https://www.wartaekonomi.co.id/read272022/dosen-unnes-penghina-jokowi-diberhentikan


 abtu, 15 Februari 2020 02:00 WIB
Dosen Unnes Penghina Jokowi Diberhentikan
Bagikan:
Share
[image: Dosen Unnes Penghina Jokowi Diberhentikan - Warta Ekonomi]


*WE Online, Jakarta <https://www.wartaekonomi.co.id/dateline1/jakarta>* -

Universitas Negeri Semarang (Unnes) menonaktifkan salah seorang dosen
berinisial SP dari tugas mengajarnya setelah diduga melakukan ujaran
kebencian terhadap Presiden Joko Widodo melalui media sosial.

Rektor Unnes Fathur Rohkman di Semarang, Jumat, mengatakan kasus dugaan
penghinaan terhadap kepala negara itu sudah terjadi cukup lama.

"Kejadiannya saat masa Pemilihan Presiden 2019," katanya.

*Baca Juga: **Salah Apa Saya Harus Disebut Kodok? Kata Risma
<https://www.wartaekonomi.co.id/read270337/salah-apa-saya-harus-disebut-kodok-kata-risma>*



*Menurut dia, dosen Fakultas Bahas dan Seni itu diduga mengunggah beberapa
konten yang isinya ujaran kebencian melalui akun media sosial Facebook
miliknya. SP, lanjut dia, kemudian diperiksa oleh tim siber Unnes hingga
akhirnya turun surat berkaitan dengan pembinaan aparatur.*

"Pembinaan berupa menonaktifkan dari tugas Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Meski demikian status kepegawaiannya masih," katanya.

*Ia menjelaskan pembebasan tugas yang mulai berlaku 12 Februari 2020 itu
bertujuan untuk memperlancar proses pemeriksaan terhadap yang bersangkutan
hingga ada keputusan tetap. Fathur menegaskan, Unnes akan bersikap tegas
terhadap tenaga pendidik yang diduga memiliki ideologi merusak yang
dikhawatirkan berdampak pada mahasiswa*
*Tag: **Joko Widodo (Jokowi)*
<https://www.wartaekonomi.co.id/tag3849/joko-widodo-jokowi>

*Penulis:* Redaksi WE Online

*Editor:* Ferry Hidayat
<https://www.wartaekonomi.co.id/redaksi/ferry_hidayat>

*Foto:* Antara/Puspa Perwitasari

*WE Online, Jakarta <https://www.wartaekonomi.co.id/dateline1/jakarta>* -

Universitas Negeri Semarang (Unnes) menonaktifkan salah seorang dosen
berinisial SP dari tugas mengajarnya setelah diduga melakukan ujaran
kebencian terhadap Presiden Joko Widodo melalui media sosial.

Rektor Unnes Fathur Rohkman di Semarang, Jumat, mengatakan kasus dugaan
penghinaan terhadap kepala negara itu sudah terjadi cukup lama.

"Kejadiannya saat masa Pemilihan Presiden 2019," katanya.

*Baca Juga: Salah Apa Saya Harus Disebut Kodok? Kata Risma
<https://www.wartaekonomi.co.id/read270337/salah-apa-saya-harus-disebut-kodok-kata-risma>*
*WE Online, Jakarta <https://www.wartaekonomi.co.id/dateline1/jakarta>* -

Universitas Negeri Semarang (Unnes) menonaktifkan salah seorang dosen
berinisial SP dari tugas mengajarnya setelah diduga melakukan ujaran
kebencian terhadap Presiden Joko Widodo melalui media sosial.

Rektor Unnes Fathur Rohkman di Semarang, Jumat, mengatakan kasus dugaan
penghinaan terhadap kepala negara itu sudah terjadi cukup lama.

"Kejadiannya saat masa Pemilihan Presiden 2019," katanya.

*Baca Juga: Salah Apa Saya Harus Disebut Kodok? Kata Risma
<https://www.wartaekonomi.co.id/read270337/salah-apa-saya-harus-disebut-kodok-kata-risma>*
*WE Online, Jakarta <https://www.wartaekonomi.co.id/dateline1/jakarta>* -

Universitas Negeri Semarang (Unnes) menonaktifkan salah seorang dosen
berinisial SP dari tugas mengajarnya setelah diduga melakukan ujaran
kebencian terhadap Presiden Joko Widodo melalui media sosial.

Rektor Unnes Fathur Rohkman di Semarang, Jumat, mengatakan kasus dugaan
penghinaan terhadap kepala negara itu sudah terjadi cukup lama.

"Kejadiannya saat masa Pemilihan Presiden 2019," katanya.

*Baca Juga: Salah Apa Saya Harus Disebut Kodok? Kata Risma
<https://www.wartaekonomi.co.id/read270337/salah-apa-saya-harus-disebut-kodok-kata-risma>*

Kirim email ke