*Mau tetap menjadi negara tidak maju alias miskin? Sudah 75 tahun
merdeka-merdeka masih tetap negara tidak maju?*


https://mediaindonesia.com/read/detail/292990-indonesia-harus-lawan-pemberian-status-negara-maju


*Kamis 27 Februari 2020, 21:00 WIB*
*Indonesia Harus Lawan Pemberian Status Negara Maju*

*Faustinus Nua | **Ekonomi* <https://mediaindonesia.com/ekonomi>


<https://disk.mediaindonesia.com/thumbs/1200x-/news/2020/02/bd4d23aadc719c79ea93ab10c915e7bd.jpg>
*Antara*
Mendag Agus Suparmanto (kiri) melepas ekspor produk makanan beku, Jumat
(31/1). Produk makanan beku dikirim ke Amerika Serikat.



INSTITUTE for Development of Economics and Finance (INDEF) menilai ukuran
yang ditetapkan oleh United State Trade Representative (USTR) terkait
status Indonesia menjadi negara maju tidak tepat.

Direktur Riset INDEF Aviliani menerangkan, berdasarkan hitungan pendapatan
nasional bruto (PNB) per kapita Indonesia masih di bawah standar yang
ditetapkan Bank Dunia yaitu sebesar US$12.375.

*Baca juga:*Uang Pemanis Omnibus Tingkatkan Daya Beli
<https://mediaindonesia.com/read/detail/292765-uang-pemanis-omnibus-tingkatkan-daya-beli>

"Kita PNB-nya hanya US$3.840 di 2018 dan sebesar US$4.000 di 2019, masih
jauh dari standar yang ditetapkan Bank Dunia," katanya di dalam konferensi
pers di Jakarta, Kamis (27/2).

Selain itu, lanjutnya, tingkat kemiskinan Indonesia juga jauh masih tinggi
dibandingkan dengan negara maju lainnya. Tingkat pengeluaran penduduk di
bawah US$1,9 per hari masih tinggi sebesar 5,7% dari total penduduk di
2017, dan pengeluaran US$3,2 per hari sebesar 27,3%-nya.

"Di negara maju tingkat pengeluaran US$1,9 per hari rata-rata hanya sebesar
0,6%, dan pengeluaran US$3,2 per hari yanya 0,9% dari total penduduk,"
imbuhnya.

*Baca juga:*Anies-Emil Mangkir Rapat, Menteri PUPR: Anda Mau Lihat SMS Saya?
<https://mediaindonesia.com/read/detail/292604-anies-emil-mangkir-rapat-menteri-pupr-anda-mau-lihat-sms-saya>


Ditetapkannya Indonesia sebagai negara maju hanya berdasarkan pada
kontribusi perdagangan Indonesia terhadap dunia yakni di atas 0,5% dan
keterlibatan Indonesia sebagai anggota G-20.


"Benar bahwa share ekspor Indonesia pada 2018 mencapai 0,9% terhadap total
ekspor dunia, namun ini tidak cukup untuk menjadikan Indonesia sebagai
negara maju karena tidak didukung oleh indikator lain seperti GNI per
capita serta indikator kesejahteraan lainnya," jelasnya.

Meski memiliki kontribusi ekspor dunia mencapai 0,9%, lanjutnya peringkat
Indonesia jauh di bawah Vietnam, Thailand, dan Malaysia yakni di posisi 29
dunia. Kontribusi ekspor Indonesia terhadap produk domestik bruto (PDB) pun
dinilai paling rendah di antara negara-negara G-20.

"Peranan ekspor indonesia tidak signifikan bagi pertumbuhan ekonomi.
Peranan ekspor terhadap PDB Indonesia hanya kisaran 20%-25% terhadap PDB.
Berbeda dengan Vietnam yang peranan ekspornya mencapai 105% terhadap PDB,"
kata dia.

Untuk itu, Aviliani meminta pemerintah melakukan protes kepada USTR agar
mengembalikan status Indonesia sebagai negara berkembang. Pasalnya, dengan
status negara maju tersebut akan berdampak buruk kepada perdagangan dalam
negeri.

Indonesia akan dikenakan hukum *countervailing duty *(CVD) yakni keringanan
bea masuk 2% produk Indonesia akan hilang dan volume standar impor yang
diabaikan akan dihapuskan.

*Baca juga:*Duplikasi Manifes Impor Potensi Rugikan Negara Miliaran
<https://mediaindonesia.com/read/detail/292976-duplikasi-manifes-impor-potensi-rugikan-negara-miliaran>

Kebijakan itu membuat USTR berwenang untuk melakukan penyelidikan atas
berbagai produk impor Indonesia dan akan dikenakan hukuman jika negara
memberi subsidi untuk menekan harga barang ekspor.

"Hal ini menimbulkan implikasi bahwa ke depan produk ekspor Indonesia
menjadi lebih mahal di pasar AS karena pengenaan tarif," tambahnya.

lni kemudian, akan memberikan implikasi tidak hanya mempengaruhi status
produk yang diselidiki namun dampak lanjutannya akan membawa perubahan
ikutan status Indonesia dalam berbagai hal. (Van/A-3)

Kirim email ke