Kok ngamuk? Kok jadi kaya anak kecil? Kalo memang ga benar ya tunjukkan saja
bahwa US salah. Kenapa mesti muring? Tuh saya dapat video WA yg nunjukkin
airport Singapore sepiiiii banget. Juga di mrtnya.Ga kedengaran Singapore
nyalahin AS. Belum denger juga AS larang warganya ke Singapore. Tapi kok sepi.
Siapa tukang ngojok2innya ya?Sent from my Verizon, Samsung Galaxy smartphone
-------- Original message --------From: "ChanCT [email protected]
[GELORA45]" <[email protected]> Date: 2/5/20 7:44 PM (GMT-08:00) To:
GELORA_In <[email protected]> Subject: [GELORA45] Tindakan Tidak Terpuji
AS Halangi Kerja Sama Internasional
Tindakan Tidak Terpuji
AS Halangi Kerja Sama Internasional
http://indonesian.cri.cn/20200205/f3c49d5f-2b86-7752-c7f5-713bb8deebad.html
2020-02-05
15:34:09
Saat ini Tiongkok tengah
berpacu dengan waktu dan berjibaku memerangi wabah virus
corona jensi baru. Masyarakat internasional juga telah
memberikan solidaritas dan bantuan kepada Tiongkok. Akan
tetapi, Amerika Serikat, negara yang paling maju dan terbesar
di dunia tidak memberikan bantuan substantif apa pun kepada
Tiongkok, malah menjadi negara pertama yang memulangkan staf
konsulatnya di kota Wuhan, negara pertama yang mengajukan
permohonan untuk menarik mundur sebagian petugasnya dari
kedutaan besarnya di Tiongkok, sekaligus negara pertama yang
mengumumkan pembatasan kunjungan warga negara Tiongkok ke
wilayah AS. Boleh dikatakan AS telah memberikan contoh yang
sangat jelek dan telah menyebarluaskan kepanikan di seluruh
dunia.
Dari serangkaian tindakan
tidak terpuji tersebut, AS dikritik telah memberikan reaksi
berlebihan terhadap penyebaran wabah virus corona kali ini.
Tindakannya tidak hanya bertentangan dengan usul WHO, tapi
juga menghalangi kerja sama internasional dalam penanggulangan
wabah.
AS adalah negara dengan
sistem kesehatan publik yang lengkap dan fasilitas karantina
yang maju, namun berkali-kali mengambil tindakan yang
berlebihan, apa lagi telah memasukkan Tiongkok dalam kategori
yang sama dengan sejumlah negara yang dilanda peperangan,
bahkan menaikkan status peringatan perjalanan ke Tiongkok ke
level tertinggi, yang nyata sekali telah melanggar usul WHO,
menyebarluaskan kepanikan dan memberikan contoh negatif yang
jelek. Tindakan AS tersebut tidak bertanggung jawab terhadap
upaya penanggulangan wabah global.
Direktur Jenderal WHO Tedros
Adhanom Ghebreyesus hari Senin (3/2) mengimbau semua negara
tidak memberlakukan intervensi terhadap perjalanan dan
perdagangan internasional, dan menengaskan bahwa pembatasan
serupa berpotensi meningkatkan kepanikan dan prasangka, dan
tidak bermanfaat bagi kesehatan publik. Harian Washington Post
menunjukkan, sejumlah negara yang memberlakukan larangan
perjalanan tanpa mengindahkan kenyataan sudah melanggar
Regulasi Kesehatan Internasional.
Pada hal, dari
tindakan-tindakan tersebut beserta serangkaian kebijakan yang
dilaksanakan pemerintah AS, masyarakat internasional semakin
menyadari bahwa AS tengah semakin menjauhkan diri dari kerja
sama internasional yang berlandaskan pada peraturan. Tindakan
AS tersebut sudah membuat rintangan bagi kerja sama
internasional.