*Staistik adalah cermin wajah rezim berkuasa, jadi kalau mukanya bopeng
bisa dibikin cantik bin molek seperti malaekat di langit biru.*

https://katadata.co.id/berita/2020/02/18/bps-catat-rata-rata-pengeluaran-orang-indonesia-rp-113-juta-per-tahun?utm_source=izooto&utm_medium=push_notifications&utm_campaign=Daily%20News%2018%2002%202020&utm_content=&utm_term=



BPS Catat Rata-rata Pengeluaran Orang Indonesia Rp 11,3 Juta per Tahun

Penulis: Agatha Olivia Victoria Editor: Agustiyanti 18/2/2020, 07.39 WIB



Rata-rata pengeluaran orang Indonesia per tahun meningkat Rp 240 ribu
dibandingkan tahun sebelumnya. AJENG DINAR ULFIANA | KATADATA Ilustrasi.
Selama 2010–2019, pengeluaran per kapita masyarakat Indonesia rata-rata
meningkat sebesar 2,02 persen per tahun. Badan Pusat Statistik (BPS)
mencatat rata-rata pengeluaran masyarakat Indonesia dalam memenuhi
kebutuhan hidupnya atau purchasing power parity sebesar Rp 11,3 juta per
tahun pada 2019. Jumlah tersebut meningkat Rp 240 ribu dibandingkan tahun
sebelumnya.  Selama 2010–2019, pengeluaran per kapita masyarakat Indonesia
rata-rata meningkat sebesar 2,02 persen per tahun. Ini lebih rendah dari
rata-rata pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mencapai 5%.

Pengeluaran per kapita masyarakat merepresentasikan dimensi standar hidup
layak, salah satu yang digunakan BPS dalam mengukur indeks pembangunan
manusia atau IPM. Secara keseluruhan, IPM Indonesia pada tahun lalu
meningkat dari 71,39 menjadi 71,92.  "Dengan capaian ini, pembangunan
Indonesia berstatus tinggi pada tahun lalu," ujar Kepala BPS Suhariyanto
dalam Konferensi Pers di Jakarta, Senin (17/2). (Baca: Rata-rata Pendapatan
Penduduk Indonesia Setahun Rp 59 Juta) Namun, pencapaian pembangunan
manusia di tingkat provinsi cukup bervariasi di tahun lalu. IPM pada level
provinsi berkisar antara 60,84 di Papua hingga 80,76 di DKI Jakarta. Adapun
kemajuan pembangunan manusia pada 2019 dinilai Suhariyanto terlihat dari
perubahan status pembangunan manusia di tingkat provinsi. Jumlah provinsi
yang berstatus “sedang” berkurang dari 12 provinsi pada tahun 2018 menjadi
11 provinsi pada tahun 2019.

"Provinsi Sumatera Selatan yang berstatus “sedang” pada tahun 2018 berubah
status menjadi “tinggi” pada tahun 2019," ujarnya. Hingga saat ini,
terdapat 22 provinsi yang berstatus pembangunan manusia “tinggi”, yaitu
Provinsi Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi, Sumatera
Selatan, Bengkulu, Kep. Bangka Belitung, Kepulauan Riau, Jawa Barat, Jawa
Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Banten, Bali, Kalimantan Tengah,
Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara,
Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tenggara. Sejak tahun 2018, tidak ada
provinsi yang berstatus pembangunan manusia“rendah” di Indonesia. Hal ini
karena pada tahun 2018, status pembangunan manusia di Provinsi Papua telah
berada pada level “sedang”. Peningkatan IPM di tingkat nasional juga
tercermin pada level provinsi. Selama periode 2018 hingga 2019, IPM di
seluruh provinsi mengalami peningkatan. (Baca: Riset Bank Dunia: 115 Juta
Orang Indonesia Rentan Miskin) Pada periode ini, tercatat tiga provinsi
dengan kemajuan pembangunan manusia paling cepat, yaitu Provinsi Papua
Barat 1,51%, Provinsi Maluku Utara 1,39 %, dan Provinsi Nusa Tenggara Timur
1,30%. Kemajuan pembangunan manusia di Provinsi Papua Barat dan Maluku
Utara didorong oleh dimensi standar hidup layak, sementara di Nusa Tenggara
Timur didorong oleh dimensi pendidikan. Adapun berdasarkan dimensi
pengetahuan, rata-rata lama sekolah di Indonesia yaitu 8,34 tahun.
Anak-anak yang pada tahun 2019 berusia 7 tahun memiliki harapan dapat
menikmati pendidikan selama 12,95 tahun atau hampir setara dengan masa
pendidikan untuk menamatkan jenjang Diploma I. Angka tersebut lebih lama
0,04 tahun dibandingkan dengan yang berumur sama pada tahun 2018. Penduduk
usia 25 tahun ke atas secara rata-rata telah menempuh pendidikan selama
8,34 tahun. Ini hampir setara dengan masa pendidikan untuk menamatkan
jenjang kelas IX, lebih lama 0,17 tahun dibandingkan tahun sebelumnya.
Sementara pada dimensi umur panjang dan hidup sehat, umur harapan hidup
saat lahir berkisar antara 64,82 tahun di Sulawesi Barat hingga 74,92 tahun
di DI Yogyakarta. Reporter: Agatha Olivia Victoria


Penulis: Agatha Olivia Victoria
Editor: Agustiyanti

Kirim email ke