Hehehee, ... memang siapa yang ngamuk? Kan sudah dibilang dimana sikap
AS yang berlebihan itu, ... yang lebih konyol dimedsos diberitakan
pesawat AS yang jemput pejabat Konsulat di Wuhan, lebih turunkan
"BANTUAN" di He Fei dahulu. Lalu, ada yang nyanggah, kalau "BANTUAN"
untuk Wuhan kenapa diturunkan di He Fei??? Lalu lagi, ada yang
menyatakan tim-sukarelawan kesehatan AS juga sudah tiba di Wuhan. Yang
bahkan dibantah jubir Kemenlu RRT! Sungguh tidak masuk akal! Ternyata
yang keluarkan hoax semacam ini perusuh2/kacoa2 Hongkong, ...
Memangnya kesepian airport di Singapore ada hubungan dengan AS? Kenapa
pula AS harus larang warganya ke Singapore? Hanya karena ada 12 orang
terjangkit virus Corona di Singapore??? Dimana logikanya, ...?
On 6/2/2020 下午2:25, marthajan04 [email protected] [GELORA45] wrote:
Kok ngamuk? Kok jadi kaya anak kecil? Kalo memang ga benar ya
tunjukkan saja bahwa US salah. Kenapa mesti muring?
Tuh saya dapat video WA yg nunjukkin airport Singapore sepiiiii
banget. Juga di mrtnya.
Ga kedengaran Singapore nyalahin AS. Belum denger juga AS larang
warganya ke Singapore. Tapi kok sepi. Siapa tukang ngojok2innya ya?
Sent from my Verizon, Samsung Galaxy smartphone
-------- Original message --------
From: "ChanCT [email protected] [GELORA45]" <[email protected]>
Date: 2/5 /20 7:44 PM (GMT-08:00)
To: GELORA_In <[email protected]>
Subject: [GELORA45] Tindakan Tidak Terpuji AS Halangi Kerja Sama
Internasional
Tindakan Tidak Terpuji AS Halangi Kerja Sama Internasional
http://indonesian.cri.cn/20200205/f3c49d5f-2b86-7752-c7f5-713bb8deebad.html
2020-02-05 15:34:09
Saat ini Tiongkok tengah berpacu dengan waktu dan berjibaku memerangi
wabah virus corona jensi baru. Masyarakat internasional juga telah
memberikan solidaritas dan bantuan kepada Tiongkok. Akan tetapi,
Amerika Serikat, negara yang paling maju dan terbesar di dunia tidak
memberikan bantuan substantif apa pun kepada Tiongkok, malah menjadi
negara pertama yang memulangkan staf konsulatnya di kota Wuhan, negara
pertama yang mengajukan permohonan untuk menarik mundur sebagian
petugasnya dari kedutaan besarnya di Tiongkok, sekaligus negara
pertama yang mengumumkan pembatasan kunjungan warga negara Tiongkok ke
wilayah AS. Boleh dikatakan AS telah memberikan contoh yang sangat
jelek dan telah menyebarluaskan kepanikan di seluruh dunia.
Dari serangkaian tindakan tidak terpuji tersebut, AS dikritik telah
memberikan reaksi berlebihan terhadap penyebaran wabah virus corona
kali ini. Tindakannya tidak hanya bertentangan dengan usul WHO, tapi
juga menghalangi kerja sama internasional dalam penanggulangan wabah.
AS adalah negara dengan sistem kesehatan publik yang lengkap dan
fasilitas karantina yang maju, namun berkali-kali mengambil tindakan
yang berlebihan, apa lagi telah memasukkan Tiongkok dalam kategori
yang sama dengan sejumlah negara yang dilanda peperangan, bahkan
menaikkan status peringatan perjalanan ke Tiongkok ke level tertinggi,
yang nyata sekali telah melanggar usul WHO, menyebarluaskan kepanikan
dan memberikan contoh negatif yang jelek. Tindakan AS tersebut tidak
bertanggung jawab terhadap upaya penanggulangan wabah global.
Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus hari Senin (3/2)
mengimbau semua negara tidak memberlakukan intervensi terhadap
perjalanan dan perdagangan internasional, dan menengaskan bahwa
pembatasan serupa berpotensi meningkatkan kepanikan dan prasangka, dan
tidak bermanfaat bagi kesehatan publik. Harian Washington Post
menunjukkan, sejumlah negara yang memberlakukan larangan perjalanan
tanpa mengindahkan kenyataan sudah melanggar Regulasi Kesehatan
Internasional.
Pada hal, dari tindakan-tindakan tersebut beserta serangkaian
kebijakan yang dilaksanakan pemerintah AS, masyarakat internasional
semakin menyadari bahwa AS tengah semakin menjauhkan diri dari kerja
sama internasional yang berlandaskan pada peraturan. Tindakan AS
tersebut sudah membuat rintangan bagi kerja sama internasional.