Apa sebab harus expor beras kalau harus impor untuk konsumsi dalam negeri.
Selain itu apakah ini beras yang diproduksi di Merauke (Papua)?


On Thu, Feb 27, 2020 at 6:21 PM 'j.gedearka' [email protected]
[GELORA45] <[email protected]> wrote:

>
>
>
>
> --
> j.gedearka <[email protected]>
>
>
> https://www.antaranews.com/berita/1322606/lupa-izin-kemendag-rencana-bulog-ekspor-beras-ke-arab-saudi-tertunda
>
> Lupa izin Kemendag, rencana Bulog ekspor beras ke Arab Saudi tertunda
>
> Kamis, 27 Februari 2020 15:47 WIB
>
> Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso saat ditemui di Gudang Bulog Kelapa
> Gading Jakarta, Kamis (27/2/2020). ANTARA/Mentari Dwi Gayati/pri.
> Pikiran saya ekspor ya tinggal ekspor saja. Rupanya, lupa saya kalau ada
> Menteri Perdagangan...
> Jakarta (ANTARA) - Rencana ekspor beras renceng sebanyak 100 ton ke Arab
> Saudi oleh Perum Bulog yang seharusnya dilakukan pada Kamis ini harus
> tertunda karena proses administrasi yang belum selesai.
>
> "Rencananya hari ini, tetapi saya harus undur karena ada beberapa
> administrasi yang kurang. Ternyata ekspor itu tidak mudah karena harus ada
> prosedur," kata Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso saat ditemui di
> Gudang Bulog Kelapa Gading, Jakarta, Kamis.
>
> Budi Waseso atau akrab disapa Buwas menjelaskan permintaan ekspor beras
> untuk memenuhi kebutuhan di Arab Saudi ini tentu saja disambut baik oleh
> BUMN pangan tersebut. Namun Buwas mengaku lupa untuk mengurus prosedur
> eksportasi ke Kementerian Perdagangan (Kemendag).
>
> Oleh karena itu, ia pun meminta agar Kemendag dapat membantu memberikan
> izin ekspor beras renceng itu mengingat pengusaha importir dari Arab Saudi
> meminta pengiriman beras dilakukan secepatnya.
>
> "Pikiran saya ekspor ya tinggal ekspor saja. Rupanya, lupa saya kalau ada
> Menteri Perdagangan, karena itu kan kewenangannya Kementerian Perdagangan,
> ya wajar. Jadi sekarang saya minta bantuan, karena Arab Saudi minta
> segera," kata Budi Waseso yang juga Mantan Kepala BNN tersebut, sambil
> tertawa.
>
> Baca juga: Bulog ekspor beras renceng ke Arab Saudi pekan depan
>
> Ada pun pengiriman tahap awal dilakukan sebesar 100 ton. Namun, ada
> penambahan permintaan jumlah beras dari Arab Saudi hingga 10.000 ton. Impor
> beras yang dilakukan pihak Arab Saudi ini bertujuan memenuhi kebutuhan para
> Warga Negara Indonesia (WNI) yang tinggal di negara tersebut, baik bekerja,
> maupun melaksanakan ibadah umrah.
>
> Beras renceng kemasan 250 gram tersebut dijual dengan harga Rp15.000 per
> kilogram. Umumnya, WNI tidak terlalu menyukai jenis beras yang biasa
> dikonsumsi di Arab Saudi.
>
> "TKI di sana banyak juga. Banyak keluhan dari masyarakat kita yang ada di
> sana, mereka tidak suka karena beras yang di sana bentuknya
> panjang-panjang. Masyarakat kita di sana kangen dengan beras aslinya. Di
> sana enggak ada. Nah, sekarang direspon sama Pemerintah Arab Saudi," kata
> Budi Waseso.
>
> Budi Waseso menambahkan ekspor beras ke Arab Saudi itu tidak hanya
> berhenti pada jenis beras renceng saja, melainkan juga pada beras kemasan 5
> kilogram dan 10 kilogram pada tahap selanjutnya.
>
> Baca juga: Kementan pererat kerja sama dengan Arab Saudi untuk ekspor beras
>
> Baca juga: Peneliti: ekspor 500.000 ton beras positif bagi usaha
> penggilingan
>
> Pewarta: Mentari Dwi Gayati
> Editor: Risbiani Fardaniah
> COPYRIGHT © ANTARA 2020
>
> 
>

Kirim email ke