikan beberapa hal terlebih
dahulu. Salah satunya masalah penanganan banjir di Jakarta saat ini.

“Atasi banjir silakan pindahkan ibu kota, tapi kalau bilang ‘karena banjir
maka mesti pindahin ibu kota’, kan mestinya banjirnya diselesein dulu itu,”
imbuhnya di laman berbagi video Youtube.

Selain itu, Rocky juga menyinggung Wakil Presiden Indonesia, KH Ma’ruf
Amin. Menurut pengamatan Rocky, Wakil Presiden sangat jarang muncul di
hadapan publik, padahal statusnya sebagai wakil kepala negara.Sebelumnya
Rocky beberapa kali keliru menyebut nama Ma’aruf.

“Karena jarang muncul, saya suka lupa namanya. Bukan salah saya, salah
pers. Kenapa nggak diberitakan apa sebetulnya yang terjadi pada beliau,”
sebut Rocky.

Rocky juga menyinggung Wapres mengenai perkataannya kepada Presiden Jokowi
bahwa negara baik-baik saja di 100 hari kerja pertama. Menurut Rocky hal
itu seperti jeruk makan jeruk.

“Jadi ini pertama kali terjadi Wakil Presiden mengevaluasi presidennya dan
mengatakan baik-baik saja. Ajaib. Itu sama dengan jeruk makan jeruk. Kan
yang mesti mengevaluasi adalah oposisi. Masa, Wakil Presiden mengevaluasi
Presiden dan kesimpulannya baik-baik saja, tentu saja, kalau nggak, bisa
diganti dia,” sebut Rocky.

Rocky kemudian mengatakan, ia ingin adanya oposisi pemerintah sebagai
pikiran alternatif. Pikiran alternatif tersebut sebagai kritik, bukan
pujian kepada pemerintah.

“Jadi itu dasarnya, kita ingin mengerti betul bahwa oposisi itu adalah
pikiran alternatif, oposisi itu pendapat alternatif, dalam bentuk apa?
Pasti dalam bentuk kritik, nggak mungkin dalam bentuk pujian. Kan itu
poinnya,” imbuhnya.* *Abdul Mansur J*

Rep: Admin Hidcom

Editor: Muhammad Abdus Syakur

Kirim email ke