Sejumlah 25.633 Tenaga Medis Dikerahkan Menuju Prov. Hubei
http://indonesian.cri.cn/20200215/ebbba4e0-9e80-c4bf-84cc-2d7ecaaf9a6e.html
2020-02-15 15:04:51
Wakil Direktur Komisi Kesehatan Nasional Wang Hesheng hari ini
mengumumkan, hingga pukul 24:00 kemarin (14/2) berbagai tempat di
seluruh Tiongkok sudah mengerahkan sebanyak 25.633 tenaga medis ke
provinsi Hubei, jumlah tenaga medis dan laju pengerahan melebihi saat
terjadi gempa bumi Wenchuan.
Wang Hesheng menyatakan hal tersebut di depan juma pers yang diadakan
oleh Kantor Penerangan Dewan Negara di kota Wuhan, Provinsi Hubei.
Dikatakannya hingga pukul 24:00 kemarin, tercatat 217 tim medis yang
terdiri dari 25.633 tenaga medis (kecuali tenaga medis militer), serta 3
laboratorium tingkat P3 dikerahkan menuju Hubei. Di antaranya 181 tim
medis yang terdiri dari 20.374 tenaga medis di kota Wuhan, 36 tim medis
yang terdiri dari 5259 tenaga medis di kota-kota lain di Provinsi Hubei.
Jumlah tersebut jauh lebih dari skala dan laju pengerahan kekuatan
pertolongan medis pada saat terjadinya gempa bumi besar-besaran di
Wenchuan pada tahun 2008.
Dari Mana “Inkubator” Kebohongan Yang Merujuk pada Tiongkok?
http://indonesian.cri.cn/20200215/4ac53214-99c1-3977-4a11-81212124348c.html
2020-02-15 13:36:33
Melalui upaya alot tanpa putus rakyat Tiongkok, upaya memerangi wabah
virus corona Covid-19 telah mencapai hasil positif dan signifikan. Pada
13 Februari lalu, kasus tambahan virus corona hanya tercatat 267 kasus
di seluruh Tiongkok kecuali Provinsi Hubei dengan Wuhan sebagai
ibukotanya. Angka itu mengindikasikan penurunan kasus tambahan secara
berturut-turut untuk sepuluh hari terakhir.
Akan tetapi, di tengah suara yang memberikan semangat, muncul pula nada
yang tidak harmonis dari sejumlah negara.
Baru-baru ini Harian New York Times memuat sebuah artikel yang bertajuk
mengapa banyak epidemi seperti SARS, flu burung dan virus corona jenis
baru alias Corovid-19 mewabah di Tiongkok. Dengan mengutip Ketua Komisi
Perdagangan Nasional AS, Peter Navarro, harian tersebut melukiskan
Tiongkok sebagai “inkubator penyakit”. Ini bukan pertama kali seorang
negarawan maupun media AS yang berusaha memfitnah Tiongkok.
Sejak Corovid-19 mewabah, Harian New York Times sudah berkali-kali
menurunkan artikel yang berisi tidak bertanggung jawab dan tuduhan
terhadap upaya yang dilakukan pemerintah Tiongkok. Artikel-artikelnya
penuh dengan prasangka dan maksud jahat serta kebohongan.
Menanggapi kritikan New York Times, istri Perdana Menteri Singapura
tidak mau terus diam dan telah angkat bicara. Melalui akunnya di sebuah
media sosial, dia bertanya kepada New York Times, kisah seperti apa yang
di balik kasus-kasus meninggal akibat virus flu jenis B di AS?
Epidemi adalah musuh bersama bagi seluruh umat manusia. Tiada negara
atau kebangsaan mana pun yang bisa menanganinya secara sendirian.
Tiongkok maupun AS sama-sama adalah pihak relevan dan korban dalam
beberapa kali insiden kesehatan publik. Atas hasil-hasil yang dicapai
Tiongkok dalam menangani wabah Corovid-19, Direktur Jenderal Organisasi
Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus memuji Tiongkok telah
menegakkan standar baru internasional dalam pencegahan dan pengendalian
wabah. Ia bahkan menyebut aksi menutupi kota Wuhan sebagai aksi heroik
yang membawa keamanan bagi daerah lain di dunia.
Menghadapi penilaian tersebut, sejumlah tokoh AS malah bersikap sombong
dan prasangka, dan terus menyerang upaya Tiongkok. Dari tindakannya
masyarakat semakin menyadari bahwa mereka sama sekali tidak
memperhatikan keselamatan jiwa rakyat global. Yang diperhatikannya
hanyalah kepentingannya diri sendiri yang egois. Hoaks dan kata-kata
jahatnya merupakan ancaman bagi kesehatan publik global. Populisme dan
nasionalisme yang disombongkannya adalah “inkubator” sejati yang menjadi
asal usul kebohongan yang penuh maksud jahat.
Di era globalisasi sekarang ini, semakin dini Tiongkok mengatasi wabah,
maka semakin minimallah kerugian yang akan ditanggung oleh setiap
negara, dan sedini mungkin pula terealisasi perdagangan dan perjalanan
yang normal. Ini sudah menjadi kepahaman Tiongkok maupun dunia. Tiongkok
menang, dunia akan menang.