Jokowi: Ekonomi RI Ranking 7 Dunia, Banyak yang Enggak Ngerti, Tidak Bersyukur

Presiden Joko Widodo (Jokowi) pagi ini meresmikan Asia Pacific Rayon (APR) di 
Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau, Jumat (21/2).. Dalam 
sambutannya, Jokowi memamerkan ekonomi Indonesia berada di peringkat 7 dunia. 
Peringkat tersebut dihitung berdasarkan Purchasing Power Parity (PPP) atau 
paritas daya beli.

Jokowi juga menjelaskan bahwa Indonesia sudah masuk dalam G20, yakni kelompok 
negara-negara dengan perekonomian terbesar di dunia berdasarkan Produk Domestik 
Bruto (Gross Domestic Product/GDP) yang dihasilkan. GDP Indonesia, lanjut 
Jokowi, terbesar ke-16 di seluruh dunia.

Kata Jokowi, hal tersebut adalah sesuatu yang patut disyukuri. Namun menurutnya 
banyak yang tidak paham dan terlalu banyak mengeluh.

"Negara kita ini sekarang sudah masuk yang namanya G20, Indonesia GDP 
nominalnya kalau dihitung kita tu berada di ranking ke-16, kalau dihitung 
dengan GDP PPP itu berada di ranking ke-7 dunia. Ini ini banyak yang enggak 
ngerti, banyak yang masih mengeluh, tidak bersyukur. Namanya kufur nikmat itu. 
Sudah diberi kenikmatan oleh Allah sebegitu gedenya tapi tidak disyukuri. 
Marilah kita syukuri diberikan apa pun oleh Yang Maha Kuasa," ujar Jokowi.

Investasi dari swasta sangat diperlukan karena peran negara tak begitu besar 
dalam pertumbuhan ekonomi. Maka berbagai kebijakan dibuat untuk menarik 
investasi dari swasta.

"Masih banyak yang belum tahu bahwa yang namanya APBN tahun ini kurang lebih Rp 
2.200 triliun plus APBD itu pengaruhnya terhadap pertumbuhan ekonomi hanya 23 
persen, itu APBN plus APBD. Kalau APBN saja hanya 16 persen saja pengaruhnya 
terhadap PDB ekonomi, di semua negara kurang lebih juga sama. Artinya artinya 
77 persen tumbuhnya ekonomi sangat bergantung pada dunia dunia usaha, kepada 
dunia swasta," tegasnya.

Kirim email ke