https://www.sinarharapan.co/umum/read/13466/tim_evakuasi_temukan_12_jasad_di_lokasi_jatuhnya_heli_mi_17



*Tim Evakuasi Temukan 12 Jasad di Lokasi Jatuhnya Heli MI-17*

Jumat , 14 Februari 2020 | 17:40


JAYAPURA - Tim evakuasi Heli MI-17 Penerbad Nomor Reg HA 5138 yang jatuh di
Puncak Mandala, Kabupaten Pegunungan Bintang, berhasil mendekat ke lokasi
jatuhnya pesawat tersebut. Dalam evakuasi yang dilakukan Jumat (14/2/2020),
tim berhasil menemukan 12 jasad penumpang helikopter tersebut.

Danrem 172/PVY, Kolonel (Inf) Jonathan Binsar Parluhutan Sianipar selaku
koordinator evakuasi mengatakan, tim evakuasi telah berhasil mencapai
lokasi puing-puing Heli MI-17 sekitar pukul 12.30 WIT."Tim evakuasi dari
Yonif 751 Raider tiba di lokasi puing setelah berjalan mendaki selama
kurang lebih 5 jam dari basecamp yang dirikan sejak kemarin, sesaat setelah
mereka diturunkan dengan menggunakan tali dari heli angkut personel,"
katanya.

Dari 12 jasad yang ditemukan, 9 di antaranya dapat dikenali dari atribut
yang mereka kenakan. Sedangkan 3 jasad lainnya perlu proses identifikasi
lebih lanjut. Namun demikian, kata Binsar, untuk memastikan kembali jasad
ke-12 korban Heli MI-17 perlu melakukan proses identifikasi dari tim medis
secara detail setelah nantinya bisa evakuasi dari lokasi.

Mengingat kondisi cuaca dan medan yang sangat ekstrem, tim evakuasi belum
bisa membawa jasad korban Jumat sore ini. Proses evakuasi bakal dilanjutkan
esok."Tim akan membawa turun jenazah ke titik yang bisa dijangkau oleh heli
kami, untuk selanjutnya dievakuasi lewat udara," ia menjelaskan.

Heli MI-17 jatuh di salah satu tebing Pegunungan Puncak Mandala, ketinggian
12.500 feet, di Distrik Oksop, Pegunungan Bintang. Puing Heli MI-17 ini
baru ditemukan pada Senin, 10 Februari 2020 setelah dinyatakan hilang sejak
28 Juni 2019 lalu.

Heli MI-17 dengan Nomor Registrasi HA-5138 milik Penerbad TNI AD mengalami
hilang kontak saat melaksanakan misi penerbangan dari Bandara Oksibil di
Kabupaten Pegunungan Bintang ke Bandara Sentani di Kabupaten Jayapura, pada
28 Juni 2019.

Pesawat itu dilaporkan membawa 12 orang terdiri dari 7 orang kru dan 5
orang personil Satgas Yonif 725 WRG yang akan melaksanakan pergantian pos.
Sebelumnya helikopter itu melaksanakan misi pendorongan logistik ke Pos
Udara Pengamanan Perbatasan (Pamtas) di Distrik Okbibab, Pegunungan Bintang
Papua.(*)

Kirim email ke