https://www.eramuslim.com/berita/nwo-untold/ketika-soeharto-bertemu-dewi-ratna-sari-dan-bu-tien-cemburu.htm/3#.XkKNPDFKi00

Ketika Soeharto Bertemu Dewi Ratna Sari dan Bu Tien Cemburu

Redaksi – Selasa, 15 Jumadil Akhir 1441 H / 11 Februari 2020 06:00 WIB

Eramuslim.com – TAK lama setelah menerima Supersemar (Surat Perintah 11
Maret 1966), Panglima Kostrad Mayjen TNI Soeharto bertemu dengan Ratna Sari
Dewi di lapangan golf di Rawamangun, Jakarta Timur. Pertemuan itu diatur
dengan hati-hati mengingat Dewi adalah istri Presiden Sukarno.

Brigjen TNI Yoga Sugomo, asisten I (intelijen) Kostrad, menyebut gagasan
pertemuan itu berasal dari Martono, kelak menjadi menteri transmigrasi.
Tujuan pertemuan itu untuk mengorek informasi kegiatan dan kebijakan
Sukarno pada saat-saat menjelang peristiwa 30 September 1965.

“Tidak mudah mengatur pertemuan itu karena Dewi adalah istri presiden. Oleh
karena itu, diusulkan agar pertemuan dilakukan secara tidak resmi.
Rencananya, Soeharto akan bertemu dengan Dewi di lapangan golf,” kata Yoga
dalam edisi revisi biografinya, *Jenderal Yoga: Loyalis di Balik Layar* karya
B. Wiwoho dan Banjar Chaeruddin.

Foto: jiji.com

Probosutedjo, adik Soeharto, memberikan keterangan berbeda. Menurutnya,
inisiatif pertemuan berasal dari pengusaha Bob Hasan, sahabat Soeharto,
yang prihatin melihat hubungan Soeharto dan Sukarno kurang harmonis. Anak
angkat Jenderal TNI Gatot Soebroto ini mengundang Dewi bermain golf di
Rawamangun. Pada saat yang sama, dia juga mengundang Soeharto bermain golf.
Barangkali dengan melobi Dewi, hubungan Soeharto dan Sukarno bisa kembali
membaik.

“Maka, bertemulah Mas Harto dan Ratna Sari Dewi,” kata Probosutedjo dalam
memoarnya, *Saya dan Mas Harto*.

Sejarawan Jepang Aiko Kurasawa mengungkap bahwa Dewi bersedia bertemu
Soeharto karena tidak sadar atas seriusnya dampak dari Supersemar, malah
dia optimis Supersemar akan dapat mengendalikan keadaan. Dewi baru
menyadari ketika main golf dengan Soeharto pada 20 Maret 1966. Soeharto
memberi tiga opsi kepada Dewi agar dipilih Sukarno: pergi ke luar negeri
untuk beristirahat, tetap tinggal tapi sebagai presiden sebutan saja, atau
mengundurkan diri secara total. Soeharto merekomendasikan opsi pertama dan
menyarankan Jepang atau Makkah sebagai tempat peristirahatan.

“Belakangan Dewi memberi kesaksian kepada saya bahwa begitu mendengar tiga
opsi saran Soeharto itu, dia baru menyadari bahwa dia dan suaminya telah
kalah dalam pertandingan ini,” kata Aiko.


*Ibu Tien Cemburu*

Ibu Tien mengetahui suaminya main golf dengan Dewi. Dia cemburu dan
mendiamkan Soeharto selama beberapa hari. Probosutedjo pun segera
memberitahu Bob Hasan. “Aduh, buat apa sih dipertemukan segala. Itu Bu
Harto jadi marah,” kata Probosutedjo.

Bob Hasan meminta maaf karena tak mengira akan memicu konflik antara
Soeharto dengan Ibu Tien. “Di rumah, saya segera menemui Mbakyu Harto dan
berusaha menjelaskan maksud baik Bob Hasan mempertemukan Mas Harto dan
Dewi. Mbakyu akhirnya bisa mengerti dan mau bicara lagi dengan suaminya,”
kata Probosutedjo.

Tak hanya Ibu Tien, Sukarno juga tahu pertemuan Soeharto dan Dewi. “Tidak
jelas mengapa rencana yang sudah diatur sangat rahasia itu bocor. Tentu
saja, info tersebut sampai kepada presiden dengan penafsiran yang sudah
keliru,” kata Yoga.

Pada suatu malam, beberapa orang yang mengaku utusan Sukarno, datang ke
Kostrad. Mereka meminta Yoga dan Ali Moertopo menghadap Sukarno. “Tuduhan
yang mereka lontarkan adalah Kostrad akan menculik Dewi,” kata Yoga..


Kedatangan utusan yang tak dikenal itu disampaikan kepada Soeharto.
Soeharto memutuskan, “*Ora usah mangkat *(tidak usah berangkat).”

Utusan itu terus mendesak. Yoga tetap menolak. “Kalau mau perang, ya
perang. Pokoknya saya tidak mau berangkat,” kata Yoga.

Utusan itu akhirnya meninggalkan Kostrad. Mereka tak mau ambil risiko
karena pengawalan di Kostrad sangat ketat. Banyak tentara yang bertugas di
berbagai tempat selalu berkumpul di Kostrad.(kl/historia
<https://historia.id/modern/articles/pertemuan-soeharto-dan-dewi-di-lapangan-golf-vooJW>
)

Penulis: Hendri F. Isnaeni (Historia)

Kirim email ke