[HOAKS] Tulisan Mencatut Nama Dahlan Iskan
Kategori <https://www.kominfo.go.id/content/all/laporan_isu_hoaks>
*Hoaks*|*mth*
*https://www.kominfo.go.id/content/detail/21072/hoaks-tulisan-mencatut-nama-dahlan-iskan/0/laporan_isu_hoaks*
Facebook <https://www.kominfo.go.id/#facebook>Twitter
<https://www.kominfo.go.id/#twitter>
KATEGORI: HOAKS
*Penjelasan :*
Beredar postingan di media sosial dan broadcast Whatsapp sebuah tulisan
dengan judul "Menyembah Tuhan, Mengabaikan Kemanusian".
Dalam tulisan yang diunggah tersebut dicantumkan nama Dahlan Iskan
sebagai penulis.
Terkait hal tersebut, Dahlan Iskan membantah tulisan tersebut adalah
karyanya.
Dahlan mengatakan untuk mengecek tulisannya atau bukan bisa dilihat di
DI’s Way (disway.id). Yang terbit di DI’s Way (tiap hari jam 4 pagi)
berarti tulisan beliau. Sedangkan Yang tidak ada di DI’s Way belum tentu
tulisannya.
*Link Counter :*
https://turnbackhoax.id/2019/09/02/salah-opini-dari-dahlan-iskan-menyembah-tuhan-mengabaikan-kemanusiaan/
https://pojoksatu.id/lipsus/2019/09/01/bukan-tulisan-dahlan-iskan/
https://www.disway.id/r/587/bukan-tulisan-dahlan-iskan
-------- Forwarded Message --------
Subject: [GELORA45] Dahlan Iskan - Jarum
Date: Thu, 20 Feb 2020 07:45:08 +0100
From: kh djie [email protected] [GELORA45] <[email protected]>
Reply-To: [email protected], kh djie <[email protected]>
Opini dari Dahlan Iskan
MENYEMBAH TUHAN, MENGABAIKAN KEMANUSIAAN
Pagi ini Djarum Group memasang iklan kemasyarakatan 4 halaman di Jawa
Pos, 50 thn melayani negeri dengan segudang prestasi. Selain telah
melahirkan atlet Bulu Tangkis kelas dunia, 11 diantaranya
mempersembahkan medali olimpiade, dan telah membina 5.000 atlet sejak
1969. Menanam 2 jt pohon pada pinggir jalan sepanjang 2.307 km di
Jawa-Madura yg bisa menyerap 2,9 jt ton CO2, Beasiswa Plus untuk 11 ribu
anak didik, 52.000 org mendapat rawatan medis gratis, 28.000 org
mendapat bantuan air bersih, dan banyak lagi, selain tentunya pekerja yg
menggantungkan hidupnya bekerja di pabrik rokok djarum ( rokok antara
mematikan dan membuat kehidupan ).
Djarum, identik dengan Hartono sang pendiri, yang sekarang juga memiliki
BCA group, dia adalah orang terkaya di Indonesia bersama orang kaya
lainnya dengan segala macam kiprahnya dan dengan segala macam
kurang-lebihnya, yang pasti sebagian besar mereka telah berbuat nyata
untuk sesama, dalam konteks kemanusiaan tanpa embel-embel rayuan surga
dan kawin 4 sampai 5. Hablum minannas mereka jalankan dengan tanpa
pamrih apakah mereka mendapat hadiah dari Tuhan, mereka hanya mengerti
kemanusiaan adalah sebuah kewajiban yg harus dijalankan, bukan cuma
cuap-cuap, tapi tak bersikap, apalagi sigap.
Terbayang ributnya soal izin gereja, pembubaran orang beribadah di
halaman terbuka karena ijin gereja tak kunjung tiba, Indonesia punya
pancasila, kita mengaku pemilik surga, tapi gereja dianggap monster yang
menakutkan, mengaku beriman tapi takut setan. Teriakan sinis terus
membanjiri kanan kiri kehidupan beragama kita, seolah kita lupa ada
tauladan dan terus kita shalawatkan, tapi ajarannya ada yg diabaikan,
apakah Rasullulah pernah berbuat tak adil kepada pemeluk agama lain,
kita bangga menyeritakan Rasullulah setiap jumat menyuapi seorang Yahudi
buta sampai dia wafat, kita bangga dengan Piagam Madinah, konstitusi
pertama didunia yang banyak mengilhami demokrasi negara didunia, tapi
kita abai menjalankannya, karena sejujurnya kita cuma mengelus kulitnya,
lupa isinya.
Teriakan rasis lainnya terus disemburkan kepada etnis Cina, bahkan
stigma ketidaksukaan itu digandengkan dengan Jokowi sebagai keturunan
Cina, pendukung Cina, dan anti ulama. Mereka lupa belanja di toko 212,
90% produk dari pabrik orang Cina, mereka lupa 80 % perputaran ekonomi
Indonesia di pegang orang Cina, pabrik kacang saja yg punya Cina, ini
semua akibat lupa sejarah dan titah Rasullulah, BELAJARLAH SAMPAI
KENEGRI CINA, Walisongo konon 3 diantaranya orang Cina, islam masuk
Nusanatara juga Cina yg ikut menyebarkannya, tapi memang kita ini lucu
bin culun, benci sama Cina, LIUS DIJADIKAN ULAMA, ROCKY GERUNG DIJADIKAN
RUJUKAN, terus kita bisa apa. Ya, kita punya kebanggaan penganut agama
yg digdaya, punya surga, istri dimana-mana, ribut semua mau syariah,
tapi pelit bersedekah, mayoritas tapi tak berkualitas, ada ulama
panutan, suka dengan ustadz karbitan, ada ilmu rujukan, suka ceramah
cengengesan, populasi dominan, prestasi pinggir jalan.
Ah,..ngomongin kalian memang tak ada habisnya, gayanya semua rujukan
dari Tuhan, didepan mata urusan kemanusiaan kalian abaikan, baru pulang
berhaji ceritanya menakjubkan, tapi lupa di Yaman banyak orang mati
kelaparan. Bagaimana menuju yang vertikal kalau lupa yg horizontal,
Tuhan tidak kemana-mana karena Dia ada arsyNya, dan semua kita kembali
kepadaNya, tapi manusia sebagai lahan saling iling bukan tempat kita
berpaling. Jadi kalau sampean mau masuk surga urusin saja manusia
sebagaimana seharusnya, jangan takut dengan agamanya, jangan kecut
dengan rumah ibadahnya, amat sangat lucu prilaku kita, benci dan takut
dengan orangnya, tapi kita makan Indomienya, kita hisap rokoknya, dan
menenteng oleh-oleh Lumpia, yg dibuat orang Cina, hahaha
SELAMAT UNTUK DJARUM GROUP YG TELAH MENGABDI UNTUK INDONESIA, MAAFKAN
KAMI YG MASIH MENIKMATI MAKIAN DIPINGGIR JALAN.
DJARUM MEMANG SUPER, KAMI CUMA BAPER.
•
Dahlan Iskan.