Chatib Basri: Pertumbuhan Ekonomi Tahun Ini 4,7%
Rabu , 19 Februari 2020 | 01:45
Chatib Basri: Pertumbuhan Ekonomi Tahun Ini 4,7%
Sumber Foto dok/bloomberg
M Chatib Basri
POPULER
Jajaran Komisaris BRI Dirombak Habis
<https://www.sinarharapan.co/ekonomi/read/13593/jajaran_komisaris_bri_dirombak_habis>Singapura
Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Jadi Minus 0,5 Persen
<https://www.sinarharapan.co/ekonomi/read/13578/singapura_pangkas_proyeksi_pertumbuhan_ekonomi_jadi_minus_0_5_persen>Menaker:
RUU Cipta Kerja Belum Final
<https://www.sinarharapan.co/ekonomi/read/13584/menaker__ruu_cipta_kerja_belum_final>Pemerintah
Targetkan Kartu Pra Kerja Diluncurkan April 2020
<https://www.sinarharapan.co/ekonomi/read/13582/pemerintah_targetkan_kartu_pra_kerja_diluncurkan_april_2020>3.000
SPBU Pertamina Sudah Terapkan Sistem Digital
<https://www.sinarharapan.co/ekonomi/read/13576/3_000_spbu_pertamina_sudah_terapkan_sistem_digital>
Listen to this
JAKARTA*- *Mantan Menteri Keuangan (Menkeu) M. Chatib Basri memastikan
wabah virus corona (Covid-19) bisa memegaruhi perekonomian nasional.
Bahkan, pertumbuhan Indonesia diprediksi bisa anjlok menjadi 4,7 persen
pada 2020.
Chatib menuturkan, pemerintah harus melakukan langkah antisipasi dengan
belajar dari pengalaman adanya penyebaran virus SARS yang terjadi pada
tahun 2003 silam. "Jadi, yang bisa dilakukan itu adalah melihat pola
yang sama ketika terjadinya SARS. Karena kan kita enggak tahu korona
virus ini pertama terjadi sampai kapan, seberapa jauh, itu kita enggak
bisa tahu," ucap Chatib di Jakarta, Selasa (18/2/2020).
Wakil Komisaris Utama (Wakomut) Bank Mandiri ini membandingkan,
pertumbuhan ekonomi China pada Kuartal I 2003 anjlok 2 persen dari 11
persen menjadi 9 persen saat virus SARS mewabah. Namun, hal tersebut
dapat diperbaiki pada Kuartal II dengan naik menjadi 10 persen.
Lalu, pada Kuartal III-IV 2003 pertumbuhan ekonomi China terpantau
stabil. "Jadi, kalau lihat di dalam /whole year/, itu dampak dari
penurunan pertumbuhan ekonomi China gara-gara SARS itu mungkin sekitar 1
persen dalam jangka pendek," ujarnya.
Chatib menjelaskan, berdasarkan sensitivitas perhitungan econometrics, 1
persen pertumbuhan ekonomi China akan berdampak sekitar 0,1-0,3 persen
terhadap Indonesia."Jadi kalau China turunnya 1 persen, mungkin growth
kita bisa turun di kisaran 0,1-0,3 persen. Jadi, kalau angka kita
terakhir kemarin 5 persen, jadi bisa di bawah 5 persen. Bisa jadi 4,7
sampai 4,9 persen kira-kira range-nya kalau polanya sama seperti SARS,"
dia menambahkan.(*)
Sumber Berita:iNews.id