Lain di mulut lain di hati, berani sumpah tidak takut mati, apakah begitu
karakternya?


https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20200206105246-532-472179/menerka-gimik-sri-mulyani-curhat-janji-kampanye-jokowi?utm_source=notifikasi&utm_campaign=browser&utm_medium=desktop



<https://www.cnnindonesia.com/> <https://www.cnnindonesia.com/>
<https://www.cnnindonesia.com/>
ANALISIS Menerka Gimik Sri Mulyani Curhat Janji Kampanye Jokowi

*Agnes Savithri*, CNN Indonesia | Kamis, 06/02/2020 13:14 WIB

Bagikan :

[image: Menerka Gimik Sri Mulyani Curhat Janji Kampanye Jokowi] Para ekonom
melihat gimik yang diutarakan Menkeu Sri Mulyani relevan dengan kondisi
yang terjadi dalam internal pemerintahan. (CNN Indonesia/ Bisma Septalisma)


Jakarta, CNN Indonesia -- Pekan lalu, Menteri Keuangan *Sri Mulyani
<https://www.cnnindonesia.com/tag/sri-mulyani>* Indrawati curhat pernah
sakit perut saat menjalankan tugas-tugas dari Presiden *Joko Widodo *
<https://www.cnnindonesia.com/tag/joko-widodo>(Jokowi). Salah satunya, saat
mengatur keuangan untuk merealisasikan janji kampanye presiden petahana di
Pemilihan Presiden 2019 lalu.

"Namanya *the beauty of election*, menjanjikan apa yang gratis. Tapi saya
kebanyakan sakit perutnya," ucap Sri Mulyani saat menghadiri sebuah acara
pekan lalu.

Bendahara negara tersebut menceritakan program Jokowi yang membuatnya
'sakit perut' adalah Kartu Prakerja. Kala itu, Jokowi menjanjikan
masyarakat akan membuat kartu untuk program pelatihan keterampilan
sekaligus biaya hidup dalam beberapa bulan.


Saat itu, belum diketahui berapa dana yang akan didapat oleh masing-masing
penerima, begitu pula dengan jumlah penerima. Setelah janji terlanjur
diucap, para kementerian terkait pun mulai menghitung estimasi anggaran
yang dibutuhkan.
Lihat juga:

 Jokowi Terbitkan Aturan Tarif Energi Terbarukan Tahun Ini
<https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20200205180521-85-472024/jokowi-terbitkan-aturan-tarif-energi-terbarukan-tahun-ini/>

Perkiraannya jumlah anggaran yang diperlukan mencapai Rp10 triliun karena
akan menyasar sekitar dua juta penerima.

"Saat itu dananya Rp10 triliun. Saya tanya 'Bagaimana caranya
(merealisasikannya) Pak?' Pak Presiden bilang pokoknya kampanye dulu,"
ceritanya.

Padahal, kata Sri Mulyani, janji tersebut harus direalisasikan pada tahun
berikutnya. Artinya, kebutuhan dana program juga harus segera dimasukkan ke
Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2020.

"Sedikit curhat, waktu selesai *election* (Pilpres), *bill* (tagihan)
datanglah itu, banyak banget. Itu semua harus *reflecting (*tercermin) ke
dalam APBN," ujarnya.

Kendati begitu, sambungnya, para pembantu presiden akhirnya tetap berusaha
merealisasikan berbagai janji kampanye Jokowi. Apalagi, Jokowi kembali
terpilih menjadi orang nomor satu di Indonesia untuk periode pemerintahan
kedua.
Lihat juga:

 Pemerintah Gelontorkan Rp5 T untuk Pembangunan Bali Baru
<https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20200206102625-532-472171/pemerintah-gelontorkan-rp5-t-untuk-pembangunan-bali-baru/>

Berkaca dari gimik bendahara negara tersebut, Direktur Eksekutif Institute
for Development of Economic and Finance (Indef) Tauhid Ahmad menilai
candaan tersebut merupakan keluh kesah terhadap yang terjadi dalam internal
pemerintahan.

"Kalau saya tangkap, sebenarnya (Menkeu) berkeluh kesah apa yang terjadi di
internal mereka," ujarnya kepada *CNNIndonesia.com*, Rabu (5/2).

Tauhid memaparkan basis penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara
Indonesia (APBN) adalah Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Nasional
(RPJMN). Sementara itu, dalam draf awal, visi dan misi presiden belum masuk.

"Sehingga, ketika ada janji presiden, maka ada yang* match* dan ada yang
tidak *match.* Termasuk kartu prakerja yang tidak *match* dengan draft
RPJMN awal," ungkap Tauhid.
Lihat juga:

 DPR Desak Pemerintah Pangkas Harga Tiket Pesawat
<https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20200205175935-92-471979/dpr-desak-pemerintah-pangkas-harga-tiket-pesawat/>

Dia menambahkan RPJMN merupakan dokumen resmi yang juga bisa menggambarkan
visi misi presiden. Sehingga ketika mengubah RPJMN harus memperhatikan yang
akan diamalkan oleh presiden rasional atau tidak.

"Apakah kartu prakerja rasional secara program, anggaran, implementasi dan
sebagainya. Menurut saya, kalau rasional ya harus dilakukan," tambahnya.

Tauhid menilai jika tidak rasional, maka bendahara negara berhak
menyampaikan agar tidak tidak membebani agenda lain.

Ia pun menambahkan, secara teknokratis, prosedurnya ketika presiden dan tim
kampanye menyampaikan visi dan misi, draf awal RPJMN sudah disampaikan.
Artinya, pemerintah sudah ada prioritas awal.

Namun, secara politis, kadang visi dan misi presiden ada yang keluar dari
'rel', ada sesuatu yang tidak dipikirkan.

"Janji politik presiden itu akan berbuah di konsekuensi anggaran sehingga
itu yang harus dikonsultasikan dari awal tentang visi dan misi presiden
kepada Bappenas. Mana yang rasional dan tidak," ungkapnya.
Lihat juga:

 Produksi Freeport Turun Seret Ekonomi Papua Minus 15 Persen
<https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20200205144753-85-471906/produksi-freeport-turun-seret-ekonomi-papua-minus-15-persen/>

Ia mengingatkan apabila memaksakan sesuatu yang tidak rasional, hasilnya
tidak akan optimal.

"Kurangnya di situ," tegas Tauhid.

Sejalan dengan itu, Ekonom Universitas Indonesia Fithra Faisal Hastiadi
menilai gimik Sri Mulyani memang relevan. Fithra menilai cukup sulit
membuat janji kampanye presiden agar sejalan dengan anggaran keuangan yang
telah dibuat terlebih dahulu.

"Agak sulit melihat dari sistem di Indonesia. Sebagian presiden di luar,
relatif *in line* (anggaran dan program). Birokrasi di atas kepentingan
presiden. Seperti di Jepang dan Jerman yang memiliki sistem sudah ," jelas
Fithra.

Indonesia, sambung dia, memang memiliki sistem seperti Amerika Serikat
(AS). Namun, AS memiliki anggaran yang besar sehingga fleksibel dalam
memenuhi janji kampanye presiden. Sementara, Indonesia tidak seperti itu.

Fithra melihat Indonesia masih mengalami transisi yang belum selesai dan
sistem yang berjalan saat ini belum stabil. Menurut dia, anggaran dan
program bisa sejalan jika kampanye dibuat jauh sebelum anggaran sudah
'ketok palu'.

Kirim email ke