Perusahaan Modal Asing Kembali Beraktivitas, Indikasikan Keyakinan
Kuat terhadap Ekonomi Tiongkok
2020-02-22 11:49:02
http://indonesian.cri.cn/20200222/a74d39a2-7d05-b03f-43ab-ac4e1b688097.html
Kementerian Perdagangan Tiongkok kemarin (211/2) mengungkapkan bahwa
sebanyak 32 perusahaan modal Korea Selatan di Provinsi Shandong,
Tiongkok telah memulihkan aktivitasnya sebelum tanggal 15 Februari.
Pemulihan produksi oleh 32 produsen komponen dan onderdil mobil tersebut
adalah kabar baik bagi sektor otomotif seluruh dunia. Sebelumnya
sejumlah perusahaan asing telah mengalami kesulitan produksi karena
kelangkaan persediaan komponen dan onderdil yang dibuat di Tiongkok.
Presiden Tiongkok dalam pembicaraan via telepon dengan Presiden Korsel
Moon Jae-in belum lama berselang mengatakan, wabah hanya akan berdampak
untuk sementara waktu saja bagi kerja sama ekonomi dan perdagangan
Tiongkok dan Korsel. Selain perusahaan modal Korsel, perusahaan modal
asing lainnya yang bermarkas di Tiongkok juga sudah siap memulihkan
aktivitasnya dalam kondisi terus mengantisipasi penyebaran wabah virus
corona.
图片默认标题_fororder_tes2
图片默认标题_fororder_tes3
图片默认标题_fororder_tes1
图片默认标题_fororder_tes4
图片默认标题_fororder_tes5
Saat ini, sebanyak 80 perusahaan modal asing di Shanghai, Shandong dan
Hunan telah memulihkan produksinya. Diperkirakan semua perusahaan modal
asing akan memulihkan operasinya pada akhir bulan ini. “Gigafactory"
Tesla AS di Shanghai sudah memulihkan produksinya pada 10 Februari,
merupakan salah satu perusahaan asing yang paling awal memulihkan
produksinya di Tiongkok.
Pemulihan aktivitasnya perusahaan-perusahaan modal asing di Tiongkok
sekali lagi memperlihatkan daya tarik pasar Tiongkok dengan populasi
sebanyak 1,4 miliar jiwa.
Sekarang perusahaan modal asing di Tiongkok sudah mencapai kesepahaman
bersama, yakni pengaruh wabah terhadap ekonomi Tiongkok hanya bersifat
bertahap dan temporer, kecenderungan ekonomi Tiongkok yang membaik tidak
akan berubah. Salah seorang petinggi dari anak perusahaan Ford di
Tiongkok mengatakan, permintaan masih terus tersedia di pasar Tiongkok,
dan pihaknya penuh keyakinan terhadap masa depan Tiongkok.
Pada tanggal 20 Februari kalangan industri mobil dihebohkan sebuah
berita tentang kerja sama antara Tesla dengan CATL, produsen baterai dan
aki mobil Tiongkok. Dikabarkan, Tesla akan membeli aki alias penyimpan
catu daya berbasis lithium kepada CATL. Menurut rencana, sampai pada
akhir tahun ini, semua mobil Tesla yang dirakit di Tiongkok akan
mewujudkan lokalisasi seratus persen.
Untuk membantu perusahaan domestik maupun luar negeri untuk sedini
mungkin memulihkan operasinya, pemerintah Tiongkok telah meluncurkan
rangkaian kebijakan, dan menegaskan semua perusahaan, baik domestik
maupun luar negeri akan diperlakukan sama derajatnya, dengan kata lain
semua perusahaan akan diberlakukan kebijakan preferensial yang sama yang
diberlakukan oleh pemerintah.
Saat ini pengontrolan wabah sudah mencapai hasil nyata melalui upaya
keras rakyat Tiongkok. Tiongkok tengah berupaya meminimalkan dampaknya,
dan penuh keyakinan untuk merealisasi target perkembangan ekonomi dan
sosial.