Semakin hari semakin ngawur saja istana / PDIP mengalihkan kasus Jiwasraya, 
suap KPU, dan banyak kegagalan lainnya. 

-
Pramono Anung Larang Jokowi ke Kediri Agar Tak Senasib dengan Gus Dur
Andhika Dwi - detikNewsSabtu, 15 Feb 2020 21:52 WIB

Kediri - 
Kediri selama ini dianggap sebagai daerah wingit atau angker bagi presiden. Hal 
itu dipercaya Seskab Pramono Anung.


Pramono mengungkapkannya saat mengunjungi Kediri. Ia datang bersama Menteri 
Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono. Mereka 
meresmikan rusunawa di Ponpes Lirboyo Kediri.





Saat itu, Pramono memberikan sambutan di hadapan para kiai sepuh pengasuh 
Ponpes Hidsyatul Mubtadien Lirboyo Kediri. Menurutnya Kediri merupakan wilayah 
yang wingit untuk didatangi presiden. Pramono Anung secara terang-terangan 
melarang Presiden Joko Widodo untuk berkunjung ke Kediri.

"Ngapunten kiai, saya termasuk orang yang melarang Pak Presiden untuk 
berkunjung di Kediri," ucap Pramono disambut gelak tawa para undangan, Sabtu 
(15/2/2020).


Kehati-hatian tersebut bukan tanpa sebab. Pramono menceritakan bahwa dahulu, 
Presiden keempat KH Abdurrahman Wahid yang sempat berkunjung ke Kediri. Namun 
setelah itu ada tragedi pelengseran Gus Dur dari kursi Presiden RI.

"Saya masih ingat karena percaya atau tidak percaya, Gus Dur setelah berkunjung 
ke Lirboyo tidak begitu lama gonjang-ganjing di Jakarta. Kalau Pak Wapres tidak 
apa-apa. Namun kalau untuk menteri, nanti kalau ada acara-acara Musyawarah 
Himpunan Santri Lirboyo keempat nanti tinggal memilih siapa menteri yang ingin 
didatangkan. Tinggal hubungi saya," imbuh Pramono.
Pernyataan Pramono menanggapi sambutan KH Kafabihi Mahrus yang menjelaskan 
bahwa Kediri memang daerah wingit untuk presiden. Namun, ada cara jika presiden 
ingin berkunjung ke Kediri dan tidak terjadi apa-apa. Yaitu dengan berkunjung 
atau ziarah dan berdoa di Makam Syekh Al Wasil Syamsudin, Mbah Wasil Setono 
Gedong, Kota Kediri.
"Jadi saat berkunjung ke Kediri, juga berziarah dan berdoa di Makam Syekh Al 
Wasil Syamsudin, Mbah Wasil Setono Gedong, Kota Kediri. Kenapa demikian, karena 
Mbah Wasil merupakan penyebar agama Islam jauh sebelum para wali," jelas KH 
Kafabihi Mahrus.
(sun/bdh)

Kirim email ke